
" Sebenarnya apa tujuan kalian datang ke kota Salju. em, kau tak apa kan? " Tanya Ice. Lalu ia bertanya kepada Muze yang menutup mulut dan pipinya yang memerah akibat kejadian tadi.
" Ti- Tidak apa apa. /// " Ucap Blaze malu.
" Owh.. "
" Kami kesini untuk mencari serabut dalam salju. Untuk dijadikan obat.. " Ucap Solya membuka buku pengetahuan yang diberikan Miss Maura kepada mereka.
" Serabut dalam salju? Em.. itu.. ah.. Guru, kau tau? aku.. lupa dimana letaknya.. " Ucap Ice sambil berfikir keras.
" Ah.. sepertinya di gunung Nix... Lebih baik kita berangkat bersama. " Ucap Mas Mawais sambil mengibaskan jenggot panjangnya. Seperti iklan ( aku menjadi duta sampo lain )
" Em, ayo kita berangkat!! " Sorak Horny sambil melompat. Taufan hanya bisa menghela nafasnya.
__ADS_1
Mereka pun naik gunung Nix. Pohon maple berdaun putih terlihat begitu tegak. Angin dingin berhembus sangat kencang. Salju salju bertumpuk kan di atas permukaan tanah yang mereka tapaki. Terkadang mereka sampai terpendam ke dasar salju. Dari segi bahasa, Nix memiliki arti penuh salju.
" Beberapa kali aku terjatuh ke lubang salju!? Huh!? aku benar benar kesal hari ini. " Muze menghentakkan kakinya berkali-kali di tanah sambil berjalan. Ia sangat kesal. Karena diantara mereka, Ia lah yang paling sering masuk ke dasar salju. Nasibmu lah.. -_-
" Diam kau Ze!! kalau kau hentakkan kakimu seperti ini, justru kau akan masuk lubang lagi!! Nanti salju yang kau salahkan!! " Kesal Solya saat melihat Muze menghentakkan kakinya. Memberi perintah Awas.
" Betul yang dikatakan Solya lah.. Kalau kau hentak hentak tak jelas macam tu, nanti kau jatuh lagi ke dalam lubang salju. " Ucap Genma pasrah karena ia juga sekali jatuh ke dalam lubang. Niatnya mau ambil syal yang tersangkut dipohon. Eh.. malah mbesek 😂
" Iyelah tu.. "
" Itu dia!! bagaimana kalau kita ambil!? " Ucap Michelle dan Hikaru antusias.
" Jangan dulu.. karena ada.. " Ucapan Ice sejenak berhenti. Tiba tiba sesuatu muncul dari arah belakang bunga itu. Seekor rubah berwarna putih menampakkan diri dengan ekor tiganya. Meringis seperti kesakitan dengan sayatan pedang ditubuhnya. Ice terkejut karena rubah itu terluka. " penjaga.. "
__ADS_1
Sebuah dentuman keras pun terdengar didalam danau yang membeku. Seekor ikan besar bermata tiga berekor empat bangkit dari segelnya. Tidak, bukan ikan. Lebih tepatnya..
Iblis di dalam air. Aqerol
" I- itu apa!? bentuknya menakutkan!! " Ucap Icarus, Aikate dan Miranda sambil mundur kebelakang.
" Me- menyeramkan.. " gumam mereka semua. Taufan dan Ice memberikan tatapan serius. Dan Mas Mawais mengeluarkan senjata esnya.
" Kita.. harus melawan monster aneh itu!? " Tanya Sopan gemetaran memegang kipasnya.
" Ya.. kurasa.. " gumam Allardyce.
Mereka pun bertarung semampu mereka. mereka pun terdesak hingga terpaksa Aikate mengeluarkan Segel jiwa untuk memusnahkan iblis itu. Skip time, akhirnya mereka berhasil mengalahkan mereka.
__ADS_1
( segelnya Minato itu loh.. apa ya namanya? )