
Setelah sekian lama menempuh perjalanan,kini para santriyyin santriyyat pesantren Nurul Qolbi sudah kembali dengan selamat.Kyai Abdullah sudah menyambut berdiri tegak dengan tongkatnya dengan penuh wibawa dengan wajahnya yang bercahaya.
Ustadz Noval, Ustadz Kholil,Ahkam Bilqis dan juga Alifa bersalaman duluan mencium tangan kyai.Setelah itu para santri putra berbaris untuk giliran mencium tangan kyai.Setelah selesai santri putra,kini giliran santri putri yang bersalaman dengan dengan kyai.Kyai Abdullah menutup tangannya menggunakan sorban rida yang beliau pakai agar tidak bersentuhan kulit langsung dengan para santri putri.
"Alhamdulillah,kalian sudah kembali ke pondok dengan selamat! semoga liburan kemarin bisa menambah kalian selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan di dunia! bahkan jika air lautan di buat tinta,pohon pohon di jadikan pena nya,maka kenikmatan dari Allah tidak akan beres di tuliskan! Setelah itu,semoga kalian tambah beriman kepada yang maha kuasa!" kata Kyai.
"Sekarang,kalian kembali ke kamar masing masing,istirahat setelah perjalanan jauh! Kita mulai ngaji kembali besok ba'da subuh! Jangan lupa,sebelum beristirahat kalian bersih bersih dulu!"
"Na'am kyai!" jawab para santri.
"Silahkan!" kata Kyai. Para santri pun dengan menunduk dan berjalan mundur beberapa langkah dan meninggalkan kyai juga Ustadz yang lainnya.
"Alifa,kamu mau ke mana?" tanya Kyai karena kebetulan Alifa mengakhirkan dirinya untuk pergi ke asrama setelah para santri yang lain sudah pergi.
"Alifa mau ke asrama bah!" jawab Alia.Sama seperti santrio yang lain,Alifa juga suka menunduk sopan segan saat sedang berbincang dengan kyai Abdullah,padahal beliau adalah ayahandanya sendiri.
"Ikut abah dulu ke rumah! Kalian juga!" kata Kyai pada Alifa namun kalimatnya bukan hanya di tujukan untuk alifa saja,melainkan untuk Ustadz Kholil,Ustadz noval,Ahkam,dan Bilqis.
"Baik bah!" jawab Alifa dan Kyai langsung pergi meninggalkan alifa dan yang lainnya.
"Ayo Alifa!" kata Bilqis.
"Ayo kak!" Alifa dan Bilqis berjalanan mengikuti abah mereka dengan bergandengan tangan.Sedangkan Noval,Kholil dan Ahkam mengikutinya di belakangnya.
__ADS_1
"Alifa,mulai sekarang,kamu jangan tinggal di asrama lagi! Tinggal di rumah saja!" kata Kyai setelah semua orang yang di suruh ke rumah kyai duduk dengan nyaman.
"Afwan abah,tidak papa,Alifa di asrama saja!" kata Alifa.
"Laa laa laa! Kamu harus di rumah!"
"Tapi bah..."
"Alifa!" peringat Bilqis memotong kalimat Alifa.
"Baik bah! Alifa tinggal di rumah!" jawab Alifa.
"Ya sudah,sekarang kamu bereskan barang barang di asrama! Bawa ke sini!" kata Kyai.
"Baik abah!" jawab Alifa.
"Alifa,pergi permisi!" Alifa mencium tangan dia punya abah.
"Assalamualaikum!" kata Alifa.
"Waalaikumussalam!" jawab semua orang yang mendengar salam Alifa.
"Gimana disana? Apa baik baik saja? Apa aman aman saja?" tanya Kyai setelah Alifa pergi.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik dan aman bah!" jawab Bilqis.
"Apa di sana tetap menerapkan aturan pesantren?"
"Iya bah! Saat mainpun kami tetap mengetatkan agar santriyyin dan santriyyat tetap berpisah!" kata Bilqis.
"Sholat gimana?" tanya Kyai.
"Alhamdulillah aman juga bah!"
"Nerjamaah?"
''Berjamaah!" jawab Bilqis.
"Dimesjid?"
"Laa,karena di sana susah masjid bah!"
"Ya sudah,gak papa! yang penting masih berjamaah! Noval,sehat?"
"Alhamdulillah saya sehat kyai!"
"Gimana?" tanya Kyai.
__ADS_1
"Afwan kyai,gimana apanya ya?" Noval nanya balik.
"Mau gak sama putri bungsuku?" tanya kyai seketika membuat Noval malu dengan wajahnya yang memerah.