BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan

BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan
Ujian Mematikan


__ADS_3

Pada pagi hari di sebuah rumah. Seorang remaja sedang berlarian di rumahnya. Dari mandi, memakai baju, memakai tas pun ia lakukan dengan berlari. " Ibu !! Taufan pergi dulu ya !! " Teriak remaja itu sambil menggigit sandwich dan membawa skateboardnya dengan tergesa gesa. " Baiklah Fan.. hati hati.. " ucap seorang wanita yang merupakan ibu remaja itu. " Assalamu'alaikum bu!! " " waalaikumsalam "


Remaja itu adalah Taufan Wingsley. Anak dari wanita pemilik restoran BlueWind. Raina Wingsley. Umurnya 14 tahun. Beriris biru sapphire dengan rambut hitam gradasi gradasi biru tua. Ia memakai kemeja putih dan celana biru tua. sepatu berwarna biru dengan tali putih. Ia meluncurkan skateboardnya ke kanan dan ke kiri. Hingga sampai ke sekolahnya. SMA NoMagic di kota Bhalla.


Taufan melipat skateboardnya dan menaruhnya ke dalam ransel. Ia menaiki tangga dengan buru buru agar segera sampai ke kelasnya. Ia bertemu dengan kedua remaja laki-laki lain yang merupakan temannya.

__ADS_1


Remaja pertama bernama Thorne Greenfall. Beriris mata hijau zamrud dengan rambut hijau bambu. Ia adalah satu satunya sahabat Taufan yang polosnya minta ampun deh. Thorne sangat suka berkebun dan menyulam.


Remaja kedua bernama Blaze Volkana. Beriris mata jingga api. dan rambutnya berwarna coklat hazel. Blaze adalah sahabat Taufan yang paling bersemangat. Ia suka olahraga dan menjahili anak orang.


Istirahat pun telah tiba. Semuanya keluar kelas kecuali Taufan, Blaze dan Thorne. atau bisa disebut Trio Troublemaker. " Fan.. lo kan rangking tiga nih.. kasih tau donk.. jawaban no 14 yang uraian itu. " rengek Blaze sambil menarik lengan baju Taufan pelan pelan. " ha?? lo kan kerja sama dengan si rangking dua.. kok tanya aku sih.. " protes Taufan penasaran. Bagaimana tidak? bangku sebelah adalah siswi yang menduduki peringkat kedua. Aisya Hayha. Dari keluarga Hayha.

__ADS_1


" Ais gak tau.. makanya aku tanya lo.. gue ngitungnya kebanyakan.. " ucap Blaze. " aku hasilnya 75 tuh.. kalian berapa? " tanya Taufan. " Ais 157, Gue 568. kalau thorn gue gak tau jawabannya. " ucap Rocky. " wah.. dikit amat, Thorn 1277 tuh. " ucap Thorn santai. Taufan dan Blaze menggebrak meja yang membuat si moloran Ais terbangun dalam keadaan terkejut. " sumpah ya!! kok jauhnya. " Seru Blaze kaget sambil mengacak acak rambutnya hingga berantakan. " kejauhan Thorn!! woy Blaze!! gak boleh sumpah sumpahan!! " teriak Taufan ke arah Blaze.


" bisa diem gak!? gue mau tidur aja susah!! " protes Ais. " Tidur lagi ni bocah.. kebiasaan ni cewek.. untung pacar gue. " komentar Blaze sambil melihat Ais yang tertidur lagi. Taufan menepuk kursinya. " ya kan Ais moloran, Waktu perempuan aja gitu, gimana ya kalau Ais jadi laki laki? " Ucap Thorn polos. " ya gila kalau Ais jadi laki laki, kalau bukan dunia ini si mungkin bisa. " tolak Blaze. Taufan terbiasa mendengar keributan ini pun bermuka datar. " Btw, nanti kumpul di restoran ibu gue ya.. " ajak Taufan sambil meletakkan buku matematikanya di ransel miliknya yang berwarna putih. " baiklah.. kami akan berkunjung. " ucap Blaze dan Thorn bersamaan. Karena mereka lapar, akhirnya mereka berjalan untuk pergi ke kantin sekolah yang lumayan jauh dengan kelas mereka.


#NextToStoryNow#

__ADS_1


__ADS_2