
" Dunia lain? aku sudah menduganya. Ada empat tempat di daerah elemental angin yang menghubungkan antara dunia satu dan yang lainnya. dan kalian terjatuh di Hutan Westmin hutan yang paling banyak binatang buas. nasib kalian baik bertemu paman Rein tepat waktu. " Jelas Taufan Windara.
" Aku saja tidak tau soal empat tempat itu. kau sepertinya seorang penjelajah atau pendekar. Apalagi saat kau bertarung melawan Cloud Oukotsiwa. kau seperti sudah pernah pergi ke medan perang. " ucap Rein Curiga.
" ya ampun.. umurku saja baru enam belas tahun. tidak mungkin aku pergi ke medan perang di usiaku yang muda ini. apalagi kemampuan sihirku masih terlalu lemah menjadi pendekar. kalau penjelajah sih sepertinya begitu. " ucap Taufan Windara sambil menyeruput teh Suzy di gelasnya.
" Kak Upan penjelajah? kenapa Hikaru gak tau? Hayo!! kak upan main rahasia rahasia an ama kita. jujur kak Upan. " Seringgai Hikaru yang membuat Taufan Windara menyemburkan Tehnya.
" Bukan gitu Hika.. tapi, bukannya kau mau ke akademi ya? kenapa belum daftar? sana daftar sekalian mereka diajak. " Suruh Taufan Windara Seraya menunjuk Taufan dkk dari dunia lain.
__ADS_1
" umur Hika yang dua belas tahun ini gak bakalan keterima. soalnya terlalu muda untuk pergi ke akademi. kalau kak Upan sih, mungkin bisa kesana. Kak Upan mau ke akademi? " Tanya Hikaru polos.
" Iya Fan, kami saja keterima akademi di umur delapan belas tahun. Soalnya kata Guru kami akademi mental kita kuat ketika umur segitu. " Ucap Wingsley mengerutkan dahi. Lagi lagi Taufan Windara menyemburkan tehnya.
" Kalian beneran keterima umur delapan belas? kok bisa gitu sih. GAK ADIL !! " teriak Taufan Windara sambil membenturkan kepalanya ke dinding. " lah.. emang kenapa Kak Taufan!? kok rasanya aneh ya manggil diri sendiri. " Ucap Taufan Cyclone.
" GURUNYA GAK ADIL !! mereka keterima umur delapan belas tahun. kenapa gue masuknya umur delapan tahun. Apa identitas asli ku mempengaruhinya. INI SEMUA GARA GARA SENIOR LAKNAT ITU!! " Teriak Taufan Windara lebih stress dari sebelumnya.
" Guru.. mohon bantuannya. aku tidak bisa tarian angin. Kumohon ajarin Guru. terimalah hamba sebagai muridmu. " Ucap Cloud dan Rein sambil berlutut memegang kaki Taufan Windara. " Woi woi!! lepasin kaki gue. Pegel tau gak!!? " Teriak Taufan.
__ADS_1
" Bukannya aku tidak bisa mengajari kalian. tapi kalian harus masuk akademi. nanti biar aku yang mengurus Administrasi nya. soalnya memakai koin tembaga, perak sampai emas. bukan memakai uang biasa. " ucap Taufan Windara sambil membuka lemari yang berisi dua puluh buah piala yang ia miliki. Mereka melongo karena Taufan Windara sejenius itu.
" Diantara Saudaraku, aku adalah yang terlemah. jadi jangan salahkan aku tidak bisa mengajari kalian. Aku terlalu muda untuk menjadi guru. " jelas Taufan Windara. " Ini kau bilang lemah? " Gumam mereka. Taufan Windara mengalihkan pembicaraan.
" Kembali kita bahas soal kelompok yang ikut dengan kalian. kalau menurut Koordinasi antara kalian jatuh dan mereka jatuh. 1 kilo meter dari tempat kalian jatuh. Sebelah utara agak ke barat. Lokasi aslinya adalah tempat akademi berada. kemungkinan mereka bisa bilang mereka dari dunia lain. ataupun mengikuti sebuah perkataan yang dihasilkan oleh iblis yang menyebarkan...
kebencian.. "
...▂▃▄▅▆▇█▓▒░ Author ░▒▓█▇▆▅▄▃▂...
__ADS_1
Hai semuanya.. Assalamu'alaikum, Author muncul cuman mau bilang. Terima kasih udah mau baca cerita Author yang aneh ini. Author kehabisan ide. tapi author senang ada yang mau baca. Terima kasih semuanya.
Ceritanya acak tak menentu. Author gak bisa buat cerita semenarik Author lainnya. Jadi maap ya. pikiran dari ke cerita, ke pelajaran. pusing mau gimana. kalau mau komen aja. tp jangan yang aneh aneh.. W assalamu'alaikum.