Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
4 Ilmu


__ADS_3

Dirumah kyai Abdullah,sudah ada Faiz dan Arka tentunya,kemudian Ahkam juga sudah ada di rumah mertuanya begitu juga dengan Bilqis.


"Maksud abah, menyuruh kalian ke sini,agar menjadi saksi! Saudara kita,yang datang dari jauh,sengaja dengan maksud yang mulia! Dia ingin berhijrah! Dia sudah mendapat hidayah untuk memperbaiki kepercayaanya! Intinya,saudara kita ini punya maksud yang bagus untuk masuk agama islam!"


"Allah berfirman dalam surat al-Iron ayuat sembilan belas yang bunyinya,innaddina indallahil islam,atinya sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah islam! Ahkam,pimpin tawasul dulu!" kata kyai.


Ahkam pun memimpin membaca tawasul membaca sholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW.


"Arkananta,bener nekad dengan niatmu?"


"Benar kyai!" jawab Arka.


"Tidak ada paksaan?"


"Tidak ada!"


"Ikhlas?"


"ikhlas!"


"Ridho?"


"Ridho!"


"Baiklah!"


Kemudian,kyai Abdullah menuntun Arka mengucapkan dua kalimat syahadat.Setelah selesai dengan lancar,Arka mengucapkan dua kalimat sahadat,kyai Abdullah menunutun juga ikrar bahwa dia ridho beragama islam.


Rodhiinaa billahi robbaa wabil islaami diinaa wabimuhammadin nabiyyaa.


Kemudian Ahkam kembali membaca doa untuk Arka.Semoga Arka istiqomah dalam hijrahnya.

__ADS_1


"Kamu sudah faham dengan islam?"


"belum kyai!" jawab Arka.


"Abah menyarankan,kamu tinggal dulu di sini! Belajar agama disini! Belajar baca qur'an! Belajar sholat! Belajar fikih tashawuf!" kata Kyai.


"Maaf kyai,emang teman saya ini ingin terus menuntut ilmu disini! Namun,dia juga ada keinginan kyai!" kata Faiz.


"Keinginan apa?" tanya kyai.


"Teman saya ini disuruh oleh ibu dan ayahnya agar segera mendapatkan jodoh,agar segera menikah!"


"Ooooh iya iya! Terus gimana? Sudah ada perempuannya?"


"Di kotanya,tidak ada satupun perempuan yang dapat menyentuh hatinya! tidak ada yang menarik perhatiannya!"


"lah kenapa?"


"Siapa perempuan itu?"


"Maaf sebelumnya kyai,bila saya lancang berkata ini! Seharusnya teman saya yang mengatakan ini,tapi dia akan gugup!"


"Iya iya tidak apa apa!"


"Yang di maksud teman saya adalah putri kyai sendiri!" jawab Faiz.


"Hah? Siapa? Apa kau tidak salah orang?"


"InsyaAllah tidak kyai!" jawab Faiz.


"Siapa?"

__ADS_1


"Alesha Alifa!" jawab Faiz.


"Laaah!" kyai agak kaget.Begitu juga dengan Ahkam dan Bilqis.


"Apa yang dikatakan temanmu itu benar Arka?"


"Iya kyai! Maaf!"


"Tidak papa! Tapi maaf nih,gimana ya?"


"Saya ngerti ko kyai! Saya memang gak pantas untuk Alesha! Tapi kyai,jika ada kesempatan,saya mau berjuang untuk itu! Apapun akan saya lakukan!" kata Arka.


"Emmm! Gimana Bilqis?"


"Silahkan abah!" jawab Bilqis.


"Ahkam?"


"Silahkan bah!" jawab Ahkam.


"Gini aja! Orang tua mana sih yang tidak mau yang terbaik untuk anaknya? Abah ingin anak abah menikah dengan laki laki yang sempurna agamanya,cukup elmu agamanya! Tidak terlalu penting materinya! Abah beri waktu kamu empat bulan untuk kamu mengusai empat ilmu! Satu ilmu tauhid! Dua ilmu Fikih! Tiga ilmu Tashawuf! Empat ilmu alat! Ilmu nahwu!" kata kyai.


"Aduh ampun kyai! Jangankan belajar ilmu itu,mendengar nya juga baru kali ini!" Arka.


"Ada Ahkam,kakak ipar Alesha,suami putri abah Bilqis! menantu abah! Ada juga Ustadz Noval! Murid abah! Belajar sama mereka!" kata Kyai.


"Baiklah,saya akan berusaha! Mohon bimbingannya mas!" kata Arka.


"InsyaAllah!" jawab Ahkam.


"Kyai! Saya mohon doanya juga!"

__ADS_1


"Iya iya! Semoga semua cita citamu tercapai!"


__ADS_2