
"Gimana pak?" tanya Faiz.
"Saya sudah konfirmasi sama pengurus,mas nya di bolehkan untuk masuk!" jawab security.
"Alhamdulillah,terima kasih pak!" kata Faiz.Lanjut,security itu membuka pagar gerbang pesantren agar Faiz dan Arkananta bisa masuk.
"Pak,bisa minta tolong antar ke rumah kyai Abdullah nya gak? Atau tidak,tunjukkan saja di sebelah mana rumah beliau!" kata Faiz setelah masuk ke area pesantren,walau masih di dekat gerbang.
"Arta!" panggil security itu.
"Iya pak? Ada apa?" sahut orang yang di panggil oleh pak security.Ya,dia adalah seorang santri di sana.
"Kesini sebentar!" kata security.Arta langsung berjalan menghampiri security.
"Kamu mau ke mana? Dari mana?"
"Dari wc mau ke kobong!" jawab Arta.
__ADS_1
"Tolong antar dua orang tamu ini ke rumah kyai!"
"Ooh iya iya boleh pak,mari mas,saya antar!" kata Arta.
"Ah iya mari mari!" jawab Faiz "Pak,sekali lagi terima kasih ya!"
"Iya sama sama mas!"
"Kalau gitu,kami permisi dulu ya pak!"
Faiz dan Arkananta pun berjalan mengikuti Arta yang akan menunjukkan jalan menuju rumah kyai Abdullah.Mereka melewati asrama atau kobong putra,di mana di sana ada banyak santri santri yang sedang melakukan aktivitas mereka.Ada yang sedang menghapal,ada yang sedang beres beres,ada yang sedang ngopi ngopi sambil ngobrol santai macam macam kegiatan.
Terhalang oleh madrasyah ada asrama putri.Madrasyah yang menjadi penghalang anatara asrama putra dan putri.Beda seperti santri putra yang kebanyakan sedang beraktivitas di luar asrama,seperti di teras,tapi santri putri tidak ada yang di luar asrama,hanya satu dua orang yang di luar asrama,itupun yang lagi beres beres bersih bersih dan memang di lihat dari luar,asrama putri ini lebih tertutup.
Di samping asrama putri,baru ada dua rumah.Yang satu rumah permanen yang berbahankan beton.Namun yang satunya lagi rumah itu tampak sederhana dengan berbahankan bambu dan kayu yang di tata secara rapih hingga walaupun sederhana terlihat lebih rapih dan terlihat lebih nyaman.
Di dekat dua rumah itu ada sebuah bangunan yang bertuliskan ruang tata usaha namun dengan bahasa arab dan tulisan arab.
__ADS_1
"Mas,ini rumah kyai!" kata Arta menunjuk rumah yang nampak sederhana itu dengan menggunakan jempolnya dengan sangat sopan.
"Ooh iya,mas boleh tolong panggilkan kyai nya sekalian? Saya agak segan!" kata Faiz.
"I-iya bo-boleh mas! Mari!" kata santri itu yang sepertinya dia juga gugup saat di pintai tolong untuk memanggil kyai nya.
Merekapun mengikuti santri putra itu menaiki teras rumah kyai yang menggunakan papan kayu.santri itu dengan hati hati mengetuk pintu kyai.
"Assalaamualaikum!" kata Arta dengan suara tidak keras namun tidak pelan juga.
"Waalaikumussalam!" jawab seseorang dari dalam rumah.
Kreeek,pintu di buka,Arta,Faiz tidak lupa Arka juga menunduk mendengar suara pintu di buka.Mereka menyangka kyai Abdullah yang membuka pintu.
"Ada apa Arta?"
Arka yang mengenal suara indah dan dia sangat mengenalnya karena selama ini suara indah merdu itu selalu terngiang ngiang di telinganya.Beegitu juga dengan Faiz,dia juga mengangkat kepala kecuali Arta,dia tetep tidak mengangkat kepalanya karena tau siapa yang memebuka pintu dan menjaawab salam.
__ADS_1