
" Kalo tolong orang itu tu yang lama dan ikhlas Li.. " ucap Ais santai. " Hosh Hosh.. Ais !!! lo pikir gak lelah apa? marahin orang yang bully " seringgai Halilintar sambil mengatur nafasnya. " wah.. fan, berati tinggal Thorn yang belum punya gebetan. " ucap Blaze watados. " Thorn jomblo gak apa " ucap Thorn. " Kawan gak ada akhlak emang ya!! " marah Taufan. " maaf li.. " ucap Taufan ragu. " hmm.. " hanya itu tanggapan dari Halilintar.
Setelah semuanya berbaikan, pasangan Blice juga telah mendapatkan hukumannya. Thorn langsung bertanya sambil menyerahkan satu cup es coklat dan dua bakpao. " Taufan ditindas sama siapa? " tanya Thorn. " siapa lagi kalau bukan pocong ajaib. " ucap Taufan kesal. " maksud lo Zeas ya!! emang bener bener ya!! padahal lo gak salah apa apa ke dia!! " kesal Blaze dan menggertakkan giginya. " namanya orang kecanduan menyiksa adik sendiri namanya!! " ucap Thorn ikutan kesal. Bell pulang pun tiba. Mereka pun pulang ke rumah masing masing. Blaze dan Thorn mengikuti Taufan untuk pergi ke restoran ibunya. yaitu restoran bluewind. Mereka disambut hangat oleh ibu Taufan. " bu.. aku mau bantu ya.. " ucap Taufan. " kami juga ya tante.. " ucap Blaze dan Thorn serempak. Raina tersenyum dan berkata. " baiklah.. Taufan, ada apa dengan wajahmu? " Taufan menggelengkan kepalanya. " tidak apa apa bu.. kami ganti baju dulu ya.. " ucap Taufan sambil membawa teman temannya masuk ke dapur.
__ADS_1
Saat Blaze melayani pelanggan. Ia melihat seorang lelaki berambut hitam kelabu bermata kuning. Thomas Kamara. Ayah dari Taufan. Blaze segera memberitahu Raina soal itu. " Tante.. ada kakek sihir disana.. " ucap Blaze sambil menunjuk ke arah Thomas. Wajahnya terlihat kesal. " baiklah.. kau tunggu sini atau masuk dulu.. " ucap Raina ringan lalu menghampiri meja Thomas. " buat apa kau disini!? " tanya Raina ketus. " tentu saja untuk menemuimu Raina.. " ucap Thomas seraya hendak memegang tangan Raina. namun ditepis olehnya. " aku tidak suka orang yang telah mengecewakan Taufan. walaupun aku tau ini sebuah kesalahpahaman. " ucap Raina santai sambil menuju dapur kembali. " Raina.. tolong kembali.. " ucap Thomas pelan. namun terlambat. kesalahpahaman telah membuatnya terpisah dari orang yang sangat ia cintai.
Ketika Raina sampai di dapur, Ia langsung ditanya oleh Taufan. " aku dengar dari Blaze kalau kakek tua itu ada disini. gimana bu? " tanya Taufan antusias. " beres.. sesuai rencana. " ucap Raina sambil ber tos ria dengan Taufan. Tiba-tiba Thorn datang dengan berteriak. " Taufan!! Blaze!! " teriaknya. " wuih, pelan pelan. Ada apa Thorn ? " tanya Blaze baru datang dari mengelap meja pelanggan. " ada pasar malam nanti.. kesana yuk!! " ajak Thorn. " boleh aja tuh.. ya kan besok libur. " ucap Taufan sambil mencuci gelas. " oke.. sepakat.. kita akan kesana nanti malam. bawa dompet sendiri sendiri, jangan sampai ada yang saling traktir tanpa izin ya. " ucap Blaze. malam harinya pun mereka pergi kepasar malam.
__ADS_1
saat di pasar malam, Taufan yang memakai kaos berwarna biru dan sepatu berwarna putih serta tas samping berwarna putih pun membeli tiket masuk seharga lima ribu rupiah. sedangkan Blaze dan Ais telah masuk untuk pacaran. tapi pacaran versi mereka bukan pegang pegangan. tapi adu mulut. Halilintar sepertinya telah duluan. dan Thorn menemani Taufan membeli tiket. Thorn memakai kaos hijau lengan pendek dengan jaket berwarna hitam. celana hitam dan sepatu coklat. ia juga memakai kacamata hitam supaya keren.
#NextToStory#
__ADS_1