
"Kalau gitu,saya pamit dulu kyai!" kata Faiz yang hendak pamit.Dia akan meninggalkan Arka di pesantren itu.
"Iya nak,hati hati di jalan! Semoga selamat sampai tujuan!" kata kyai.
"Baik kyai,terimakasih!"
"Kalau ada waktu luang,sering sering lah main ke sini! Jenguk temanmu!"
"InsyaAllah kyai,saya titip teman saya kyai!"
"Iya iya,kamu tenang aja ya!"
"Ka,gw pergi dulu ya! Lu baik baik di sini! Belajar yang bener! Seriusin ngejar cita cita lu!" Faiz menepuk pundak Arka.
"Iya Iz,lu juga jaga diri baik baik ya!"
"Iya iya! Lu tenang aja! Gak perlu mikirin gw!"
"Thanks bro!" Arka dan Faiz berpelukan perpisahan.Padahal bukan akan berpisah pun hanya Faiz saja akan meninggalkan Arka untuk sementara dan nanti juga akan kembali ke pesantren.
Faiz pun mencium tangan kyai Abdullah sebelum dia pergi.Dia juga bersalaman dengan Ahkam,Kholil dan Noval sebelum dia pergi.
"Semuanya,saya mohon doanya! saya pamit dulu! Assalaamualaikum!" kata Faiz.
"Waalaikumussalam!" jawab semua orang.
Faiz masuk ke dalam taksi yang sudah dia pesan.Berangkat lah dia dengan melambaikan tangannya dari kaca mobil yang di buka.
"Arka,kamu boleh ke kamarmu sekarang! Nanti juga kamu bisa belajar ke Ustadz Noval yang ini,ke Ustadz Kholil,atau ke santri yang lebih pintar darimu juga boleh!"
__ADS_1
"Baik kyai!" jawab Arka.
"Noval,tolong antar Arka ke kamarnya ya!" kata kyai.
"Na'am kyai!" jawab Noval.
"Abah duluan ya!" kata kyai sambil menepuk pundak Noval dan Noval hanya menunduk.
"Mari!" kata Noval.
"Eh iya!" Arka pun berjalan di samping Noval.
"Emmm,nama ustadz, Noval ya?" tanya Arka basa basi.
"Iya,namamu Arka kan?" jawab dan tanya balik Noval.
"Ustadz,saya ini baru saja masuk islam! Saya hanya tau sedikit,sangat sedikit tentang islam! Itu juga karena teman saya yang tadi beragama islam!"
"Ooh iya iya!" Noval mengangguk angguk.
"Jadi saya mohon bimbingannya khusus dari Ustadz ya! Mungkin kalau kata di SPBU,mulai dari nol!"
"InsyaAllah! Kita sama sama belajar aja!"
"Makasih Ustadz!"
"Kamu gak perlu segan sama saya! Umur kita pasti gak jauh beda kok! Kalau ada apa apa,kamu bebas minta bantuan,minta tolong ke saya! Atau ke santri lain!" kata Noval.
"Saya boleh nanya gak?"
__ADS_1
"Boleh!"
"Ustadz dulu masuk pesantren juga kan?"
"Iya! Pertama saya masuk pesantren yang deket deket rumah! Terakhir saya masuk pesantren ini,sampai sekarang saya sudah di angkat jadi pengurus dan di beri tanggung jawab untuk jadi pengajar!" jawab Noval.
"Emangnya Ustadz ini dari mana? Eh maksud saya asal ustadz dari mana?"
"Saya dari Batam!" jawab Noval.
"Oouh ternyata jauh juga ya!"
"Iya,kamu dari Bali kan?" tanya Arka.
"Eh,kok tau?"
"Waktu kami dari pesantren liburan kesana,saya sempat melihatmu!" jawab Noval.
"Ooh,tapi kok saya gak pernah lihat Ustadz ya? kan saya tau pesantren ini juga dari salah satu santri di sini!" kata Arka.
"Oouh iya iya! Allah memang memberikan hidayah pada hambanya dengan berbagai macam cara!"
"Eh iya Ustadz, pertanyaanya,kok bisa sih betah gitu di pesantren? Sedangkan kan di pesantren bakal jauh dari orang tua, kurang pasilitas juga!"
Noval tersenyum mendengar pertanyaan Noval.
"Ya memang,awal saya masuk pesantren,rasanya sangat tidak betah! Bahkan sering ada pikiran ingin kabur! Tapi lama kelamaan juga betah! Asal kuat niat ingin mencari ilmu! niatnya di benarkan! Kemudian harus pakai hati! jangan pakai nafsu! biar gampang mengendalikan diri!"
"Jangan merasa terbebani dengan pelajaran pelajaran di pesantren! Jangan merasa di kekang dengan aturan yang ada di pesantren!"
__ADS_1