
Setelah sarapan,Arkananta dan Faiz sudah siap siap untuk pergi ke tempat tujuan.Yaitu ke pondok pesantren Nurul Qolbi dengan tujuan perjuangan cinta seorang anak tunggal kaya raya.
"Ayo Ka!" kata Faiz dengan ransel sudah dia genodng.
"Ayo!"
"Lu gak bawa tas?"
"Ngapain bawa tas,nanti juga ke sini lagi kan?" tanya Arka.
"Dari sini kepesantren itu tuh jauh Ka,dan kita itu mau ke pesantren! Disana bakal banyak asrama! Bisa jadi kita bisa nginep di sana!"
"Ooh gitu? Ya udah,tunggu bentar! Gw kemas kemas dulu!"
"Terserah lu aja dah,gw tunggu di bawah! Sambil pesen taxi!"
"Okey!" jawab Arka dengan santainya dia malah kembali duduk di atas ranjangnya dan kemudian mengambil tas nya.Sedangkan Faiz sudah kesal dengan kelakuan temannya itu.
"Gw gugup njir!" kata arka setelah selesai berkemas dan akan melangkahkan kakinya keluar kamar.Kemudian dia menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan perlahan berusaha menghilangkan rasa gugup itu yang bisa saja rasa gugup itu datang kembali.setelah merasa tenang,barulah dia melanjutkan niatnya.
"Lama banget sih lu?" tanya Faiz dengan sangat kesalnya karena ampir setengah jam dia menunggu.
"hheh,sorry Iz! gw gugup! Jadi gw menenangkan diri dulu!" jawab Arka.
"Ya udah ayo,tuh taxi sudah nunggu dari tadi!"
__ADS_1
"Oh,iya ayo!" kata Arka sambil cengengesan karena merasa sedikit tidak enak hati.
Perjalanan mereka hampir memakan waktu selama dua jam dan akhirnya sampai di alamat tujuan tepat di depan pintu gerbang gapura yang bertuliskan Ma'had Al-Islamiyyah Nurul Qolbi.Disana terlihat para santri putra yang sedang beraktivitas sesuai dengan aktivitas masing masing.Namun di dekat gerbang ada pos security.
"Mungkin ini ya Ka?" tanya Faiz.
"Gak tau Iz!"
"siapa nama pimpinan pesantrennya?"
"Hah? Gak tau!"
"Abah,abah si Alifa itu siapa?"
"Oouh,abah Abdullah!" jawab Arka.
"Assalaamualaikum pak!" kata Faiz sambil mendekat ke gerbang pesantren itu.
"Waalaikumussalama,ada yang bisa di bantu mas?" tanya security dengan sigap.
"Ah iya pak,saya mau tanya,apa pesantren Nurul Qolbi ini,pimpinan Kyai Abdullah?" tanya Faiz dengan penuh sopan santun.
"Iya bener mas,pimpinan pesantren ini kyai Abdullah!" jawab security.
"Saya boleh tanya sekali lagi pak?" tanya Faiz.
__ADS_1
"Oh,boleh boleh! Silahkan!"
"Apa salah satu putri kyai Abdullah itu ada yang bernama Alifa?" tanya Faiz.
"Ada mas ada! Itu putri bungsu kyai! Mas nya kenal sama neng Alifa?"
"Ah tidak pak,saya tidak kenal! Tapi saya tau!" jawab Faiz.
"Ooh iya iya! tapi ada apa ya mas? Apa ada keperluan?" tanya security itu tiba tiab memasang wajah curiga.
"Iya pak,ada! Saya dengan teman saya ingin bertemu dengan kyai Abdullah!"
"Boleh saya lihat KTP nya dulu mas?" tanya security.
"Ooh,boleh boleh pak! Sebentar!" kata Faiz sambil merogoh dompetnya dari saku belakang celana nya.Setelah mengambil KTP miliknya,lalu di berikan ke security itu.
"Jauh sekali mas,dari luar provinsi!"
"Iya pak,saya sengaja jauh jauh ke sini ingin bertemu dengan kyai Abdullah pimpinan pondok ini!" kata Faiz.
"Ya sudah,mas tungggu dulu disini sebentar ya,Saya ke dalam dulu buat konfirmasi di izinin atau tidaknya mas bertemu dengan kyai Abdullah! Bukan maksud tidak percaya,namun kami disini harus selalu waspada menajga para ulama!"
"Iya iya pak,saya mengerti! Silahkan pak,saya tunggu di sini!"
"Permisi mas,sebentar ya!" security itu langsung lari entah kemana Arka tidak tau.Namun tidak lama,sevurity itu kembali menghampiri faiz yang sudah bersama Arka menunggu di depan gerbang.
__ADS_1
"Gimana pak?" tanya Faiz.