Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Toilet


__ADS_3

"Aduh,kok aku ingin buang air kecil ya?" kata Alifa.


"Ya sudah,ke toilet aja dulu!" kata Anisa.


"Ayo aku antar!" kata Adinda.


"Gak usah gak usah! Kalian tunggu di sini aja!" kata Alifa dan buru buru pergi.


Kebetulan kepergian Alifa di saksikan oleh Arka dan teman temannya.


"Dia bukan yang lu mau?" tanya Bram.


"Kayanya iya!" jawab Arka.


"Ikutin sana!" kata Jody.


"Wish,gak mau ah!'' kata Arka malu malu kucing.


"Cepet! Kalau gak lu! gw aja yang kejar!" kata Jody.


"Ya udah ya udah!" Arka bangkit dari duduknya.


"Nah gitu dong! Tunjukin kelakian lu!'' kata Bram.Arka pun pergi dengan jalan cepat agar tidak ketinggalan jejak.


"Semangat Arka sayang!' Teriak Jody saat Arka sudah sepuluh langkah dari mereka hingga Arka mengumpat.


Maklum orang yang terserang asmara cinta apalagi cinta pertama walaupun belum melihat orang itu dengan sempurna.


Arka melihat Alifa yang seperti sedang mencari sesuatu hingga dia memberanikan diri untuk menyapa Alifa.


"Permisi!" kata Arka membuat Alifa keget.


"Astaghfirullah!'' kaget Alifa dan langsung menunduk setelah melihat bahwa orang di depannya laki laki yang sama sekali tidak dia kenal atau mungkin dia kenal namun karena gelap jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa laki laki itu.


"Ah,maaf mengagetkan mu!" kata Arka.

__ADS_1


"I-iya tidak apa! Siapa ini?" tanya Hana masih menunduk.


"Oh iya,kenalkan nama saya Arkananta!" jawab Arka namun tidak menyodorkan tangan karena dia tahu kalau tangannya akan di tolak seperti yang tadi dia lihat saat Jody mengulurkan tangannya.


"Apa kamu santri baru Nurul Qolbi?'' tanya Alifa.


"Sa-santri?'' Arka malah balik nanya dan pikirannya berpikir keras karena dia rasa dia pernah mendengar kata itu.


"Iya santri!" jawab Alifa.


"Aku lupa! Santri itu apa?" tanya Arka.


"Oh maaf! Berarti kamu bukan santri Nurul Qolbi!" kata Alifa.


"I-iya bukan!" jawab Arka.


''Saya mau pergi dulu!'' kata Alifa dan melangkah namun tiba tiba tangannya di pegang oleh Arka.


"Apa aku boleh tahu namamu?" tanya Arka yang memegang pergelangan tangan Alifa saat Alifa hendak melangkah pergi.


"Bi-bi-bisa kamu lepaskan tanganku!" Ucap Alifa dengan gugup.


"Namaku Alifa!' jawab Alifa dengan tiba tiba setelah tangannya dia lepaskan muncul keringat dingin karena baru pertama dia bersentuhan dengan laki laki yang bukan muhrim walau tidak bersentuhan kulit secara langsung.


"Nama lengkapnya?" tanya Arka.


"Kamu juga tidak memberi tahu nama lengkapmu!" kata Alifa dengan maksud dia berkata seperti itu agar bisa cepat cepat pergi.


"Apa? Nama lengkapku Arkananta Steward! Sekarang siapa nama lengkapmu?" tanya Arka.


"Ya Allah! Alesha Alifa Hibatillah!" jawab Alesha dengan semakin gelisah.


"Kenapa kamu gelisah seperti itu? Tenang saja! Aku bukan orang jahat kok!" kata Arka.


"Bolehkan saya pergi sekarang?" tanya balilk Alifa.

__ADS_1


"Tunggu tunggu! Boleh aku minta nomor hand phone mu?" tanya Arka.


"Aku tidak punya hand phone!" jawab Alifa.


"Tapi tadi sore,aku melihatmu memegang hand phone!" kata Arka.


"Itu milik kakak! Boleh saya pergi?" kata Alifa.


"Sebentar! boleh aku tahu alamat rumahmu?" tanya Arka.


"Untuk apa?" tanya balik Alifa.


"Nanti aku mau datang ke rumahmu untuk melamarmu!'' jawab Arka.


"Apa maksudnya?" tanya Alifa.


"Tidak tidak,aku bercanda! Tapi bolehkan aku main ke rumahmu?''


"Rumahku jauh dari sini!'' kata Alifa.


"Iya aku tahu! Soalnya kalau kamu orang dekat sini gak mungkin cara bicaramu lucu seperti ini! Dan penampilanmu juga gak akan seperti ini!" kata Arka.


"Aku tinggal di .............................................. Tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Qolbi pimpinan Abah Abdullah!" kata Alifa dan dengan cekatan Arka menulis alamat lengkap Alifa yang tadi Alifa sebutkan.


"Terima kasih! Suatu saat nanti aku janji! Aku akan datang ke rumahmu!" Kata Arka.


"Ya sudah! Boleh aku pergi?" tanya Hana yang sebenarnya dirinya juga sudah tidak kuat menahan hajatnya.


"Tapi tadi sebenarnya kamu mencari apa?" tanya Arka lagi membuat Alifa agak kesal di buatnya.


"Aku mencari toilet!" jawab Alifa.


"Ayo aku antar kamu mencari toilet!" kata Arka.


"Gak usah! Tunjukan saja di mana toiletnya!" kata Alifa.

__ADS_1


"Aku antar aja ya?!!" Arka maksa.


"Ya sudah! cepatlah!" kata Alifa terpaksa menerima ajakan Arka tanpa pikir panjang karena sudah tidak tahan.


__ADS_2