Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Nasi Tekor


__ADS_3

"Lama banget sih?" tanya Vanny saat Alifa sudah kembali ke teman temannya.


''Hheheh,maaf ya! Kalian jadi nunggu lama!" kata Alifa.


"Yang lain pada jajan!" kata Adinda.


"Kamu mau jajan?" tanya Alifa.


"Laperrr!'' kata Adinda dengan huruf R akhirnya di panjangkan sepanjang jalan kenangan.


"Kalian gimana?" tanya Alifa.


"Aku juga lapar Al! Kan tadi makan sebelum sampai sini!" jawab Vanny.


''Aku juga laper sih!" kata Adinda.


''Anisa gimana?" tanya Alifa.


''Makan nomer satu ukhti!" jawab Anisa.


"Gak usah tanya aku! Aku ngikut!" kata Rahma saat Alifa baru menarik nafasnya.


''Ya sudah,ayo kita cari makanan!" kata Alifa.Mereka pun mulai berjalan untuk mencari tempat makan.


"Aku ingin makanan khas di sini ah!" kata Vanny.


"Emangnya makanan apa khas di sini?" tanya Adinda.


"Kalbi guling!" jawab Nabila.


"Kalbi? kalbi apa?" tanya Adinda.


"Mungkin maksudnya babi guling!" jawab Alifa.


"Nah itu!" kata Nabila.


"Weh,ya jangan lah! Haram kan!" kata Vanny.

__ADS_1


"Kan kata mu ingin makanan khas sini!" kata Nabila.


"Kan banyak yang lain yang halal juga!" kata Anisa.


''Nah bener tuh!" kata Vanny.


"Tapi kalau kamu pengen nyoba,coba aja! Kami gak bakal larang kok! Silahkan aja!" kata Anisa.


''Ya gak mungkin dong ukhti,kan agama saya sama seperti agama anda anda yang menghukumi bahwa kalbi itu haram!" kata Nabila.


Saat mereka terus berjalan,Ada sebuah ruko rumah makan yang di atasnya bertuliskan Nasi Tekor.


"Gimana kalau kita makan di sana aja?" tanya Vanny yang pertama melihat rumah makan itu.


''Aku sih ayo ayo aja! Gimana yang lain?" tanya Alifa.


"Seperti semula! Kami ikut!" jawab Anisa mewakili semuanya.Merekapun pergi untuk memasuki ruko itu.Dan ternyata ruka nya sepi karena menurut di google juga nasi tekor ini cukup unik dan masih jarang didengar oleh kebanyakan wisatawan.


"Assalamualaikum!" kata Vanny setelah masuk ke rumah makan kecil itu namun tempatnya nyaman.


"Wa-waalaikum salam!" jawab penjaga di sana yang agak susah untuk menjawab salam karena mungkin agamanya berbeda namun sering dengar.Si penjaga di sana juga merasa aneh dengan dangdanan tamu nya itu.


"Kami lapar bu,boleh kami beli makan?" tanya Adinda dengan polos.


"Ooh iya iya,silahkan duduk dulu!" kata si ibu penjaga itu.Merekapun duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.


"Kalian bukan orang jahat kan?" tanya si ibu itu.


"Astaghfirullah ibu,ya jelas bukan lah bu! Emangnya di lihat dari wajah kami,kami ini orang jahat?" ucap Vanny yang membuat temannya yang lain geleng geleng kepala.


"Kan wajah kalian emang tidak terlihat!"


"Bu,Mohon maaf sebelumnya! Maaf juga teman kami mungkin sedikit tidak sopan! Tapi kami memang bukan orang jahat bu! Kami orang baik! Kami datng ke sini memang untuk mencari makan!" ujar Anisa dengan gaya bijaksananya yang dia gunakan.


"Ooh iya iya,maaf ya saya sudah berprasangka buruk!"


"Iya bu tidak apa!" jawab Anisa.

__ADS_1


"Emangnya kalian dari mana kalau boleh tahu?" tanya si ibu.


"Ah kami orang jauh bu! kami dari ........!" jawab Anisa lagi.


"Oh ternyata bener bener jauh! Ya sudah,kalian mau makan kan? Tapi maaf di sini hanya ada satu menu nasi tekor aja!" kata ibu itu.


"Oooh gitu ya bu,ya sudah tidak apa bu,yang ada saja! Tapi mohon maaf sebelumnya bu,apa makanannya tidak mengandung daging babi?'' tanya Anisa.


''Tidak tidak,makanannya halal buat yang muslim!" jawab ibu itu.


''Alhamdulillah,ya sudah buatkan enam porsi saja ya bu!" kata Anisa.


''Baik baik! Di tunggu sebentar ya!"


"Iya bu!" jawab Anisa dan kemudian si ibu itu pergi untuk menyiapkan pesaannya.


"Lain kali kalau gak bisa ngomong sopan jangan ngomong sekalian!" kata Adinda dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Iya maaf! Kan aku emang gini ngomongnya!" kata Vanny.


"Udah tahu gitu jangan ngomong!" kata Adinda.


"Sudah sudah!" kata Alifa.


Tidak lama kemudian,si ibu kembali datang menyuguhkan hidangannya.Yaitu nasi putih yang di alasi daun pisang dan anyaman dari bambu atau rotan,kemudian di atasnya di taburi kacang tanah dan yang lain lainnya.


"Terima kasih bu!" kata Anisa mewakili yang lain.


"Minumnya mau apa?"


"Es teh ada gak bu?" tanya Anisa.


"Ada ada!"


"Ya sudah,itu aja enam ya bu!" kata Anisa tanpa bertanya kepada temannya yang lain karena sudah pasti akan hanya ikut ikutan.


"Baiklah! Silahkan di nikmati dulu makannya!" kata ibu itu berlalu pergi lagi.

__ADS_1



__ADS_2