
Arka dan kawan kawan yang lainnya sengaja lewat depan vila yang di isi santriyyat nurul qolbi dengan Jody yang berjalan so cool.Atta sedikit tersenyum ramah pada santriyyat yang ada di sana yang melihat ke arah mereka.Bram hanya berjalan cuek tanpa peduli dengan keadaan sekitar.Faiz hanya bisa menunduk dengan malu dan berjalan dengan sopan.Arka hanya biasa saja.Willy asik senyum dan sesekali menyapa santriyyat yang ada di sana.
"Permisi mba mba cantik!" kata Willy dengan konyolnya membuat yang lain sedikit malu dan Faiz semakin menunduk malu.
"Silahkan mas mas!" jawab Vanny hingga temannya yang lain geleng geleng kepala.
ting tong...
Willy menekan bel rumah sang pemilik rumah.
"Permisi!" kata Willy sedikit berteriak.
"Sebentar!" kata seseorang dari dalam rumah.
Tidak lama kemudian ibu ibu paruh baya keluar dari rumah itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya ibu ibu itu setelah keluar rumah dan terdapat enam orang anak muda tampan di depan rumahnya.
"Gini,apa men ada vila lain yang kosong? saya dan teman saya pernah nyewa vila ibu yang ini,tadinya saya mau nyewa vila ini lagi,tapi tadi saya lihat sudah ada yang ngisi!" Willy menjelaskan maksud tujuannya dengan sopan.Men adalah panggilan untuk wanita berusia baya.Panggilan ini dipakai untuk menggantikan panggilan ibu.
"Belum ada Gus,mbok hanya punya satu vila,dan memang sudah di isi sama orang jauh! mereka datang dari jawabarat yang sengaja datang kesini untuk liburan! pakain mereka juga sangat tertutup,bahkan wajah mereka gak keliatan! hanya mata mereka yang keliatan,tapi sebagian juga adaa yang pakai kaca mata hitam!" kata ibu itu.Mbok merupakan kata sapaan untuk memanggil orang yang di anggap lebih lebih tua.Sedangkan gus untuk digunakan kepadaa orang bali yang masih remaja.
"Mungkin mereka beragama muslim mbok,karena memang dalam islam,diwajibkan bagi seorang perempuan menutup tubuhnya! jika tidak,maka perempuan itu akan mendapat dosa!" kata Faiz menjelaskan apa yang dia tahu.
"Iya mungkin!' kata iibu itu.
"Emh,mbok tahu gak,di mana vila yang nyaman dan bersih seperti vila punya mbok ini?" tanya Arka yang sepertinya sudah ingin beristirahat.
"Kalau yang itu gimana? itu punya adik mbok!" menunjuk bangunan yang bentuknya agak mirip seperti vila yang di huni santriyyat nurul qolbi.
"Iya boleh mbok,bisa antar kami ke rumah yang punya vila itu?'' tanya Arka.
"Yang punya lagi gak ada,tapi kalian bisa sama mbok,kuncinya juga ada di sini!"
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu,berepa harga sewa nya?" tanya Arka.
"Lima ratus ribu satu malam,dan pagi harus sudah keluar!"
"Kalau kami nginapnya dua malam berapa kira kira?" tanya Arka.
''Dua juta lima ratus cukuplah!" kata ibu ibu itu.
"Aduh mahal banget mbok,gak bisa kurang?" tanya Willy.
''Itu sudah kurang gus,harunya kalau dua malem itu harganya tiga juta!''
"Ya sudah,ini uangnya mbok,silahkan hitung lagi!" Arka menyerahkan uang berwarna merah sebanyak dua puluh lima lembar.Orang yang di panggil mbok itupun menghitung uang yang i berikan Arka.
''Kemahalan ka,kenapa kamu langsung bayar sih,kan bisa kita tawar tawar dulu,atau gak nyarin yang lebih murah!" kata Willy.Arka memang tidak mau ribet dan jika soal uang,dia tidak akan susah.
Arka dan kawan kawan yang lainnya sengaja lewat depan vila yang di isi santriyyat nurul qolbi dengan Jody yang berjalan so cool.Atta sedikit tersenyum ramah pada santriyyat yang ada di sana yang melihat ke arah mereka.Bram hanya berjalan cuek tanpa peduli dengan keadaan sekitar.Faiz hanya bisa menunduk dengan malu dan berjalan dengan sopan.Arka hanya biasa saja.Willy asik senyum dan sesekali menyapa santriyyat yang ada di sana.
"Permisi mba mba cantik!" kata Willy dengan konyolnya membuat yang lain sedikit malu dan Faiz semakin menunduk malu.
"Silahkan mas mas!" jawab Vanny hingga temannya yang lain geleng geleng kepala.
ting tong...
Willy menekan bel rumah sang pemilik rumah.
"Permisi!" kata Willy sedikit berteriak.
"Sebentar!" kata seseorang dari dalam rumah.
Tidak lama kemudian ibu ibu paruh baya keluar dari rumah itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya ibu ibu itu setelah keluar rumah dan terdapat enam orang anak muda tampan di depan rumahnya.
__ADS_1
"Gini,apa men ada vila lain yang kosong? saya dan teman saya pernah nyewa vila ibu yang ini,tadinya saya mau nyewa vila ini lagi,tapi tadi saya lihat sudah ada yang ngisi!" Willy menjelaskan maksud tujuannya dengan sopan.Men adalah panggilan untuk wanita berusia baya.Panggilan ini dipakai untuk menggantikan panggilan ibu.
"Belum ada Gus,mbok hanya punya satu vila,dan memang sudah di isi sama orang jauh! mereka datang dari jawabarat yang sengaja datang kesini untuk liburan! pakain mereka juga sangat tertutup,bahkan wajah mereka gak keliatan! hanya mata mereka yang keliatan,tapi sebagian juga adaa yang pakai kaca mata hitam!" kata ibu itu.Mbok merupakan kata sapaan untuk memanggil orang yang di anggap lebih lebih tua.Sedangkan gus untuk digunakan kepadaa orang bali yang masih remaja.
"Mungkin mereka beragama muslim mbok,karena memang dalam islam,diwajibkan bagi seorang perempuan menutup tubuhnya! jika tidak,maka perempuan itu akan mendapat dosa!" kata Faiz menjelaskan apa yang dia tahu.
"Iya mungkin!' kata iibu itu.
"Emh,mbok tahu gak,di mana vila yang nyaman dan bersih seperti vila punya mbok ini?" tanya Arka yang sepertinya sudah ingin beristirahat.
"Kalau yang itu gimana? itu punya adik mbok!" menunjuk bangunan yang bentuknya agak mirip seperti vila yang di huni santriyyat nurul qolbi.
"Iya boleh mbok,bisa antar kami ke rumah yang punya vila itu?'' tanya Arka.
"Yang punya lagi gak ada,tapi kalian bisa sama mbok,kuncinya juga ada di sini!"
"Ya sudah kalau begitu,berepa harga sewa nya?" tanya Arka.
"Lima ratus ribu satu malam,dan pagi harus sudah keluar!"
"Kalau kami nginapnya dua malam berapa kira kira?" tanya Arka.
''Dua juta lima ratus cukuplah!" kata ibu ibu itu.
"Aduh mahal banget mbok,gak bisa kurang?" tanya Willy.
''Itu sudah kurang gus,harunya kalau dua malem itu harganya tiga juta!''
"Ya sudah,ini uangnya mbok,silahkan hitung lagi!" Arka menyerahkan uang berwarna merah sebanyak dua puluh lima lembar.Orang yang di panggil mbok itupun menghitung uang yang i berikan Arka.
''Kemahalan ka,kenapa kamu langsung bayar sih,kan bisa kita tawar tawar dulu,atau gak nyarin yang lebih murah!" kata Willy.Arka memang tidak mau ribet dan jika soal uang,dia tidak akan susah.
__ADS_1
Atta Pastika