BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan

BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan
Kasus dalam rumah hantu


__ADS_3

" Woi Thorn, Lo kalau loading lama banget sih. Pikirin apaan Thorn? " ucap Blaze ngegas. " Voucher itu apaan yak? " tanya Thorn penasaran. Taufan dan Blaze berkeringat dingin karena kepolosan Thorn telah kembali. Karena mereka berdua tidak bisa menterjemahkan bahasa planetisimal milik Thorn.


Pertanyaan itu berhasil disingkirkan oleh Halilintar. Karena sang pecinta pikachu ini menyeret paksa kerah baju Thorn menuju rumah hantu. Alhasil Thorn dibuat histeris. Thorn berteriak sampai teriakannya menggema. Taufan, Blaze, Aisha dan Solar pun melangkah masuk menuju rumah hantu tersebut. Saat berada di dalam, Halilintar merasakan firasat yang tidak sedap.


#AuthorTerinspirasiDariSalahSatuEpisode DetectiveConan#

__ADS_1


Ketika keenam remaja berada di dalam rumah hantu, mereka melihat beberapa cosplay hantu. Ada seorang wanita berjubah putih dan rambut panjang. jubahnya terkena oleh pewarna merah yang kebetulan disangka darah di tempat gelap. Blaze yang melihat darah itu langsung menutupi mata Thorn. karena Thorn itu phobia darah.


lalu mereka kembali berjalan. Selangkah demi selangkah. Mereka telah berada di pertengahan rumah hantu. Tiba tiba munculah suatu suara yang terdengar seperti pecahan kaca atau suatu barang.


Mereka terkejut. " Suara apa itu? " terkejut Aisha sambil memeluk lengan Blaze. " ah, mungkin cuma shuriken yang kesasar. " ucap Halilintar tak peduli dengan situasi. " huwe.. jangan jangan hantunya beneran ada.. TvT. " tangis Thorn. " kenapa makin kesini makin gelap ya? lebih baik kita periksa. " ucap Solar sambil menyalakan senter yang ia bawa dari rumahnya. lah?

__ADS_1


pada akhirnya mereka berjalan mendekat menuju arah suara itu. dan melihat seorang pria cosplay mayat buntung. di kepalanya mengalir sebuah cairan berwarna merah darah. dan itu ternyata adalah Darah Betulan. karena hal itu, Thorn menangis kencang sambil memeluk erat Solar. Solar ketakutan namun berusaha kuat. Blaze dan Ice berteriak kencang. Taufan menelpon kepolisian dengan suara gemetar. Dan Halilintar sepertinya bermuka datar. bisa bisanya ya..


Para kepolisian yang dipanggil menuju Tempat Kejadian perkara. singkat saja sebagai TKP. Seorang polisi bernama Somure Oukotsiwa pun menanyakan kepada mereka mengenai kejadian tersebut. Aisha pun berbicara. " Kami sedang berkeliling dan melihat beberapa cosplay hantu. saat di tengah perjalanan, tiba-tiba kami mendengar suara barang pecah. kami pun berniat untuk memeriksanya. saat kami disini, kami melihat orang ini berlumuran darah tak bernyawa. "


Somure pun mencatat Alibi mereka. Lalu ia sempat melihat sebuah pecahan benda yang pecah tadi membentuk suatu simetris. yaitu baut yang pecah sepertiganya saja. Ia pun dengan segera menyuruh petugas Forensik memeriksa TKP. Di sela sela penyelidikan, Taufan berkata dengan santainya dengan membungkukan kepalanya. " Pak Somure, Sudahkah kau bertanya dengan para karyawan rumah hantu lainnya. " tanya Taufan. " em.. sedang dicari alibi mereka saat ini oleh petugas Interogasi ." ucap Somure. Somure sedikit kebingungan karena anak ini bertanya hal itu. " em.. memangnya kenapa nak? ada yang salah. " tanya Somure. Taufan menghela nafasnya dan mendongakkan kepalanya. Matanya yang berwarna biru sapphire terpancar kan oleh cahaya rembulan yang masuk melalui jendela. " Karena kemungkinan dari salah satu karyawan, adalah tersangka pembunuhan korban. " ucap Taufan sambil melihat korban diangkat dengan memakai tandu. Somure terkejut. karena remaja semuda ini bisa menyimpulkan analisisnya. selain itu, Somure terkejut melihat bola mata yang berwarna biru sapphire milik Taufan. Ia merasa akrab dengan melihat bola matanya. tapi siapa yang beriris mata seperti itu?

__ADS_1


__ADS_2