
" Em.. kami gak tau Fan.. kami saja baru liat warna ini. " ucap Yaya dan Ying bersamaan. Gopal berkata. " wah.. mirip warna matamu Taufan. " Gempa pun mengembalikan Liontin kupu kupu itu. " Fan... siapa yang bermarga Oukotsiwa. kayaknya di daerah kita belum ada nama Oukotsiwa. " Bingung Fang. " lah.. baru sadar.. kebetulan marganya Taufan itu Wingsley kan? bukannya itu belum pernah ada ya? " tanya Solar. " iya ya.. aku belum pernah bertemu kakekku juga. " ucap Taufan.
" Heee!! " Teriak teman teman Taufan. " kau belum pernah bertemu. " tanya Aisha. " Belum sama sekali. " Jelas Taufan. " bagaimana kalau nanti kita tanya ke tante Raina. siapa tau dia menyembunyikannya darimu Taufan. " usul Halilintar. " Sip.. oke.."
__ADS_1
Sesuai dengan rencana. Mereka pun berkunjung ke rumah Taufan. Restoran Blue wind tutup dikarenakan Raina capek. setelah sampai, mereka pun mengobrol dengan tante Raina. " Ibu.. boleh aku tanya? " ucap Taufan. " Taufan mau tanya apa sayang? " tanya balik Raina. " anu bu.. kakek dimana? kenapa aku belum pernah melihat kakek? " tanya Taufan dengan mata bulatnya. " em.. itu.. kau ingin bertemu dengannya? " tanya Raina. " aku cuman ingin tanya kepada kakek, kenapa warna mata kita berbeda dari yang lain. " ucap Taufan sedih. Matanya melihat ke bawah berkaca kaca. tangannya saling menggenggam. bibirnya manyun. Ekspresi itu membuat Raina belas kasihan pada Taufan. * Kerja bagus Taufan * batin teman temannya. Dasar teman laknat.
" huft.. baiklah.. bagaimana kalau kita bertemu kakek sekarang? " tanya Raina sambil tersenyum. mata Taufan langsung berbinar binar. " Oke. ayo Bu!! " sorak Taufan senang. Raina, Taufan dan yang lain pun menunggu bus dan menaikinya. Hingga sampai di sebuah rumah yang sekiranya lebih kecil dari rumah Taufan yang ia tempati kini. " Ayah.. Aku Raina.. aku masuk ya.. " ucap Raina perlahan sambil memutar knock pintu. " masuklah.. " Lalu terdengar lah sebuah suara lelaki dari balik pintu. Raina pun masuk perlahan lahan diikuti oleh Taufan dan teman teman Taufan. Lebih tepatnya enam teman. Fang, Ying, Yaya dan Gopal tidak bisa ikut karena akan dicari ibu dan ayah mereka. " Ibu apa dia... " tanya Taufan sambil melihat wajah kakeknya. Raina terdiam. lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
Cyclone menatap wajah Taufan. Lalu ia melihat liontin di lehernya. Cyclone melangkah dan memegang pundak Taufan pelan. " liontin itu.. dapat dari mana? " tanya Cyclone. Taufan pun menceritakan hal itu kepada kakeknya. Sebelumnya ia memperkenalkan dirinya kepada kakeknya. Cyclone berfikir sejenak. " Oukotsiwa? dia bisa kemari? apa jangan jangan peperangan itu membuatnya ikut bersamaku? " Gumam Cyclone. " perang apa tuan Cyclone..? " tanya Blaze. " ayah.. apa kau menyembunyikan sesuatu? " tanya Raina. Cyclone terdiam. lalu Gempa mulai memberanikan diri untuk bertanya. " Apa anda tau tuan Oukotsiwa? " tanya gempa sopan.
" Dulu, di zaman kakek dulu.. Ada sebuah klan bernama klan Oukotsiwa.. Klan itu adalah klan pengembara abadi utusan Kerajaan Elementary. Yang berkuasa di daerah elemental angin. Kebanyakan para pengawal khusus berasal dari sana. Jadi klan Oukotsiwa bisa dikatakan klan terbaik di Kerajaan. " cerita Cyclone.
__ADS_1
" Kerajaan Elementary sendiri adalah Kerajaan terkuat disana.. Yang bisa menguasai tujuh elemen penting. Raja saat itu memiliki delapan putra. salah satu putra dijadikan putra mahkota. sedangkan yang lain berkuasa di istana elemental masing masing. " lanjut Cyclone.