
Taufan dan Thorn masuk dengan santai sambil mencari keberadaan Blaze, Halilintar dan Ice. " Blaze dimana ya, di cariin kok gak ada ya? " ucap Thorn sambil melihat ke arah kanan dan kirinya. Berbagai wahana bermunculan di mata mereka. " gak tau, mungkin lagi pacaran yak. " Sahut Taufan menahan senyum. " Jangan jangan Blaze mengkhianati kita para Trio Troublemaker. Tawuran yok!! " Heboh Thorn antusias sambil mengeluarkan tali pramuka dari saku celananya. " Wuih.. kenapa lo bawa tali segala? kita bukan mau pramuka Thorn. " tanya Taufan terkejut melihat rekannya membawa tali pramuka. " ya buat siap siap lah.. Thorn juga bawa pisau nih!! " ucap Thorn santai mengeluarkan sebilah pisau dari balik jaketnya. Taufan yang terkejut bukan main pun menenangkan Thorn. " weh.. turunin tuh pisau!! nanti dikirain t*roris!! " ucap Taufan khawatir.
Taufan yang bingung pun memasukkan pisaunya ke dalam jaketnya kembali. Adakah yang tau mengapa Thorn bingung? Karena Ia gak tau apa yang dimaksud dengan t*roris. Astagoy.. mengesankan sekali ya everybody in everytime and everywhere.
" Ter*ris itu apaan yak.. beritau Thorn donk. Thorn gak tau. OwO. " ucap Thorn polosnya kumat. " Ah.. Aku lupa.. aku juga gak bisa jelasin.. intinya itu orang yang suka buat kacau gitu.. " ucap Taufan bingung karena walaupun dijelasin gak bakalan paham anaknya. Jadi ya percuma jelasin panjang lebar. " hehehe.. gitu yak.. makasih dah jelasin ke Thorn walaupun Thorn paham setengah dari penjelasan itu doank.. hehehe.. OwO. " ucap Thorn polos yang disanggupi muka datar ala Taufan.
__ADS_1
Tak berselang lama, Blaze, Aisha dan Halilintar. Disertai seorang gadis bervisor kuning yang entah datang dari mana. Alias ikut pergi dengan Hali. Siapa lagi yang bervisor kuning selain Sollyar Brightwe.
Mereka menghampiri Taufan dan Thorn sambil membawa beberapa voucher. " Wah.. Blaze.. ini voucher apaan? " tanya Taufan sambil memandang dua voucher yang disodorkan kepada Taufan dan Thorn. " oh ini. voucher buat masuk rumah hantu, kita kesana yuk. " ajak Blaze. Taufan mengangguk setuju sedangkan Thorn masih loading mencerna perkataan Blaze tadi. yang Voucher itu loh. pasti paham orang loading gimana.
" Yang lagi loading itu Thorn, namaku Taufan. salam kenal juga Solar, tapi ngomong ngomong, namamu kayak bensin aja ya. " canda Taufan. yaelah.. baru ketemu udah gitu. " oke Fan, " ucap Solar kembali sambil mengedipkan sebelah matanya. " Sol, butuh informasi lagi gak? " tanya Aisha. " oh.. boleh, beritau donk, apapun itu semua gosip bakalan kuterima walaupun sampai ke dunia lain. " ucap Solar santai. " anu, si Taufan ini gebetannya hali loh, ehem. " ucap Aisha meledek disertai muka datar Taufan dan tatapan hangat dari Halilintar. Lebih tepatnya tatapan penyiksaan.
__ADS_1
Solar langsung mencerna perkataan Aisha. lalu menjentikkan jarinya. " wah.. gosip hangat ini, si gledek yang tsundere punya gebetan, ehem. " ucap solar kembali. Taufan dan Halilintar ingin sekali menjitak kepala mereka berdua. Akan tetapi..
" Woi Thorn, Lo kalau loading lama banget sih. Pikirin apaan Thorn? " ucap Blaze ngegas.
#NextToStoryTime#
__ADS_1