
Kini,Alifa dan yang lain nya sudah sampai di pesisir pantai yang indah.Alifa meminjam hand phone milik Ustadzah Bilqis kakaknya,sehingga dia dan teman temannya yang lain bisa mengambil foto foto.
Disebuah warung beberapa pasang mata sedang memperhatikan enam orang gadis berpakaian tertutup,sangat tertutup.
"Meraka gak punya rasa gerah apa ya?" tanya Jody.
"Bukan gak punya rasa gerah! tapi mereka sangat taat kepada agama mereka!" jawab Faiz.
"Saudara gw juga banyak yang perempuan yang muslim,tapi pakaian mereka gak seperti itu!" kata Willy.
"Ada beberapa penyebab! bisa jadi karena belum terbiasa! bisa juga karena daerah kita gerah atau memang terbawa adat kebiasaan! bisa juga karena belum tahu hukumnya!" jelas Faiz.
"Tapi gw penasaran sama wajah mereka!" kata Jody.
"Yang aku tahu,orang orang seperti mereka gak akan menunjukkan wajah mereka kalau bukan ke orang yang akan menikahi mereka! dan itu juga hanya satu kali seblum bener bener syah nikah!" kata Faiz.
"Ribet amat sih! Gak papa lah gw gak punya istri kaya mereka juga! lebih baik yang gampang aja! yang sebelum nikah juga udah keliatan semuanya!" kata Jody.
"Kalau gw milih yang tertutup kaya mereka!" kata Faiz menyedo ari kelapa.
"Kenapa?" tanya Jody.
"Yaa,gw gak ridho punya gw di pertononkan sama orang banyak!" jawab Faiz.
"Lah,kan lu juga suka liat punya orang!" kata Jody.
"Eh,kata siapa? itumah lu!" kata Faiz.
"Yaa,kata gw lah,kata siapa lagi? kan dari tadi gak ada yang bisikin gw,atau apa?!"
"So tau lu!" kata Faiz.
"Berisik lu pada!" kata Bram.
"Weesh,santai bro santai!" kata Jody.
"Liat!" kata Bram nunjuk ke arah Arka dengan bibinya yang maju tujuh ml.
Arka fokus melihat ke santriyyat nurul qolbi yaitu Alifa dan teman temannya.Sampai sampai dia tidak sadar bahwa dirinya sedang ditertawakan oleh teman temannya.
"Lu liat apa Ka?" tanya Willy namun Arka masih tetep aja fokus tidak memperdulikan Willy.
"Nanta!" teriak Jody pas di telinga Arka.
"Astaga! A****g lu!!" kaget Arka hingga teman temannya tertawa.
"Dilaporkan dari tempat kejadian! Seorang Arkananta Steward ketururnan keluarga kaya yaitu tuan Abharan sudah menemukan pandangan asmara beliau pada seorang perempuan berbeda agama dengannya!" kata Atta meniru pembawa cara berita di tv tv.
"Gak jelas lu!' kata Arka dengan wajah memerah dan meminum air kelapa mudanya.
"Sudah jelas! Saksi juga sudah ada! bukti juga sudah ada Ka!" kata Willy.
"Mungkin ini yang di sebut cinta beda agama!" kata Faiz.
__ADS_1
"Harus segera laporan ke om Abharan nih! om,Arkaa sudah nemu calonnya om!" kata Jody.Pipi arka yang putih semakin pink gara gara di oyok oyok oleh teman temannya.
"Gw cuma penasaran sama tu cewe! kaya yang gak punya rasa gerah gitu!" kata Arka.
"Astaga Arka,tentang rasa gerah sudah di bahas tadi oleh doktor Faiz!'' kata Jody.
"Kapan?" tanya Arka.
"Tadi Ka! Berarti lu bener bener fokus ngeliatin tu cewe cewe sampe gak denger kita ngobrol!" jawab Jody.
"Udah deh,lu gak usah ngelak! Pasti lu tertarik sama salah satu di antara mereka yakan?" tanya Atta.
"Iya deh,gw ngaku!" kata Arka membuat teman temannya tertawa lagi.
"Yang mana?" tanya Willy.
"Adalah!" jawab Arka.
"Gw mau ke sana ah!" kata Willy.
"Mau apa bego?" tanya Bram.
"Gw mau kenalan!" Jawab Willy dan langsung pergi ninggalin temannya yang lain.
"Gw ikut ah! Wil,tunggu gw!" kata Jody berlari meninggalkan temannya yang lain juga menyusul Willy.
"Ihs,malu maluin!'' kata Bram dengan geram melihat tingkah kedua temannya.
"Hallo?!" sapa Willy setelah sampai di antara Alifa dan teman temannya.
"Eh,gak usah takut! kami berdua juga manusia kok! sama seperti kalian!" kata Jody.
"Apa gak sebaiknya salam dulu?" tanya Adinda dengan konyol.
"Ah apa? ouh iya salam!" kata Willy mengulurkan tangannya.
"Maaf! bukan muhrim!'' kata Anisa karena Willy menyodorkan tangannya ke arah Anisa.
"Muhrim itu apa?" tanya Willy dengan berbisik pada Jody.Bukannya menjawab,Jody malah menarik tangan Willy yang masih mengulur.
"Maaf ya!'' kata Jody yang biasanya handal berhadapan dengan perempuan perempuan,tapi kali ini dia jadi gugup.
"Boleh kami tahu nama kalian?" tanya Jody.
"Boleh! kenalkan nama aku Vanny santri nurul qolbi yang paling cantik!" kata Vanny mengangkat wajahnya dan mengatupkan tangannya.
"Ouh iya iya,kalau yang ini?" tanya Jody dengan menunjuk ke arah Adinda dengan tangan kanan dan lima jarinya.
"Nama saya Adinda!" jawab Adinda dengan sedikit mengangkat kepalanya dan menunduk lagi.
"Wah mbak Dinda! nama nya bagus!" kata Willy.
"Kalau yang ini? " tanya Jody lagi menunduk ke arah Rahma.
__ADS_1
"Rahma!" jawab Rahma singkat dan mengalihkan pandangan ke arah tidak ada orang.
"Yang ini?" nunjuk ke Alifa.
"Nama saya Alifa!" jawab Alifa tanpa mengangkat kepalanya sama sekali.
"Boleh tahu kepanjangannya?" tanya Jody.
"Alesha Alifa Hibatillah!" jawab Alifa.
"Kalau yang ini?" tanya Jody pada Nabila dan Nabila pun memperkenalkan namanya.
"Boleh minta no WhatsApp nya gak?" tanya Jody.
"Maaf,WhatsApp itu apa?" tanya Vanny.
"Gak tahu WhatsApp?" tanya balik Willy.
"Gak! " jawab Vanny.
"Facebook?" tanya Jody.
"Gak tahu juga!'' jawab Vanny.
"Astaga! Instagram?"
"Gak tahu juga!"
"Masa sih kalian gak tahu itu semua? rasanya gak mungkin kalau gadis gadis sekarang gak tahu sosial media!" kata Willy.
"Tapi emang kami gak tahu itu semua!" kata Vanny.
"Kalian tinggal di mana sih?" tanya Willy.
"Kami tinggal di pondok!" jawab Vanny.
"Pondok? pondok apa? pondok winie?" tanya Willy.
''Pesantren!" jawab Vanny.
"Pesantren itu apa?" tanya Willy dengan berbisik pada Jody.
''Nanti kita tanyakan ke Faiz!" kata Jody.
"Ya sudah,terima kasih ya,sudah mau berkenalan dengan kami! oh iya,kenalkan namaku Jody! dan ini temanku Willy!'' kata Jody.
"Kami pergi dulu ya,sampai jumpa lagi!" kata Jody.
"Iya silahkan!" kata Vanny.
"Dadah,ayo Wil!" Jody langsung pergi dan membawa Willy.
__ADS_1
Jody Birendra