
Para santriyyin dan santriyyat pondok pesantren Nurul Qolbi sedang mengantri naik masuk ke dalam bus.Mereka akan on the way otw pulang ke asal mereka ke pondok.
Arkananta bersama teman temannya juga sudah mau pulang.Mereka sudah siap dengan motor mereka.Kini sedang memperhatikan para santri naik ke bus.Dalam hati Arka sangat sedih,karena dia tidak bisa bertemu lagi dengan sosok cinta pertamanya.Dan tidak tahu kapan lagi akan bisa bertemu selain Araka harus benar benar mendatngi pondok si Alifa.Terlebih sakit dan sedih,Arka tidak bisa bertemu untuk yang terakhir kalinya,untuk menyampaikan kata kata perpisahan.
"Ingat kata Faiz! Kalau lu bener bener pengen tu cewe,perjuangin! Cepet cepet minta izin ama bokap lu! Lu susulin dia ke rumahnya!" kata Atta yang melihat waah temannya yang sedih dengan tatapan kosong menatap ke arah bus yang di tunggangi para santri perempuan.
"kalau lu bener bener mau datangin dia,mau perjuangin dia,gue garda terdepan yang akan dukung lu! Gue antar lu ke rumahnya! Gue bantu lamarin tu cewe!" kata Faiz.Arka hanya menghela nafas nya.
Tidak lama kemudian,pintu bus tertutup karena semua santri sudah masuk ke dalamnya.Mau itu santri putra atau pun putri.Tidak lama juga dari itu bus mulai jalan meninggalkan tempat parkir.
'Tunggu aku Alifa,aku pasti bakal nyusulin kamu ke rumahmu dan menikahimu! Bagimanapun caranya! Walau harus melawan mama papah!' kata hati Arka dengan penuh keyakinan.
"Cabut ayo!" kata Jody.
"Ayo ayo,gw izin ke mami dua hari,tapi lebih sehari!" kata Willy.
"Si paling mamih!" Jody geleng geleng kepala.
"Termamih mamih mamih mamih!" kata kata Bram meledek.
"Yeh,lu gak ngerti sih! Gw khawatir tahu,mami gw sendirian di rumah!" kata Willy.
"Ooh iya ya,ibu lu kan janda ya?" kata Jody.
"Iyee!"
__ADS_1
"Kira kira,tarifnya berapa?" Jody.
"Bangsat lu! Emangnya nyokap gw ***** apa?!" sentak Willy.
"Wish kalem bro,kalem! Sekarang lu harus belajar panggil gw papih ya!" kata Jody.
"Gak sudi gw,punya papih mesum kaya lu!"
"Yeh jangan gitu sama papih nak!" kata Jody.
"Gw hajar lu lama lama!"
"Hush hush! Udah ah!" kata Atta memisah karena suasana mulai memanas.
"Gw gak terima Ta,kalau udah nyangkut sama nyokap gw! Seburuk buruknya nyokap gw,dia yang udah lahirin gw ke dunia ini!" ucap Willy.
"Becanda lu gak lucu Jod,gak pantas hal gitu di becandain!" kata Willy.
"Kalian kenapa? Kenapa berantem?" tanya Arka.
"Astaga Arkananta,lu dari mana aja bro?!" Atta.
"Emangnya ada apa?" Arka.
"Bener bener sakit ni anak! Lebih dari sakit hati kenya!" kata Faiz.
__ADS_1
"Udah ah,yo cabut! Ngantuk gw! Mau tidur dengan tenang!" kata Bram.
"Sorry dulu dong Will!" kata Jody.
"Sorry sorry mata lu! Bukan sekali dua kali lu bercanda nyinggung perasaan gw!" kata Willy.
"Makanya,lain kali,ngomong itu harus di jaga! Saring dulu yang mau di ucapin lisan,saring dulu pake otak biar gak nyinggung perasaan orang lain!" kata Faiz.
"Iya iya,gw minta maaf lah Will! Masa lu gitu sih!" kata Jody.
"LU ulangin lagi kesalahan yang sama lu gak akan maafin lu lagi bro! dan lu bakal tahu akibatnya!" ancam Willy.
"Iya iya,gak gw ulangi!" kata JOdy.
"Nah gitu dong! Jangan sampai persahabatan kita rusak!" kata Atta.
"Yu cabut!" kata Bram.
"Udah selesaikan masalahnya?" tanya Arka.
"Cabut cabut,pusing gw lama lama! Bisa TBC lama lama bareng kalin! Yang dua berantem ,yang satu galau!" kata Bram.
"Awas lu,bawa motor bengong! Bahaya!" kata Faiz.
"Gak kok,tenang aja!"
__ADS_1
"Ya udah,ayo ah!" Merekapun memakai helm mereka dan langsung pergi meninggalkan lokasi pulang ke rumah mereka masing masing.