
" Solar bilang akan kesini segera.. kita tunggu saja sebentar.. " Ucap Blaze santai.
" em.. oke, tapi kan jarak elementer angin dan cahaya sangat jauh? bagaimana caranya kesini dengan cepat? " Tanya Cloud.
" ya.. kau bertanya seakan akan melupakan nya.. jadi elementer cahaya memiliki teknik untuk bergerak cepat. tapi tidak berlari seperti elementer petir. tapi hal yang berbeda.. " Jelas Wingsley sambil mengingat.
" yap.. betul sekali. " Ucap seseorang dari jendela yang terbuka. rambut hitam dengan surai kuning. mata silver dan memakai visor telur. yang tidak lain adalah solar.
" Woaaa!! " kaget Ais terjatuh dari sofa.
" kau kejutkan kami Solar!! by the way.. gara gara kau kak Taufan ngambek tau.. " ucap Blaze sambil menunjuk ke kamar Taufan.
" em sorry Aku terlalu gabut. kalian pasti dari dunia lain kan? dah kuduga ini akan terjadi. " Tanya solar sok tahu.
" jadi kau juga yang membuat portal karena kegabutan mu? ish ish ish.. patutlah mama kedua kita bilang dia dan kakak pertama yang paling waras. " Ucap Blaze sambil ber emot batu.
" Mama kedua siapa? oh.. dia ya.. paham paham. tapi bukan aku yang buat portal tu, meh aku tanya. apa warna portal yang kalian lalui? " tanya Solar sambil membuka buku ensiklopedia tebal miliknya.
Horny berfikir sejenak. lalu berkata seperti ini " warna hitam keunguan, aku sempat liat portal tu sebelum ketarik. "
" ha. dengar lah apa dia bilang, warna hitam. sedangkan portal buatan aku warna kuning. dengar tak kak Blaze? mana kak Taufan.. biar aku kasih ni penawar. " Ucap Solar kesal.
" Aku dengar lah yaa kali aku tak punya telinga. " Ucap Blaze sedikit kesal.
" kak Taufan ket kamar noh.. sana ngomong sendiri. " Suruh Ice.
" iyalah tu.. dasar dua cuaca. " Sindir Solar.
" Mulut Dajjal!! kau CAKAP APA TADI!! " marah Blaze berapi api.
" aku tak buat apa apa? mengapa kau salahkan aku juga bohlam? " Marah Ice yang tenang tapi menghanyutkan.
Solar sambil terkekeh pelan menuju kamar Taufan. Akhirnya Taufan keluar kamar dalam keadaan normal.
__ADS_1
" Kalau sekali lagi kau bawa benda tu!! awas saja!! " Seringgai Taufan yang mambuat bulu kuduk Solar berdiri. Walau begitu Solar tetap berusaha untuk tenang.
" Em.. kak Upan, aku punya kabar baik dan kabar buruk nih.. mau dengar? " Tanya Solar mengabarkan.
" Boleh, apa kabarnya? " Tanya balik Taufan sambil duduk di sofa.
" Aku dapat informasi kalau kakak Pertama akan kembali dari Galaksi. itu kabar baiknya. " Ucap Solar berbinar binar senang. Tapi seketika raut wajahnya berubah menjadi murung.
" Solar? kenapa wajahmu murung begitu? " tanya Horny polos. Yang lainnya menatap bingung Solar.
" Tornado.. Kem.. ba.. Li.. " ucap Solar sambil memusatkan bola matanya ke sinar bulan purnama. Yang saat ini berwarna biru.
Tornado? memangnya ada apa dengan nama Tornado?
...*:・゚✧(\=✪ ᆺ ✪\=)*:・゚✧...
Sialan!!
aku tak menduga ia masih hidup!!
Menjadi satu satunya yang mempercayai mu!!
Kali ini..
Aku tidak akan membiarkan mu menang perang ini!!
Aku akan membunuh semua rakyatmu yang kau cinta!!
Bukankah begitu!?
Sa
Ha
__ADS_1
Bat
La
Ma
Ku?
.
.
.
.
BELIUNG?
.
.
.
.
...*:・゚✧(\=✪ ᆺ ✪\=)*:・゚✧...
" Tornado.. Kembali.. "
" Bastard!! apa kau yakin dia kembali!? bukannya seharusnya dia telah lama bersembunyi!? bagaimana dia bisa kembali!! " Teriak Blaze stress. Mata api jingga nya berkobar. Tangannya tergerak memegang kerah baju Solar erat erat.
" A, Aku juga tidak tau kak Blaze. Tapi aku sempat melihat bayang bayangnya di kabut gunung Wernicke. jadi aku langsung kabari kalian soal ini.. " Ucap Solar jujur.
__ADS_1
" Memangnya apa hubungan kalian dengan Tornado? kalian sepertinya begitu dendam saat menyebutkan nama Tornado. " Tanya Wingsley.
Taufan seketika beranjak dari duduknya. Lalu memandang mereka lekat lekat dan berbinar. Langkah mulai berjalan maju untuk menuju sebuah kamar. Pintu yang berwarna biru langit itu mulai menutup pelan. Lagi lagi Taufan mengurung dirinya.