
" Kau... "
" Jessica!! kenapa kau bisa kemari!? bukankah kau ada di area kecahayaan? " Tanya Taufan dengan senyuman. tidak, lebih tepatnya disebut seringgai.
" Pangeran meloloskan ku.. dengan syarat aku harus mengintai para iblis di perbatasan. tapi aku ketahuan. pada akhirnya aku bertarung dengan iblis. tapi aku terlempar hingga kesini. maaf mengejutkan kalian.. " Ucap gadis yang dipanggil Jessica Veranda.
" Dia adalah Jessica!? berbeda sekali dengan yang dari dunia kita. " gumam Genma.
" Tak apa, kau sudah sadar dengan kesalahanmu dahulu kan? Lagipula pangeran beliung sudah berjanji untuk melepaskan kakakmu. Jenner Veranda. " ucap Taufan dengan tatapan yang begitu tajam.
* semoga ia masih tau formnya. * ( ??? )
" I- iya, tapi sepertinya aku pernah melihatmu.. kau adalah orang yang memanggil pangeran voltra lily pika chan kan? " tanya Jessica sambil bermuka datar. tapi itu tidak bisa menutupi ketakutannya.
" Heh.. julukan itu masih berguna olehnya ya.. pffft. kukira dia sudah membuang julukan itu.. hahahahaha. " tawa Taufan dengan keras.
" em.. Upan kenapa? " tanya Horny polos.
" keracunan makanan mungkin.. " Ucap Solya watados.
" yap.. keracunan biskuit yaya :D " Ucap Blaze dari atas pohon.
" Yaya itu siapa? " tanya Michelle.
__ADS_1
" Yaya adalah nama panggilan dari bangsawan Yadella Amaiya Florence. dari keluarga Florence. ibunya bernama Wadella Kaware Florence. ( Makcik Wawa ). karena keluarga Florence suka membuat biskuit yang.. hoek, rasanya tak sedap dan beracun. jadi biskuit itu jarang ada yang mau memakannya. " ucap Ice sambil menutup mulutnya.
" Sudahlah Kak Taufan.. kalau ketawa terus bisa berantakan ni tempat. kayak waktu itu.. " ucap Blaze tanpa beban.
" hahahaha.. oke oke.. hahahaha. "
...<————«« SKIP TIME »»————>...
" Jadi begitu ceritanya.. lalu bagaimana kau bertemu dengan dirimu dari dunia lain. " Tanya Raina sambil membawa belasan gelas teh hangat.
" itu, aku sedang perjalanan untuk mengawasi iblis. aku berfikir kalau mereka tersesat, jadi aku ingin mencari jalan untuk mereka. dan aku membawanya ke akademi. tapi di tengah perjalanan ada sebuah bola api yang memiliki diameter 15 cm terjun ke arahku. akhirnya aku menghindar. dan.. selesai.. "
" sampai sekarang aku masih belum tau siapa yang melempar bola itu.. " Cerita Jessica Veranda.
" Woi Tangan Es!! dingin lah.. jangan sentuh sentuh!! " Hertak Blaze marah.
" nak lawan? meh lah! aku tak takut dengan kau!! " Ucap Ice santai mengeluarkan panah pembekunya.
" ish.. kau nak kene ye.. " Ucap Blaze sambil mengeluarkan cakra apinya.
" Rasakan panah aku!! "
" Rasakan api aku juga!! "
__ADS_1
" Rasakan makanan lezat, biskuit yaya!! "
Hap
Hap
" Sedap Blaze.. Ice.. ? " tanya Taufan dengan senyum jahilnya.
" erk.. sedap.. " Ucap Blaze sebelum terjatuh ke lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
" hum.. hoek. " Ucap Ice sebelum pingsan. di kepala mereka hanya ada burung burung yang berterbangan.
" tu lah.. kalau tak nak rehat sejenak.. " Terbesit senyum jahil di wajah Taufan.
" Gak Topan gak Taufan sama sama jahilnya.. haih, patutlah kakek Wingsley bilang kalau identitas yang sama. " Ucap Muze memajang wajah datar untuk Topan dan Taufan.
" heh.. "
" siapa lagi yang jahil selain aku ni? "
Semua orang menitikkan Sweatdrop di hadapan Taufan. kecuali Jessica. karena ia kembali berkeliling. Sebuah seringgaian mendarat di senyum Taufan.
" Waw.. aku penasaran gimana jadinya kalau aku nistain kalian berdua. gimana kalau aku bongkar aib kalian dari sebuah lagu? "
__ADS_1
# Kira kira (☞͡͡°͜ʖ͡͡°)☞ Taufan mau ngapain ya