
Lima unit motor bermerek ADV terparkir di parkiran yang sudah di sediakan.Para pengendara motor bebody besar itu memakai jaket yang sama,helm yang sama,sepatu yan sama dan celana juga sama.
"Akhirnya sampai juga!" kata Atta seorang pria cukup tampan dengan badan ideal.Atta memili sifat ramah.
"Kita langsung aja yo,cari vila atau apa buat istirahat,cape boy!" kata Bram si manis tapi gampang emosi.
"Seprtinya tempat ini lagi rame!" kata Willy.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Jody..
"Tadi ada dua bus besar besar!" jawab Willy.
"Tapi ini bukan hari libur kan? eh ini hari apa sih?" tanya Arka.
"Ini hari selasa Ka!" jawab Faiz.Diantara teman teman Arka,hanya Faiz yang beragama islam.Dan diantara teman teman Arka hanya Faiz yang paling pintar.
"Bukan musim lubur juga kan?" tanya Jody.
"Bukan!" jawab Faiz lagi.
"Tapi di pantainya juga masih sepi!" kata Bram.
"Mungkin bus itu hanya nongkrong!" kata Atta.
"Astaga Atta,gak mungkin dong bus nongkrong sembarangan!" kata Bram.
"Siapa tahu supirnya lagi gabut! atau gak si supirnya lagi nyari penumpang!" kata Atta.
"Kalau iya bus itu nyari penumpang,masa bus nya nongkrong! pasti jalam dong bus nya!" kata Bram.
__ADS_1
"Kan supirnya yang jalan jalan nyari penumpang!" kata Atta.
"Gak mungkin bangbang!" kata Bram mulai emosi.Yang lain hanya tersenyum menahan tawa.
"Sudah sudah! kita cari penginapan dulu!" kata Faiz menyudahi perdebatan antara Bram dan Atta.
"Eh aku punya langganan di sini! ada vila nyaman,tempatnya bagus,bersih,menarik lah,murah juga!" kata Willy.
"Dimana?" tanya Bram.
"Disinilah,masa di kalimantan!" jawab Willy.
"Gw tampol lu!" kata Bram dengan emosi.
"Apa salah gw Bram?" tanya Willy.
"Maksud gw,sebelah mana tolol!" jawab Bram.
"Bacot lu!" bentak Bram.
"Diam dulu tuan Bram yang terhormat! baik,sekarang ikuti saya untuk menuju vila yang saya tuju!" kata Willy lagi lagi meniru gaya pemandu wisata.Teman temannya yang lain hanya tersenyum dengan tingkah laku teman mereka.Sedangkan Bram sudah semakin kesal.
Merekapun pergi menuju vila yang di tuju.
"Nama vila nya apa Wil?" tanya Jody.
"Bahasa inggrisnya embun apa?" tanya balik Willy.
"Gw nanya nama vila nya Wil,apa hubungannya sama bahasa inggrisnya embun?" Jody.
__ADS_1
"Ada hubungannya,jawab dulu!" kata Willy.
"Dew!" kata Faiz.
"Apa dew?" tanya Jody.
"Nah itu,namanya vila dew! embun kan artinya?" tanya Willy.
"Ooooooh!" teman si Willy mengangguk angguk.
"Masih jauh Wil?" tanya Arka.
"Nggak,dua belokan lagi,ke kiri dan ke kanan!" jawab Willy.
"Dimana mana juga kalau belokan cuman dua,ke kiri dan kanan! emang tolol lu Willy Susilawati!" kata Bram.
"Kayanya rame Wil!" kata Faiz yang melihat vila bertuliskan dew namun banyak perempuan berhijab bercadar.
"Iya ya,kok banyak cewek cewek uti uti!" kata Willy.
"Cari yang lain aja yok,kayanya sudah ada yang ngisi vila nya!" kata Faiz.
"Kita tanyain dulu sama si ibu yang punya penginapannya!" kata Willy.
"Janganlah,malu!" kata Faiz.
"Malu apanya? sama sama manusia! mereka juga pasti makan nasi,buat apa malu! sekalian nyari doi! siapa tahu ada yang nyangkut!" kata Willy.
__ADS_1
Ustadz Noval