
Sesampainya Taufan, Blaze dan Thorn di kantin. Blaze dan Thorn langsung mencari tempat duduk. sedangkan Taufan langsung memesan minuman dan cemilan. mereka tidak makan nasi dengan alasan malas makan.
" Makcik!! Pesan es coklat tiga!! " seru Taufan kepada makcik kantin. " ya ? makanannya apa ? " tanya Makcik kantin. " gak nasi.. lagi malas makan nasi.. bakpao enam ya.. rasa blueberry semua!! " ucap Taufan kembali. " nanti ditaroh di tempat Blaze dan Thorn ya.. " seru Taufan. Taufan mulai berlari kecil meninggalkan kantin dan menuju kelasnya. Di tengah perjalanan, Ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki berambut coklat ungu dengan iris mata cyan. Tingginya 10 cm melebihi Taufan. Zeas Kamara. kakak tiri Taufan.
Zeas membuka botol minumnya dan menuangkannya di kepala Taufan. Rambut Taufan dibasahi oleh air minum itu. " Lo ngapain kesini !!? " geram Taufan. Zeas menepuk tangannya dan berkata. " untuk menyiksa lo.. Taufan sang pecundang.. " seringgai Zeas dan seketika empat orang muncul di belakang Zeas. Empat orang tersebut mulai menyiksa Taufan. Taufan ingin melawan, hanya saja ia tidak bisa beladiri. Hingga seorang gadis berteriak dari arah belakang. " Hentikan!! kalian berlima!! "
Rambut panjang nan lebat berwarna merah terikat oleh satu ikat rambut terlihat bergoyang. Mata merah nan tajam menatap dingin Zeas dan gengnya. Dress berwarna hitam dengan garis merah dan buku merah terlihat mencolok. Halilintar Aikawa. Bagian keamanan OSIS kelas II A.
__ADS_1
" Ehem.. sudah berapa kali kalian berempat masuk keamanan? " tanya Halilintar dingin. Zeas dan gengnya menunduk ketakutan. Karena kedatangan Halilintar, Zeas berhenti mengusik Taufan. " cih.. kali ini kau selamat Taufan.. " lirih Zeas sambil berlalu pergi dari tempat itu. Halilintar mengulurkan kedua tangannya dan berkata. " kau tak apa? "
Taufan hanya tersenyum menahan sakit di bagian kepalanya yang berdarah. " gak apa.. hanya perih saja. " ucapnya. " ayo ke UKS. " ucap Halilintar sambil menundukkan tubuhnya seraya memberi isyarat untuk menggendong Taufan. " eh, lo itu perempuan.. badan gue lumayan ber _ " ucapan Taufan terpotong.
Halilintar menghela nafasnya. " lo pikir perempuan itu lemah? lo aja gak bisa ngusir para pembully tadi.. tanpa alasan, lo bakalan nglawan kan? " protes Halilintar. Taufan terdiam sambil menggembungkan pipinya dan merelakan tubuhnya digendong Halilintar. Ini adalah pengalaman pertama Taufan digendong oleh seorang gadis seumurannya. pipinya merah merona dan jantungnya berdetak kencang.
#AuthorStressMikirinPasanganHalitau#
__ADS_1
" lain kali kalau dilawan itu balas lawan, jangan dipendam.. " ucap Halilintar sambil menyentil kepala Taufan. " Auch.. gimana mau lawan orang dia kakak tiri gue.. " protes Taufan masih dalam keadaan blushing. Halilintar bertanya sambil mengulurkan tangannya. " nama lo siapa? kelas mana? gue Halilintar. " Taufan membalas uluran tangan itu. " Taufan, II B. " ucap Taufan singkat karena jantungnya masih berdegup kencang. Ia memalingkan mukanya karena malu.
" ehem.. kalian romantis sekali. " ucap seseorang. " loh? Hali dah gak jomblo? mimpi apa aku semalam? " ucap seorang yang lain.
" Kalian bertiga!! " seru Taufan. " hehehe maaf Taufan.. " ucap Blaze yang diiringi senyuman Ais dan Thorn.
FLASHBACK SECRET
__ADS_1
Blaze dan Thorn setia menunggu. " gila.. si upan kemana sih? " kesal Blaze. " Thorn punya firasat buruk soal ini. " ucap Thorn khawatir. tiba tiba datanglah Ais. " kalian disini ternyata. " ucap Ais malas. " lah, tumben keluar. " ucap Blaze. " kesana salah kesini salah " kesal Ais sambil menggembungkan pipinya. " ololo.. Ais jangan marah.. " hibur blaze sambil menarik pipi Ais ringan. " anu.. aku tadi liat Taufan mau disiksa mau negur tapi takut.. jadi ayo. " ucap Ais khawatir.
Akhirnya Blaze, Ais dan Thorn pergi ke UKS dan melihat keUwUan Halilintar dan Taufan. lalu berkata. " ehem romantis sekali.. " ledek Blaze. Taufan segera berteriak kencang. " loh Hali dah gak jomblo? mimpi apa aku semalam? " ucap Ais menahan tawa. " Kalian bertiga!! " teriak Taufan. " Ais!! " teriak Halilintar. " ups.. maaf Taufan.. hihihi. " ucap Blaze tak ikhlas.