
Sebenarnya.. kenapa kau terus mengikutiku? "
" Karena maklumat ini Taufan. " ucap Tornado sambil menyerahkan selembar surat yang tidak asing bagi Taufan. Taufan pun menerimanya dan duduk disamping mayat.
" Sebaiknya kembalilah ke rumahmu.. ayahmu sudah mencarimu ke pelosok negeri. bahkan ia mengerahkan banyak pasukan untuk mencarimu dan ketiga saudaramu. bahkan para elemental cahaya ingin mencari tau dimana tempat kau bersembunyi. " Ucap Tornado.
Taufan meremas kertas yang ia pegang. ia menghirup angin perlahan. lalu angin itu dikeluarkan.
" aku belum bisa kembali. aku harus memusnahkan iblis itu dari area angin. kau paham kan Tornado. " ucap Taufan mantap. dan bangkit dari duduknya.
" kau tau alasan kenapa benda ini ada pada Zera kan? kau tau kan? " ucap Taufan sambil menunjukkan sebuah plat berwarna ungu berlogo awan.
" ya.. berhubungan dengan dimensi itu. semua orang akan mencarimu. biar aku yang urus mayat ini. " Ucap Tornado.
Ucapan Tornado membuat Michelle, Hikaru, Thunder dan Solya kembali ke sisi yang lainnya dengan secepatnya.
...☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆...
Tidak!! tidak mungkin kak Taufan berbohong
Siapa kak Taufan sebenarnya!? dan mengapa ia menyembunyikan hal ini dariku. Tornado yang legendaris itu kekasihnya!? bagaimana mungkin!!
bagaimana bisa kak Taufan menyedot habis kekuatan penjahat itu!? ' Sedutan Elemental ' sebenarnya skill apa!?
apa dia penyihir legendaris!?
seorang iblis!? vampir!?
atau seorang yang paling penting!?
...☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆...
" Kari Chan!? kau kenapa Hikaru!? "
__ADS_1
" em.. aku tidak apa, hanya memikirkan hal tadi.. " ucap Hikaru gugup dan ketakutan.
" ya, memang seram sangat.. aku malah belum pernah melihat pembunuhan secara langsung.. Hi.. " gelidik Solya disertai Thunder yang gemetar.
" aih.. bahkan si tsundere ini juga gemetar pulak. " ucap blaze berbinar.
" hem.. hal langka _- " Malas ice agak penting. lah :D
" Michelle.. kau tidak apa kan!? " Ucap Horny polos kepada Michelle yang masih bengong.
" em.. aku oke, akhirnya orang yang mengincar ku mati.. " ucap Michelle spontan yang buat mereka bingung.
" em.. Hai!! aku balik lagi!! "
" Korang berempat kenapa mundur padaku!? " tanya Taufan bingung.
" jangan dekat dekat!? " teriak Hikaru yang bersembunyi di belakang Topan.
" Hah!? sumpah.. aku bingung. " ucap Taufan semakin bingung. tapi ia tidak mempedulikan mereka.
" ah.. sudah pukul 12. jom pulang!! Michelle, lebih baik kau ke rumahku.. " ucap Taufan mengingat Michelle masih takut dengan penjahat itu. Michelle mengangguk perlahan.
sesampainya di rumah Taufan, mereka langsung menuju kamar masing-masing. Hikaru menarik Michelle ke kamar lamanya. Taufan merebahkan dirinya di sofa yang disampingnya ada Solar.
" Sol, aku mau bicara hal penting padamu.. " ucap Taufan.
" h u m? oke.. aku mengerti. " Ucap solar.
...*:・゚✧(\=✪ ᆺ ✪\=)*:・゚✧...
" Hoaam akhirnya puas kita tidur. " ucap Ice dan Ais.
" Ha ah la.. tadi malam aku belum tidur jugak. eih!? korang berempat belum puas tidur ke!? " ucap Blaze dan Muze sekaligus bertanya kepada Hikaru, Michelle, Solya dan Thunder.
__ADS_1
" Mimpi aku seram sangat. " Ucap Solya dan Thunder bersamaan dengan nada dingin.
" Aku tak bisa tidur.. Hi.. seramnya.. " getar Hikaru dan Michelle ketakutan.
" Oh ya, ngomong ngomong.. Solar mana!? dia dah pulang!? " tanya Genma khawatir.
" Ya.. dah pulang. Ke rahmatullah :D " ucap Topan Watado.
" Astagfirullah Upan.. kau nak ikut pulang dengan Solar ke!? " tanya Horny polos.
" Kau cakap Apa Topan!? " seringgai Genma ala emak emak.
" em.. Solar dah pulang ke Elemental cahaya. jangan risau, dia pasti sedang bersama kawannya. " Ucap Taufan santai sambil membuka sebuah buku.
" iyelah tu.. "
...𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙𓆙...
" fyuh.. akhirnya aku kembali.. "
Terlihat seorang remaja muncul dihadapan serombongan orang dengan tiba tiba. Yang tak lain adalah rombongan prajurit kerajaan.
" kenapa kalian disini!? apa aku menyuruh kalian keluar? "
Remaja itu berucap dengan santai dengan melangkah maju melewati prajurit itu. rombongan itu sejenak menundukkan kepalanya.
" Maaf yang mulia Gamma.. kami melanggar. tapi kami mendapatkan pesan dari Yang mulia Raja. Beliau ingin mencari keempat saudaramu yang kabur dari istana bertahun-tahun. sekaligus ingin mencari bantuan dari anda yang mulia. "
" haih.. bukannya aku tidak mau membantunya. tapi, aku tidak tau kemana kakak kakakku pergi. jadi ya.. begitulah. "
" kalian masuklah kembali ke dalam istana. "
" baik yang mulia.. "
__ADS_1
Remaja itu mulai mendongakkan kepalanya ke langit melihat cahaya mentari yang bersinar sangat cerah.
* maafkan aku membohongi kalian.. maafkan aku, Kak Boy.. ayahanda.. *