BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan

BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan
Kota Bara


__ADS_3

Langit biru pun mulai bergeser perlahan lahan menjadi langit jingga. Burung burung mulai berterbangan di atas langit dengan bergerombol. Terutama burung Wallet.


Mereka semua telah bersiap untuk berangkat menuju kota bara. Memakai pakaian berbahan tipis agar tidak kepanasan. Mereka mulai berjalan kaki perlahan lahan. Lembah yang mulanya berwarna merah biru mulai berubah menjadi merah. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah patung api yang memiliki lebar empat meter, panjang tujuh meter dan tinggi sepuluh meter. warna patung itu jingga kemerahan. Mereka kembali berjalan sampai di sebuah lembah yang penuh kaktus. Mereka berhenti untuk beristirahat. Tapi kelompok lain memilih untuk tetap berjalan.


" Huh.. Masih jauh lagi!? " Tanya Solya kelelahan.


" Gak tuh.. tinggal dua kilo lagi. " Ucap Aikate mengacungkan kedua jarinya dengan santai.


" Du.. dua kilo!! Kalau gitu kenapa gak pake kendaraan aja!? " Sela Muze kaget karena masih jauh.


" Karena kendaraan akan terbakar jika sampai disana. Kecuali kendaraan tahan api. Tetapi akademi kita tidak memilikinya. " Ucap Sopan menjelaskan.


" Itulah mengapa kita berangkat sore.. oh ya.. taufan, kenapa kau gak terbang aja.. kau kan salah satu dari kita yang bisa terbang lebih dari lima kilo. " Ucap Allardyce.


" kau lupa kah? aku gak punya sayap!! " tolak Taufan.


" Kan kau bisa terbang tanpa sayap kayak Allardyce.. " Ucap icarus


" I Iya juga yak.. "


" Kalau kita udah sampai disana, minta tolong ya.. buat pura pura tidak tahu siapa itu Blaze. Kalau gak dia bisa dihukum tuan Pyropi. " Ucap Taufan sambil mengusap dahinya yang penuh keringat.


" Em.. okelah. "


" Udah.. ayok berangkat lagi!! nanti kita gak bertemu kak Blaze!! " Ucap Hikaru sambil menarik lengan Michelle yang masih duduk.


" Sabarlah Hika.. aku masih lelah ni.. " Ucap Michelle kesal.


Langkah pun mulai berderu di lembah merah itu. Pohon kaktus mulai dilewati satu persatu. Hingga mereka sampai di sebuah pedesaan penuh dengan elementer yang mengangkat besi, tembaga, dan baja. serta beberapa bebatuan yang dipindahkan. Sangat banyak dan ramai. Apalagi tidak hanya berasal dari ras manusia. Tapi banyak juga yang berasal dari ras lain.


" Woah.. "


" Inikah kota bara!! besarnya!! " Ucap Hikaru berbinar binar.


" Tapi panas lah.. " Sela Ais kelelahan. Dia terduduk dengan pakaiannya penuh keringat. Bagaimana tidak? orang dia jarang jalan jalan dan tetap pakai jaket. Ya, salah siapa kan!?


" Makanya!! lepas jaketmu!! " Teriak Muze, Horny dan Topan di sekeliling Ais.


" Oke oke.. " Ucap Ais pasrah lalu melepas jaketnya perlahan.


Ada seorang yang mereka Kenali menghampiri mereka. Yaitu Zean dan Jessica.


" Kalian mau ngapain!! " Seru Muze ancang ancang menyerang.

__ADS_1


" Sabar.. sabar.. kali ini kami tidak akan menggangu kalian!! kami terpisah dari rombongan jadi.. " Ucap Jessica gugup.


" Kami mau gak mau harus ikut kalian. " Ucap Zean berlagak sombong.


" Baiklah.. Tapi awas saja.. " Seringgai Solya.


Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang sekiranya seumur dengan Hikaru menghampiri mereka. Rambut berwarna merah serta mata hitam. Dan pakaian serba hitam merah.


" Kalian ini rombongan baru ya!? " Tanya anak itu kepada mereka.


" I.. iya.. " Ucap Topan gugup.


" LUAN!! APA YANG KAU LAKUKAN!! CEPAT KEMARI!! " Teriak seseorang di arah samping mereka.


" ADA ROMBONGAN YANG BARU DATANG!! APA AKU HARUS PERGI KE TUAN PYROPI!! " Teriak anak yang dipanggil Luan itu.


" YA.. PERGILAH!! SYUKUR SYUKUR KAU BERTEMU DENGAN BLAZE!! " Teriak balik orang yang memanggil anak itu.


" YA.. oh ya. namaku Huo Luan. salam kenal. Aku adalah penduduk asli kota Bara. " Ucap anak itu kembali sambil membungkuk sederhana.


" Ya, salam kenal juga!! namaku Muze!! " Ucap Muze girang.


" Em.. Hai juga. Aku akan membawa kalian ke tuan Pyropi. Sekaligus membawa besi ini. " Ucap Luan sambil mengangkat sebuah besi dengan lebar dua puluh cm, panjang satu meter dan tinggi tiga puluh cm. Beratnya mencapai sekiranya 70 kg.


" Tidak kok.. aku terbiasa ฮ โˆ™ฮ  Bahkan banyak yang lebih berat dari ini. lebih baik kita berangkat sekarang. " Ajak Luan sambil berjalan di depan mereka.


Mereka pun mulai berjalan beriringan. Canda riang mulai diucapkan satu per satu.


" Oh.. Tadi kau bilang kau terbiasa? bagaimana anak sekecil dirimu memanggul benda berat ini!? " Tanya Thunder bingung. Luan menghentikan langkahnya dan mulai menaruh besinya ditanah.


" Aku hanya warga biasa puak bara. Yang lemah akan dijadikan pesuruh sepertiku. Dan yang kuat menjadi bangsawan. Dan aku.. tidak akan menjadi prajurit yang berada di medan perang. Aku ingin masuk perang. " Ucap Luan sambil jongkok didepan besi.


" begitu ya.. maaf sudah membuatmu sedih karena pertanyaan temanku ini. Lebih baik kita lanjut saja. " Ucap Genma sambil menepuk pelan pundak Luan.


" Baiklah.. terimakasih.. " Ucap Luan dengan senyumnya yang ceria.


Mereka pun kembali berjalan sampai di sebuah rumah cukup besar. Dan berada di ruang penempaan senjata. Luan mulai menaruh besi itu dan mengajak yang lain ke tempat penuh dengan ukuran dan susunan batu batu berbentuk api.


" Tuan Pyropi.. saya sudah menaruh besinya di ruang penempaan. Dan satu lagi.. mereka adalah rombongan yang berada dibelakang. tuanku.. " Ucap Luan sambil berlutut menuju Ras Pterolophia dan berbisik agar mereka berlutut. Yang lain pun berlutut sesuai apa yang dilakukan Hao Luan.


Tapi tidak dengan Taufan. Dia sepertinya tidak bisa berlutut. Tapi sebagai gantinya dia meletakkan tangan kanannya di dada kirinya dan menunduk perlahan. Karena salam penghormatan itu membuat Pyropi tersentak.


" Kau berasal dari anggota kerajaan ya.. Sangat mencolok. " Ucap Pyropi.

__ADS_1


" Eh..emang bener yak!? " Ucap Taufan polos.


" Tentu saja salam penghormatan itu terlalu sulit untuk dilakukan oleh orang biasa. " Ucap seseorang dibalik tirai. Rambut hitam dengan surai putih agak jingga. Matanya berwarna jingga api. Siapa lagi kalau bukan si bapak daripada ayam. Blaze..


" Hey pak tua.. kau bilang mau mengajariku roda api!! " Ucap Blaze pada Pyropi yang masih duduk.


" SIAPA PAK TUA YANG KAU MAKSUD HAH!! " Teriak Pyropi sambil berdiri dari duduknya.


" U.. Siapa lagi kalau bukan dirimu tuan Pyropi.. oh tidak.. seharusnya aku memanggilmu.. ๐”พ๐•’๐•ฃ๐••๐•ฆ ... " Ucap blaze sambil menggoda Pyropi.


" Bertuah punya budak!! " marah Pyropi sambil melemparkan gelas. Kok :v


" Kalian mencari bunga dalam sahara kan? Bunga Sahala? " Tanya Blaze sambil melemparkan sebuah kotak berisi bunga Sahala.


" Wah.. kebetulan sekali, terimakasih kak Blaze. " Ucap Hikaru sambil menerima lemparan Blaze. Blaze hanya tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai semuanya.. kembali bersama author. author lagi bingung nih.



Aku mau kontrak cerita ini tapi..

__ADS_1


AKU BELUM PUNYA BANK!! GIMANA DONG!?


__ADS_2