
" Yap.. dan elemen angin pintar terbang.. bahkan tanpa sayap pun pintar terbang.. walaupun aku lebih suka berada di pohon, hehehe QwQ. " Jelas Spiri masih menyisakan sifat polosnya. Zean dan Jessica yang menguping pun terkejut mendengar pembicaraan mereka. Hingga Genma bertanya sesuatu kepada Taufan. " ngomong ngomong soal kemampuan..
Kemampuan aslimu apa Taufan? "
" Kemampuan asli ku? nanti kalian akan tau.. tapi paling suka aku menggunakan kipas sebagai senjata dibandingkan menggunakan pedang. soalnya sudah nyaman menggunakan kipas. tapi kalau yang lain kalian akan tau sendiri nantinya. " Jelas Taufan santai. Ya, memang begitu sih.
" Memang bisa ya pakai kipas untuk senjata? kok Hika baru tau? " Tanya Hikaru bingung. " Tentu saja bisa, tapi butuh pelajaran khusus untuk menggunakan senjata lain selain pedang. buktinya aku sering menggunakan payung ketika menyelesaikan misi sulit di sekolah. dan Spiri lebih sering menggunakan cambuk dari keluarganya. " Ucap Miranda dengan sombongnya.
" Ya.. kami kira hanya pedang yang digunakan untuk bertarung. ternyata benda lain bisa. tapi bagaimana ya.. tidak terbiasa pastinya. " ucap Horny. " Ya.. sudahlah, kalian kembali ke kelas saja.. sebenarnya aku ingin memberitahu semuanya ke kalian, tetapi masih ada yang bersembunyi di sekitar kita.. " Ucap Taufan mengintimidasi. Jessica dan Zean langsung bersembunyi lebih dalam.
__ADS_1
" Memangnya ada orang di sekitar kita? kami tidak melihat apapun. " Ucap Muze dan Thunder. " kalian tidak melihat mereka? padahal mereka dekat loh.. ada sebelah kiri agak utara pada 7 meter dari arah kita. " Lagi lagi Taufan bertanya hal yang tidak mereka tahu. " Fan... kau menggunakan Sofn Eyes lagi ya Fan? terakhir kali kau menggunakan teknik itu tiga bulan yang lalu deh.. " Seringgai Spiri. " Em.. sepertinya... aku tidak ingat. " Ucap Taufan gugup.
" Baiklah.. sebaiknya kita ke kelas saja.. apalagi kita masih harus belajar terbang. By the way, kalian kelas mana sih? " Ajak Ais sekaligus bertanya kepada Taufan, Spiri dan Miranda. " Oh.. kami? aku dan Miranda kelas dua A. sedangkan Taufan kelas satu A. " ucap Spiri sambil mengikat rambutnya menggunakan ikat rambut. Spiri itu laki laki, tetapi ia suka mengikat rambutnya.
" Oh, baiklah.. kami ke kelas dulu ya.. bye bye.. " Ucap Horny sambil melambaikan tangannya. " Bye!! sampai jumpa di rumah!! " teriak Taufan. " Tuan Muda.. apa kami harus bertindak? kami khawatir kalau mereka orang jahat yang ingin membunuhmu. " Ucap Spiri.
" Mereka tidak akan membunuh ku.. tapi kau harus ingat Spiri, Miranda.. kita masih harus menyembunyikannya untuk melindungi kerajaan. jadi, panggil menggunakan nama ku saja ya? " Ucap Taufan mantap.
*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・*
__ADS_1
Sepulang dari Akademi, mereka kembali ke rumah Taufan. Taufan terkejut karena semuanya berkumpul di rumahnya. " em.. kenapa kalian berkumpul disini semuanya? memang nya rumah kalian rusak ya? " Tanya Taufan polos seakan akan tidak tahu apa apa.
" Kau tidak ingat? tiap bulan purnama akan ada pencuri profesional yang bersinar dibalik bulan. itu adalah legenda angin saat ini. aku takut melihat Phantomhive itu, aku takut dia melihatku lalu membunuhku. " Ucap Rein ketakutan.
" ternyata tujuanmu ini ya Rein? kau belum menceritakan apa apa soal Phantomhive itu.. tapi sudah menyeret ku dan ayah kemari. " Ucap Raina dengan mode galaknya.
" Kak Taufan bukannya ada urusan sama pangeran ya? kakak lupa lagi? " Tanya Ice dan Blaze. mereka menginap di rumah Taufan karena takut ayah mereka menyuruh mereka balik ke rumah lagi.
" Eh.. iya juga ya.. nanti malam aku kesana. Thorn mana? " tanya Taufan. " Thorn udah pulang ke elementer Tumbuhan. ya sudah.. omong omong..
__ADS_1
kenapa tiap malam purnama kak Taufan tidak ada di rumah? "