
Arka beserta kedua orang tuanya diam merenung memikirkan ucapan Arka.
"Bingungkan?!"
"Nggak tuh! Iyakan ma?" tanya Abharan.
"Iyaa!"
"Lah,terus kenapa malah diam?" tanya Arka.
"Biar kamu mikir dulu!" jawab Abharan.
"Aku harus mikirin apa?"
"Pikirkan,bagaimana cara kamu mendapatkan perempuan itu! jangan langsung menyerah sebelum mencoba!" kata Abharan.
"Bukan aku gak mau berjuang pa,tapi aku takut!"
"Takut di tolak kan?"
"Bukan!"
"Takut apa dong?"
"Takut nantinya,aku capek capek berjuang,tapi gak dapat persetujuan dari papa mama karena poin terakhir yang aku sampaikan!" kata Arka.
"Jelasin ma!" suruh Abharan pada istrinya.
__ADS_1
"Arka,kamu tahu kan kami sayang banget sama kamu?" tanya Adya.
"Iya tau!" jawab Arka.
"Nah,,karena kami sayang banget sama kamu,kami akan mendukung semua cita citamu,semua keinginanmu demi kamu yang kami sayang bahagia!" kata Adya.
"Beneran?"
"Iyaa! Kamu perjuangkan cintamu itu! Mama sama papa akan dukung kamu!" jawab Adya.
"Papa sependapat sama mama?" tanya Arka.
"iyalah! papa dan mama itu satu hati! Jika sudah satu hati,pasti akan sependapat,sepemikiran!" jawab Abharan.
"Alhamdulillah!" kata Arka sambil mengusapkan kedua telapat tangannya ke wajah.
"Eh? maaf maaf! Kebawa bawa sama si Faiz!"
"Apa arti Alhamdulillah itu?" tanya Abharan.
"segala puji bagi Allah! Gitu kalau gak salah pa!" jawab Arka.
"Ooh iya iya!"
"Tapi pa,"
"Tapi apa lagi?" tanya Abharan.
__ADS_1
"Kalau misal nih,Aku datang ke rumah si perempuan,aku langsung lamar si perempuan itu ke ayah nya! Terus aku di tanya tentang agama islam,kan pasti aku gak bisa jawab! Nah jadi ketahuan aku nonis! Terus si ayahnya itu jadi gak setuju! Adapaun setuju,tapi aku harus masuk islam dulu gimana?"
"Belibet Arka! Intinya apa?"
"Gimana kalau aku harus pindah agama jadi islam demi si perempuan itu?" tegas Arka.
"Yaa, kalau memang itu caranya,lakukan saja!" jawab Abharan.
"Apa apaan papa ini?" tanya Adya.
"Maa,anak kita ini sudah besar! Ingat ramalan waktu si Arka lahir! Kata peramal,dia akan sukses,dia akan bahagia,namun dia tidak akan sekepercayaan dengan kita! Mungkin yang di maksud peramal itu adalah ini ma!"
"Tapi pa,masa hanya demi perempuan yang masih banyak yang lain,rela meninggalkan tuhan yang hanya satu!" kata Adya.
"Bukan gitu maa! Arka tidak akan meninggalkan tuhannya! Justru dia akan lebih dekat dengan tuhannya! Percaya sama papa! Percaya sama Arka! Ingin anaknya bahagia kan? Dukung keinginannyaselaghi dia bisa bertanggung jaab dengan apa yang dia perbuat!" kata Abharan.
"Ya sudah deh! Arka,mama serahkan saja semuanya sama kamu! Kamu sudah besar! Sudah harus bisa memilih mana jalan yang benar!"
"Tapi dengan satu syarat Arka!" kata Abharan.
"Syarat apa pa?"
"Jika nanti,kamu benar benar harus pindah kepercayaan! Jangan lupakan kami sebagai orang tuamu! Dan cintai dengan sepnuh hati perempuan yang kau bela belain pindah agama itu! Jangan sampai,kamu sudah berjauang pindah agama,tapi kamu juga yang menyia nyaiakn perjuangan itu dengan menyakiti hati si wanita!" kata Abharan.
"ya nggak lah pa,aku gak akan menyianyiakan perempuan itu apalagi menyianyaiakan perjaungan! Dan aku tidak akan melupakan papa mama! Orang tua yang sudah membutku ada di bumi ini! Orang tua yang telah membesarkan ku sampai saat ini! oarang yang selalu mendukung Arka sampai kapanpun pastinya! Sekalipun sudah beda kepercayaan! Aku tetap akan mencintai,menyayangi dan menghormati kalian!" kata Arka.
"Araka,mama gak nyangka kamu akan tumbuh secepat ini nak!" Adya memeluk Arka dan Arka membalas pelukan itu.Papa Abharan yang terhari juga ikut memeluk dua orang kesayangnnya.
__ADS_1