
"Kalian ini dari mana? Anak siapa?" tanya Kyai.
"Kami dari luar provinsi abi,saya anak dari almarhum ayah Bhadyoga dan ibu alamrhumah ibu Sindi!" jawab Faiz.
"Oouh iya iya,kalau yang satunya?"
"Emh,saya juga sama dari luar provinsi! Saya anak dari papa Abharan dan ibu Adya!" jawab Arkananta.
"Terus,siapa nama kalian?" tanya kyai.
"Nama saya Faiz kyai!"
"Saya Arkananta! Biasa di panggil Arka!'
"Ah iya bagus! Siapa nama ayahmu?"
"Abharan!" jawab Arka.
"Ibumu?"
"Adya!"
"Tujuanmu datang kesini amat mulya nak! Semoga setelah terlaksana tujuanmu,Allah semakin menyayangimu,semakin memberimu banyak rizki,semkain sering membuatmu bahagia,dan tidak memberimu ujin yang amat berat!" kata kyai.
'Kok orang ini seolah olah tahu ya,maksud kedatanganku kesini apa?' tanya hati Arka.
Arkananta dan Faiz terus mengobrol bersama kyai Abdullah semakin akrab mereka mengobrol tentang pengalaman Faiz dan Arka,mereka mengobrol tanpa menyinggung agama ataupun status lainnya.
Setelah cukup lama mengobrol dengan santainya,Bilqis kembali datang dengan sopannya menghampiri kyai Abdullah.
"Afwan abah,mengganggu!" kata Bilqis.
"Ada apa nak?" tanya kayi.
"Makanannya sudah siap,apa mau makan sekarang?"
__ADS_1
"Ah iya iya,sekarang aja! Tolong siapkan ya!" kata Kyai.
"Na'am abah,akan Bilqis siapkan!" jawab Bilqis dan kembali ke dalam rumah tetap dengan sopan santun,bahkan berjalan pun dia atur sedemikian rupa.
"Ayo,kita makan dulu! Sebentar lagi dzuhur,nanti setelah baru kita ke mesjid!" kata kyai.
"Silahkan kyai,kami sudah makan tadi pagi!" kata Faiz.
"itumah sarapan,dan pasti kalian tadi sarapan sedikit! Jadi akui saja,sekarang kalian sudah lapar lagi!"
"Ti..."
"Ayo,jangan banyak ngomong!" kata kyai dengan langsung berdiri dan meninggalkan Faiz dan Arka masuk ke dalam rumah.
"Ayolah ka!"
"Makan Iz?"
"Iyalah,kan tadi diajak makan! Bukan di ajak meninggal!" kata Faiz.
"Yeh,bukan gak malu,tapi gimana lagi? Mau nolak juga gak enak!"
" iya iya,gw juga lapar sih!"
"Iya udah,ayo! Tapi inget! Utamakan sopan santun! Nanti kalau di dalem ada si perempuan yang lu maksud itu,lu pura pura gak kenal aja! Jangan di sapa!"
"Yah? kenapa?"
"Ih,udah nurut aja!"
"Ya udah deh,gw nurut!" kata Arka.
"Ayo!" Faiz pun berjalan duluan memberanikan diri masuk ke dalam rumah kyai.faiz mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah.
"Sini nak!" panggil kyai dari arah dapur.Tetap dengan sopan santun Faoz dan Arka menelusuri sumber suara.Berjalan ke arah dapur.
__ADS_1
"Silahkan duduk!" kata kyai.
"Terimakasih kyai!"
"Ayo silahkan jangan malu malu! Anggap di rumah sendiri aja,atau gak anggap di restoran aja!" kata kyai.
"Iya terimakasih banyak kyai!" jawab Faiz.
Faiz dan Arkananta pun mulai menikmati hidangan yang sudah tersaji di temani kyai Abdullah walau dengan malu malu mereka makan.
Betul saja kata kyai,saat sedang makan,adzan dzuhur pun berkumandang terdengar dari speker mesjid itu pesantren.Terdengar juga kumandang adzan dari speker mesjid lain.
"Alhamdulillah!" kata kyai saat mendengar adzan.Faiz dan Arka juga mengucapkan hamdallah setelahnya.
Sesuai rencana,setelah makan,mereka akan pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat dzuhur.
"Bilqis!" panggil kyai,dan yang datang terburu buru bukan Bilqis,tapi Alifa.Arka tidak menyadari yang datang itu perempuan yang dia cari.
"Mana kakakmu?" tanya kyai membuat Arka dan Faiz penasaran dengan adik Bilqis yang di tanya oleh kyai.
"Kakak sudah pulang!"
'Ternyata beneran Arka!' kata hati Alifa.
"Kamu udah sholat?"
"Afwan abah,Alifa sedang tidak sholat!"
'Ahhhh ternyata dia bener Alifa!' hati Arka berteriak bisa benar benar mendengar kembali suara cinta pertamanya.
"Ah iya iya,sekarang kamu pergi ke kamar! Diam di kamar jangan pernah keluar sebelum kakakmu atau abah! Kecuali keluar sura! Boleh lah itumah!" kata kyai.
"baik abah!"
"Sekarang!"
__ADS_1
"Baik bah,permisi!" kata Alifa dan kembali ke kamarnya.