Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Bingung


__ADS_3

"Ngapain aja lu? lama banget!" tanya Bram saat Arka sudah kembali ke habitatnya dengan wajah berseri seri.


"Sorry sorry!" kata Arka sambil duduk di tempat asalnya tadi.


"Ngapain aja lu?" tanya Atta.


"Jangan jangan lu main yeh?" tanya Jody.


"Main main mata lu!" jawab Arka.


"Terus lu ngapain aja?" tanya Atta.


"Gak ngapa ngapain! Cuma ngobrol ngobrol aja!'' jawab Arka dengan gaya bicara santai.


''Tapi cewenya bener itu?" tanya Faiz.


"Bener! Namanya juga cocok sama yang di sebutkan oleh si Jody!" jawab Arka.


"Siapa nama lengkapnya?" tanya Jody.


"Alesha Alifa Hibatillah Steward!" jawab Arka.


"Steward? Bukannya itu nama lu?'' tanya Willy.


"Iya! Kan bentar lagi dia jadi istri gw! Jelas nama gw harus di pake sama dia!" jawab Arka.

__ADS_1


''Ah lu pd banget lu! Belum tentu dia mau!" kata Bram.


"Dia mau kok! Dia memberi gw alamat rumahnya!" kata Atta.


"Mana gw lihat alamatnya!' kata Faiz.


"nih!" Arka memberikan hand phone nya pada Faiz.


"Nurul Qolbi! Pimpinan abah Abdullah!" Faiz membaca catetan terakhir alamat itu.


"Nurul qolbi itu apaan sih artinya?" tanya Willy.


"Nur itu berarti cahaya qolbi itu hati! Jadi nurul qolbi itu cahaya hati!" jawab Faiz.


"Kalau bisa,gw minggu depan mau ke sana!" ucap Arka.


"Kan kata Faiz perempuan seperti dia akan memperlihatkan wajahnya saat di lamar bukan? Gw mau melamarnya!" jawab Arka.


"Jauh loh ini!" kata Faiz.


"Gak papa lah,demi cinta!" kata Arka.


"Tapi susah Ka,dan apalagi dia anak pesantren! Masih untung kalau bukan anak kyai di pesantren itu! Kalau dia anak kyai pasti gak akan gampang untuk mendapatkan dan menikahi perempuan itu!'' kata Faiz.


"Kyai itu apa?" tanya Arka.

__ADS_1


"Tokoh agama!" jawab Faiz.


"Nah itu juga berat! Lu paling tahu bokap nyokap lu lengket banget sama ibadah sama agama nya! Pasti mereka akan susah buat ngerestuin lu nikah sama cewe beda agama! Apalagi kalau sampe lu kawin ama tu cewe!" kata Atta membuat Arka langsung terdiam berpikir.


"Gw juga gak mungkin pindah agama!" kata Arka dengan nada bicara bingung.


"Apalagi cewe itu! Pasti sama kaya lu! Gak bakal mau dia pindah agama!" kata Faiz.


''Gw mau nikah sama dia! Tapi gw gak bakal pindah agama! Kalau dia gak mau pindah agama juga gak papa!" kata Arka yang mungkin gara gara jatuh cinta jadi dia berpikiran pendek.


"Emang lu yakin,orang tua lu bakal setuju?" tanya Atta.


"Gw yakin orang tua lu gak akan setuju! Orang kalau liat gw aja kaya kurang nyaman!" Faiz.


"Lu semua bener! Tapi masa sih mereka gak setuju demi anak mereka bahagia!" kata Arka lagi dia berpikir pendek.


"Mungkin saja ortu lu bisa lu bujuk sampai ngerestuin lu dengan alasan asal lu bahagia,tapi ortu si cewe nya gimana?" tanya Faiz.


''Lu pada tau kan kalau gw ibaru kali ini jatuh cinta? Gw gak mau sampe rasa yang enak di rasakan ini hilang lagi! Gw susah buat suka sama cewe!" ujar Arka dengan lesu.


''Bukannya gw sama yang lain ngelarang lu jatuh cinta bro! Emang kita juga tahu lu baru kali ini punya rasa cinta! Lu juga gak salah suka sama cewe itu! Itu juga ceewe! Cantik lagi! Tapi coba pikirkan kedepannya bro! Lu harus bener bener milih jalan!'' kata Atta.


"Tumben bener lu?" Jody.


"Pikirkan dulu mateng mateng bro! Jangan gampang mengambil keputusan! Masih banyak cewe yang lain yang mungkin dia lebih cantik,lebih baik,bener bener sayang sama lu! Dan yang penting satu tujuan sefrekuensi sama lu!" kata Bram.

__ADS_1


"Ingat bro! Dahulukan ortu! Ortu yang paling utama! Kata salah satu keterangan,kalau sampai menyakiti orang tua,sampai orang tua meneteskan air mata walau hanya setetes,yakin gak bakal bahagia dunia akhirat! Akan celaka dunia akhirat! Bahkan karena sangat tingginya derajat orang tua,tuhan saja mengalah! Tuhan gak akan memaafkan hambanya jika orang tua hambanya itu gak memaafkannya!" kata Faiz.


__ADS_2