
"maaf kyai! Saya benar benar tidak yakin bisa menguasai empat ilmu itu dalam waktu sesingkat itu! Tapi kyai,rasa cinta dihati saya ini tidak bisa dihindari! Sudah saya coba juga saya menghibur diri saya sendiri agar apa yang saya rasakan itu hilang dalam pikiran ataupun perasaan1 tapi bagaimana? Namanya juga hati,tidak bisa di obati denan dengan apapun! Tidak bisa di gantikan dengan apapun bagaimanapun caranya!" kata Arka.
"Hmh,iya saya tahu!"
"Saya akan berjuang sebisa mungkin! Sekuat mungkin! Agar bisa mencapai cita cita saya! Mencapai impian saya!" kata Arka.
"Iya iya! Berusaha saja!" kata kyai.
"Terimakasih kyai! Atas kesempatan yang kyai berikan kepada saya!"
"Ahkam,tolong siapkan satu kamar buat Arka! Biarkan dia satu kamar sendirian! Tidak boleh ada yang menemani! Agar dia bisa fokus!"
"Baik bah,akan saya siapkan sekarang juga!"
"Pergilah! Buat senyaman mungkin! Mengertikan?"
"Na'am abah!"
"Ya sudah!"
"Saya pergi dulu bah!" Ahkam mencium tangan kyai Abdullah.
"Eh bentar! Nak faiz mau nginep disini juga?" tanya kyai.
__ADS_1
"Laa kyai! saya harus bekerja! Mungkin nanti sore juga saya akan pergi!!" jawab Faiz.
"Ooh iya iya,ya sudah siapkan satu kamar aja!" kata kyai.
"Na'am bah! Assalaamualaikum!" jawab Ahkam dan langsung pergi setelah mengucapkan salam.
"Terus,kamu kerjanya gimana?" tanya kyai.
"Saya bisa bekerja disini kyai!" jawab Arka.
"Lah,kalau begitu gimana mau fokus ngilmu?"
"Mungkin saya akan membagi bagi waktu!"
"kalau begitu,biar abah yang atur! Gimana?"
"Gini,kamu bangun tidur harus jam dua dini hari! Mulai dari tahajud,terus belajar sampai sebelum adzan subuh! belajarnya mau ngapal sendiri,mau belajar baca qur'an boleh,mau belajar apapun boleh! Asal yang berhubungan dengan empat ilmu! Setelah sholat subuh kamu ngaji bareng santri yang lain sampai jam sembilan! Dari jam sembilan sampai jam sebelas siang baru kamu boleh kerja! lanjut belajar belajar belajar belajar! kamu baru boleh tidur jam sebelas!"
'Jam sebelah,jam dua belas jam satu jam dua,cuman tidur tiga jam dong?' batin Arka bertanya tanya.nanya pada dirinya sendiri sanggup atau tidak.
"Siap Arka?"
"Si-si-siap kyai!" jawab Arka walau agak ragu.
__ADS_1
'Emangnya dia akan sanggup?' tanya Faiz dalam hatinya.
"Bagus! Semangat berjuang!"
Arkananta memang agak ragu dalam perjuangannya.namun dia akan tetap berusaha sebisa mungkin.Arka bukan laki laki yang mudah menyerah karena rintangan dan halangan.
Dalam pikirannya dia berpikir keras akan sanggup atau tidak dalam perjuangan nya kali ini.Tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa meluruskan hatinya yang terus bengkok kepada cinta pertamanya yang padahal dia belum pernah sama sekali melihat wajahnya.Dia gak tahu wajahnya cantik atau tidak,tapi dia yakin dengan penglihatannya,bahwa perempuannya itu sangat cantik.
"Bilqis,ambilkan majmu'at dua! majmu syarif dua! Jurumiyyah satu! Tijan satu,Taisirul kholaq sama banin satu satu! Safinah sama taqrib satu satu!" kata Kyai.
"Na'am kyai!" Bilqis langsung pergi setelah mendapat perintah.Masuk ke salah satu ruangan seperti kamar.
Tidak lama kemudian Bilqis kembali dengan membawa kitab yang perintah kyai untuk mengambilnya.
"Ini bah!" Bilqis memberikan kitab kitab itu pada abahnya.
"faiz,ambil ini kenang kenangan dari abah! Buat pegangan kamu!" kyai memberikan satu majmu'at dan satu majmu syarif pada Faiz.
"Syukran kyai!" Faiz menerima pemberian itu dengan sopan dan dia sangat berterima kasih atas pemberian itu.
"Nah Arka,ini modal pertama kamu!"
"Baik kyai! Terimakasih! Semoga ini bisa bermanfaat bagi saya!"
__ADS_1
"Itu bukan hanya modalmu untuk sekarang! Itu untuk bekalmu selama hidup didunia bahkan sampai akhirat nanti!"
"Baik kyai! Terimakasih banyak!"