
"Arka!" Abharan langsung masuk ke ruangan dimana Arka anaknya berada.
"Ada apa pah?" tanya Arka setengah kaget karena Abharan tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
Abharan membuang nafas menahan emosi."Coba lihat ini!" Abharan memberikan map biru berisi laporan keuangan kepada anaknya.
"Emangnya kenapa pa?" tanya Arka sambil mengambil map itu dan membukanya,kemudian dia baca dengan serius.
"Apa laporan itu sudah benar?" tanya Abharan.
"Sebentar pah,kok ini kaya gak sesuai sama pemasukan dan pengeluarannya ya?" Arka tampak bingung setelah membaca laporan itu.Alisnya mengerut.
"Kamu kenapa sih? Gak fokus!"
"Iya pah,aku memang kurang fokus! Gak konsentrasi!"
"Kenapa gak konsentrasi? Apa kamu mikirin perempuan itu?" tanya Abharan.
"Sepertinya sedikit,maafkan aku pah! Nanti aku betulin lagi ya!"
"Gak mungkin sedikit sih! Sepertinya kamu memang harus cepat cepat menikah Ka!"
"Gak gitu juga pah!" kata Arka.
"Papah juga pernah muda Ka! Pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama! Pernah merasakan cinta pertama!" kata Abharan.
"Berarti papa juga meraskan apa yang aku raskan ya?"
"Iya lah!"
"Ya sudah,aku mau benerin ini dulu pah!"
"Gak usah,ini papa aja yang benerin! Kamu atur aja kebrangkatan kamu menemui perempuan itu! Perjuangkan cintamu! Karna cinta itu butuuh pengorbanan!" kata Abharan.
__ADS_1
"Nanti aja pa! Biar Arka benerin pekerjaan Arka dulu!"
"Sudah,papa saja! Hubungi temenmu! siapa yang akan nemenin kamu! Semua biayanya papa yang tanggung!'
"Baiklah kalau begitu pah,terimakasih ya!"
Abharan tersenyum.Dia mengambil kembali map yang di pegang anaknya kemudian mengusap kepala anaknya memberantakkan rambutnya.
"Papa pergi dulu!" kata Abharan dan langsung meninggalkan anaknya.
'Alesha,tunggu jodohmu ya! Jodohmu otw!' kata hati Arka sambil tersenyum.
Dia mengeluarkan handphone dari sakunya menulis nama Faiz di kolom pencarian di aplikasi whatsapp nya.
Tutt tutt tutt
"Yeh,kemana sih kok gak di angkat!"
'Lagi apa lu? kok baru di angkat?'
'sorry sorry,gw lagi baca buku!'
'Ooh,sorry ganggu!'
'Its okey! Ada apa emang?'
'Antar gw yok!'
'kemana?'
'ke tempat si cewe itu Iz!'
'Bidadai bercadar?'
__ADS_1
'Nah iya! julukan yang bagus tuh!'
'Kapan?'
'Besok gimana?'
'Ayo ayo aja sih! Berdua aja,apa sama yang lain?'
'Berdua aja deh! nanti kalau mereka mau,mereka bisa nyusul!'
'Ya sudah deh! ayo! Gasss!'
'Pokoknya lu siap siap aja! Gak usah mikirin biaya apapun! Ongkos dan biaya hidup selama di sana! Bokap yang tanggung!'
'Siap siap! Gw beres beres dari sekarang aja ya! Eh tapi berapa lama kita di sana?'
'Gw juga belum tau sih! Liat nanti aja!'
'Oooh ya udah!'
'Okey bro,udah dulu ya! Thanks! Sorry gw ganggu dan ngerepotin lu!'
'Enjoy bro!'
'Okey,sampai jumpa!'
Tut tut tut,Faiz menutup telpon.
"Kebiasaan ni anak!" sambil menyimpan handphonenya di atas meja.Dia beranjak dari kursinya berdiri di depan kaca besar yang menunjukkan pemandangan perkotaan sambil tersenyum bahagia.
"Alesha Alifa Hibatillah! Nama yang indah! Lebih indah dari pemandangan ini! walaupun aku gak lihat wajahnya,tapi aku yakin,dia sangat cantik,wajahnya sangat indah seperti namanya! Gw yakin itu!"
"Mata indahmu itu selalu muncul dalam mimpiku,selalu datang dalam bayangannku! Tunggu aku di rumahmu! Aku akan menikahimu! Membahagiakan mu! bagaimanapun caranya! aku akan tetap berusaha!"
__ADS_1