
Sinar yang cerah mulai memasuki dunia ini. Kicauan burung yang merdu terdengar riang.
" Hoaam.. jam berapa ini? "
" Jam enam, kalian sudah bangun? "
Seorang remaja menenteng sebuah koper berukuran sedang dan memakai topi, tas samping dan kacamata hitam di sakunya. Serta pakaiannya yang berupa seragam pramuka berwarna biru yang berlengan pendek . Siapa lagi kalau bukan Taufan angin muson.
" Em, sudah.. kau mau kemana? " Tanya Muze yang masih memakai piyama. lah :D
" Kau tidak ingat? kita harus pergi ke Kota Baraju. untuk mencari ramuan dan beberapa bahan. Pakailah seragam. " Suruh Taufan sambil melemparkan kardus berisi seragam kayak Taufan pakai.
" Em.. okeh "
Taufan pun melanjutkan pekerjaannya untuk membenarkan topinya. Lalu melepasnya lagi untuk menaruh logo anginnya di samping kanan topi. Lalu memakainya kembali.
" Kami dah siap!! " Sorak Horny riang.
" Baiklah.. ayo berangkat!! "
__ADS_1
Para orang tua juga ikut karena perintah guru. Sesampainya di Akademi, mereka terkejut melihat bus yang sangat besar bertingkat dua. Tingkat pertama tertutup, tapi jendela bisa dibuka. tingkat kedua terbuka namun ada atapnya.
" Di dunia ini ada bis juga? " Kaget Topan bukan main.
" Kau ini Fan.. tentu saja ada bus. teknologi di dunia ini lebih maju dari dunia kita. walaupun tertutupi karena ada sihir. " Ucap Raina sambil menjitak kepalanya.
" Hehehe.. Aku gak tau.. " Hanya itu yang terucap dari mulut Topan.
" Kita dapat bus satu tingkat dua. jadi kita bersebelahan. " Ucap Ais karena ialah yang melihat papan nama.
" Loh, kak Taufan gak ada disana. Cuman kak Spiri dan Miranda doang. Allardyce? siapa dia? " Ucap Hikaru bingung saat memandang papan nama.
" Hum.. kau tanya kenapa Taufan gak ikut? mungkin dia terbang. " Ucap Spiri polos.
" Allardyce.. kau kan yang paling dekat ama Taufan. kau pasti tau. " Sogok Miranda kepada gadis disebelahnya.
" Em, dia kan.. menyiapkan tempat kemah di Baraju, makanya dia duluan. " Ucap gadis di sampingnya itu. Bola mata biru sapphire, rambut coklat dan wajah cantik. Allardyce.
Penampilan itu membuat Thunder dan Solya mengingat kembali hari lalu. Apalagi pakaiannya yang berwarna biru tua dengan topi kecil berwarna putih.
__ADS_1
...****************...
" Bukankah begitu. Tornado kuroba. "
" Ya, memang begitu. Aku akan mencari informasi tentang kelemahan iblis itu. kembalilah, mereka pasti menunggumu. "
...****************...
" Benar benar mirip dengan dia!! " gumam Thunder dan Solya bersamaan.
" Cepat kalian masuk!! Keburu lantai atas kosong!! " Teriak Topan yang sudah berada di tingkat atas. mereka pun berlari menuju tingkat atas.
" Oke Fan!! "
Mereka pun melangkah naik menuju bus tingkat atas. Hembusan angin terasa kencang saat bus melaju. Obrolan ringan mulai terdengar riang. Hingga sampailah mereka di lembah berwarna merah biru bersuhu hangat. Bus masih melaju. Dan berhenti di sebuah gerbang berwarna jingga. Sampailah mereka di kota baraju.
Kaki demi kaki mereka gerakkan perlahan. Tangga bus pun diinjak dengan satu demi satu. Gak mungkin dua kan.
Mereka pun keluar dari bus masing masing. Terlihat sebuah tenda berukuran cukup lebar yang sekiranya berisi dua puluh orang di setiap tendanya. Dengan pengawas masing masing. Di tenda di berwarna biru bersinar di dekat pohon mangga, mereka melihat remaja laki laki yang mereka kenali.
__ADS_1