
" itu apa Fan? " Tanya Solya. Taufan pun mengarahkan matanya ke papan itu. " Eh.. baru sadar lah, kalau ada itu. " Ucap Topan. Yang lainnya segera melihat ke arah papan pengumuman.
" Oh.. itu papan misi.. jika kalian sudah memiliki sihir yang cukup, kalian bisa melakukan misi itu untuk mendapatkan uang yang jumlahnya lumayan. " Ucap Taufan sambil menggambarkan imajinasi orang bertarung dengan monster dan sejumlah uang yang banyak.
" Sudah cepat.. masuk ke ruang kepala sekolah saja. " Ucap Taufan sambil menarik tangan Topan. tarik diri sendiri ya.. Dan saat berada di ruangan itu...
" Met pagi kepala sekolah.. " Ucap Taufan ceria kepada seorang wanita bertubuh seksi berambut cokelat panjang.
" Pagi.. ada apa kau kemari? " Tanya wanita itu lembut. kelopak matanya terlihat mempesona di mata mereka.
" buset.. pasti para lelaki langsung tertarik dengan kepala sekolah. " gumam Thunder disertai anggukan yang lain. maksudnya Solya dan Ais, yang lainnya terpandang ke kepala sekolah.
" em.. Miss Maura.. bisa hentikan kebiasaan burukmu untuk menggoda siswa baru? aku sudah muak melihatnya. " Ucap Taufan datar yang membuat mereka terjungkal.
" Baiklah.. aku cuman uji nafsu mereka doang kok. jadi jangan ngamuk ya.. " Ucap Miss Maura datar.
__ADS_1
" Karena kalian baru kesini, aku langsung membagikan kelas kalian saja. kalian satu kelas di ruang no 17 tingkat B. Tepatnya lagi kelas 4C. hampir yang terendah karena mereka tidak punya sihir. tolong antarkan ya Taufan.. kau berangkat sekolah jam segini lagi? ini belum waktunya sekolah loh. " Ucap Miss Maura sambil mengecek sebuah kertas undangan.
Kelas di Akademi Seffara, terbagi atas empat kelas. kelas satu, dua, tiga dan empat. dan terbagi lagi tiga tingkat tiap kelas. kelas C sebagai kelas pelajar dasar. kelas B sebagai kelas tertinggi. dan kelas A sebagai kelas para siswa terbaik Akademi.
" Ya.. memangnya kenapa? gak boleh? " Tanya Taufan tegas.
" lagipula kau seharusnya dah lulus bertahun-tahun lalu, tapi kau masih mau belajar. " Ucap Miss Maura setengah menyindir.
" Ya.. lagian sihirku belum hebat. jadi aku masuk lagi, hehehe. " Ucap Taufan gugup.
Istirahat pun telah tiba. Topan, Muze, Hikaru dan Hornnie kelelahan untuk belajar terbang. Ya, bagi pemula seperti mereka tentu saja belum bisa terbang. Saat di tengah jalan, mereka bertemu dua orang yang sekiranya mereka kenali. Yang tak lain adalah Zean dan Jessica.
" Hohoho.. bukannya ini Taufan Blaze dan Thorn. " ucap Zean pelan di dekat telinga Taufan.
" Zean, Jess.. kalian? " Ucap Thorn menundukkan kepalanya.
'" TOPAN!! MUZE!! HORNY!! HIKARU!! " Teriak Thunder dari belakang. Diikuti oleh Genma, Ais, dan Solya.
__ADS_1
" Ternyata kalian mengganti nama ya.. tak kusangka. Diri kalian dari dunia ini, pasti seorang pecundang seperti kalian.. Aku bertemu diriku dari dunia ini kemarin.. " Ucap Jessica sombong dan menyindir.
" Tunggu.. bukannya seharusnya dirimu dari dunia ini.. " Seru Solya ragu karena ucapan Jessica tidak seperti yang dibicarakan Taufan.
" Aku dari dunia ini adalah seorang yang keren.. tidak seperti kalian yang.. " Ucapan Jessica terpotong oleh teriakan siswa siswi di Akademi.
" Kyaaa bukankah mereka trio populer di Akademi? yang sebelah kiri imut banget. "
" Sumpah ya.. ganteng banget senior yang ada di tengah. "
" Jangan main main sama mereka. Kekuatan mereka di atas rata rata. guru aja sampai turun tangan ngalahin mereka. "
" Dewi Langit.. cantik banget. "
" Mereka juga masuk tiga besar loh. hebat kan? jadi pengen sekelas sama mereka. "
Karena teriakan murid murid itu membuat Topan, Hikaru, Muze, Horny, Genma, Ais, Thunder dan Solya menoleh ke arah teriakan itu. Jessica dan Zean juga menoleh. Betapa terkejutnya mereka saat melihat salah satu yang ternyata...
__ADS_1