Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Habib


__ADS_3

"Dari kapan kamu ngobrol sama laki laki itu?" tanya Anisa.


"Dari tadi,saat kamu pergi!" jawab Alifa.


"Kamu kenal sama laki laki itu?"


"Kenal!"


"Dari kapan?"


"Semalam! Waktu aku ke toilet!"


"Kamu gak takut,Ustazah lihat kamu ngobrol sama laki laki?"


"Ya gak papa kali Nis,kan cumam ngobrol!"


"Tapi tapi kamu deket banget jaraknya!"


"Bukan aku yang mendekat! Dia yang terus mepet mepet!"


"Kenapa gak menghindar?"


"Sudah,tapi malah aku capek menghindar!"


"Ya Allah Alifa,Mana dandanan nya gak sopan banget!"


"Maklum lah,kan mungkin gak ada ajarannya!"

__ADS_1


"Kan minimal pakai celana panjang!"


"Mungkin gerah!"


"Kenapa gak pakai sarung aja?"


"Dia juga agamanya hindu! Bukan muslim!"


"Apa? Ya Allah Alifa,kenapa kamu ngobrol deket sama orang non muslim?"


"Emangnya kenapa sih? Kan agamanya bukan islam juga tetep manusia! Harus kita hargai!"


"Emang sih,tapi ya jaga jarak Alifa!"


"Kan aku juga sudah jaga jarak!"


"Sebaiknya kamu jauhi laki laki itu Alifa! Gak baik!" kata Anisa.


"Alifa,kalau agamanya bukan islam,mana bisa baik?"


"Anisa,kamu itu pintar! Coba gunakan kepintaranmu itu! Memang kita dan dia itu beda agama! Dalam hati kita,kita harus menanamkan rasa cinta pada Allah sebagai tuhan,dan Baginda Nabi sebagai utusan! Itu orang yang baik! Yang bagus dalam agama kita! Mungkin dalam agama dia juga begitu! Dia bisa di sebut baik dengan dalam hatinya selalu mencintai tuhannya! siapa tahu kan,dalam hatinya dia sangat sangat mencintai tuhannya!" kata Hana.


"Tapi tetep salah Alifa!"


"Kata siapa salah? Emangnya kamu siapa bisa menilai seseorang salah dan bener? Kita aja yang beragama islam,yang bisa di sebut selalu taat dengan ibadah dan yang lainnya belum tentu benar! Siapa tahu orang yang kita sebut salah itu yang benar di hadapan Allah! Kita gak tahu! Bahkan yang rajin ibadah pada Allah saja,jika di sertai dengan rasa ria,ujub,takabur maka ibadahnya itu tidak berarti apa apa!"


Anisa terdiam mendengar penjelasan Alifa yang panjang kali tinggi kali lebar.

__ADS_1


"Aku yakin,walaupun kak Bilqis lihat sekalipun,dia gak akan marah! Aku hanya mengobrol dengan Arka! Bertatap mata saja tidak sama sekali!" kata Alifa.


"Ya sudah,maafkan aku Alifa! Memang karena pujian yang aku terima dari orang lain,aku jadi merasa paling pintar! Dan merasa paling benar! Hingga apa yang menurutku salah,aku akan membenarkannya,padahal jika menurutku salah akan beda dengan orang lain!"


"Iya gak apa apa Anisa,aku juga bukan berarti lebih pintar darimu! Emang kamu lebih pintar dariku! Tapi sebaiknya,maaf ssebelumnya,bukan mau menasehati,cuman kasih saran! Fikirkan duku sebelum berbicara atau bertindah! Seperti yang kamu katakan,yang salah di matamu,belum tentu salah di mata orang lain! Begitu juga sebaliknya!"


"Iya!" kata Anisa.


"Kita beli kelapa muda yu? Biar kaya orang orang Nis,berjemur di pantai sambil minum kelapa muda!" kata Alifa,


"Yah,kalau mau beli kelapa muda gak usah jauh jauh ke sini! Di sana juga ada!"


"Ya udah deh kita cari makanan lain aja!" kata Alifa.Sambil terus berjalan jalan.


"Emm,Nis!" kata Alifa.


"Apa?" tanya Anisa.


''Kalau misal nih ya,misal! Ingat itu! Misal!" kata Alifa menegaskan kata MISAL.


"Iya gimana?"


"Arka datang ke pesantren melamarku,apa abah akan menerima lamarannya?"


"Menurutku gak mungkin deh! Abahmu itu Kyai! ya pasti dia ingin punya mantu yang minimal santri lah! Maksimal habib turunan Nabi kalau bisa!'' kata Anisa.


"Iya juga sih! Tapi gimana kalau Arka pindah agama?"

__ADS_1


"Kamu suka sama laki laki itu?"


"Yeh,nggak! Kan ini misal!" jawab Alifa.


__ADS_2