BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan

BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan
Bertemu, tapi dengan siapa?


__ADS_3

" Hikaru.. Taufan.. kalian ada di dalam? " seru Rein dari luar rumah tersebut. Tidak ada jawaban untuk sekarang. Tapi sebuah tangan memegang pundak Rein dari belakang mereka. " kau mencariku Paman? " sepertinya ada seseorang yang memanggil Rein.


Rein dan yang lain pun menoleh ke belakang. Semuanya berteriak histeris. Dan Rein bermuka sedatar datarnya. " kau mengejutkan ku Hikaru!! " teriak Rein kesal. Ia menarik lengan bajunya bersiap untuk bertarung. " eh.. maaf paman, Hikaru sengaja. hehehe. " ucap Hikaru Oukotsiwa. Hikaru menoleh ke arah seseorang yang sepertinya ia kenali. dan benar saja..


" Ayah!! "


" Hikaru.. " Teriak Cloud Oukotsiwa. " ayah kemana selama ini? kau tau tak. kami menunggumu begitu lama. " ucap Hikaru Oukotsiwa sambil menangis. " Keluarga kita telah tiada sekarang.. hanya tersisa kita dan paman Awan saja.. hiks.. " tangis Hikaru Oukotsiwa. " maafkan ayah Hikaru. " ucap Cloud Oukotsiwa sedih. " maaf jika aku mengganggu rumah tangga kalian, tapi.. bisakah kita masuk sekarang. " ucap Blaze Volkana watados. " bukan tak bisa.. ( sob ) tapi kuncinya di kak Muson. " ucap Hikaru datar dan ringkas. " ternyata dari dunia ini sama ya, dengan nama ejekan mu. " bisik Halilintar setengah meledek. Taufan Cyclone mengembungkan pipinya. " em.. sepertinya aku melupakan seseorang.. " ucap Hikaru Oukotsiwa berkeringat dingin.

__ADS_1


Aura hitam datang dari arah belakang. Seorang lelaki sangat tampan bermata biru sapphire datang. Membawa sebilah pedang putih dan gelang berwarna biru sapphire. " beraninya kau meninggalkan ku di hutan sendirian.. " ucap lelaki tamvan itu. " UWAAA.. SORRY !! Hikaru tak sengaja.. " Tangis Hikaru Oukotsiwa semakin keras. " beraninya kau buat putraku menangis. Hiak !! " seru Cloud Oukotsiwa sambil menyerang pemuda itu menggunakan pedang yang dipegangnya. " Paman Cloud!! jangan!! kita tidak tau siapa dia. " teriak Solar Bright.


Sring Sring


Wuzz


Wuzz

__ADS_1


Set


" jika kau mendekat Hikaru kan mati!! " seringgai pemuda itu sambil menodongkan pedangnya ke arah Hikaru Oukotsiwa. Cloud Oukotsiwa mundur perlahan lahan sambil ancang ancang menyerang. " Ish.. kak upan mau bunuh Hikaru? huweee.. " Ucap Hikaru Oukotsiwa berpura pura menangis. " eh.. sorry Hikaru. Aku bergurau je.. jadi jangan nangis tau. " ucap pemuda itu santai sambil menurunkan pedangnya. " candaan Kak Muson tak seru!! " Marah Hikaru Oukotsiwa. " dah lah.. jom cepat masuk. kalau tak, nak makan biskuit Yaya lagi? aku tadi jumpa dia. " sogok Taufan Windara sambil membuka kunci rumahnya.


" weh.. jangan!! aku tak nak keracunan lagi.. hu hu. " Gumam Hikaru murung di pojokan. Taufan Windara menjulurkan tangannya untuk menyeret Hikaru. " Masuk atau makan Racun? mau pilih mana Hikari.. " Ucap Taufan Windara sambil tersenyum. Namun matanya menyipit yang membuat terkesan mengerikan. Hikaru hanya pasrah diseret Taufan Windara.


Taufan Cyclone dan teman temannya pun mengikuti mereka berdua. Taufan Windara menyuruh mereka duduk di sofa. Ia pun lanjut membuat Teh Suzy. Teh yang populer di dunia itu. Saat ditanya mengapa mereka kemari pun akhirnya Halilintar bercerita kalau mereka terseret sebuah lingkaran berwarna hitam. dan Taufan Cyclone masih tidak percaya kalau ada dirinya yang berasal dari dunia lain. Halilintar pun bercerita ada sekelompok orang lagi yang terseret bersamaan dengan mereka.

__ADS_1


" Dunia lain? aku sudah menduganya. Ada empat tempat di daerah elemental angin yang menghubungkan antara dunia satu dan yang lainnya. dan kalian terjatuh di Hutan Westmin hutan yang paling banyak binatang buas. nasib kalian baik bertemu paman Rein tepat waktu. " Jelas Taufan Windara.


__ADS_2