BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan

BoBoiBoy -- Secret Wind Kingdoms Taufan
Pergi ke akademi sihir


__ADS_3

" Wah.. kenapa kita tak kepikiran. Dari tadi ya.. buat ubah nama, kalau gitu.. aku jadi Muze lah.. macam mana? " Ucap Blaze Volkana sombong. " Muze?? lumayan.. Aku jadi Genma . " Ucap Gempa. " Aku tetap Ais.. sahaje.. " ucap Ais. " Thorn Thorn.. jadi Hornnie. " Ucap Thorn Greenfall. " Thunder saja. " Halilintar. " Solya. " Ucap solar. " Nah.. Taufan nak apa? " Tanya Wingsley


" Em.. apa ya? Topan saja lah.. cuman beda huruf saja. " Ucap Taufan.


" Oke.. sepakat!! kalian memakai nama itu.. by the way, Blaze Ice dan Thorn.. kenapa kesini. " Tanya Rein antusias.


" Anu.. kami mph.. " Ucapan Thorn di potong oleh Blaze karena mulutnya ditutup oleh tangan Blaze.


" kami mau bicara kepentingan sama kak Taufan. makanya kami lewat jendela. ini kepentingan keluarga. " Ucap Ice jujur.


" em.. memangnya cakap Apa? ayahanda berperang lagi? atau ada yang menyusup? kasih tugas ke kita? atau.. " Tebak Taufan dengan bar bar nya sambil menyeruput teh Suzy.

__ADS_1


Ice menggelengkan kepalanya. " ish.. bukan lah, ayah menyuruh kita untuk balik ke rumah!! macam mana ni? kita balik ke? atau sembunyikan identitas yang lain.. " Seru Ice khawatir sambil bolak balik antara ruang tamu dan dapur. Ketiga kalinya, Taufan menyemburkan tehnya.


" Tak payah lah Ice.. kita tetap gunakan identitas ini, jika kita berpindah terus. akan lebih mudah ketahuan oleh ayah.. ngomong ngomong Ice, kau dapat informasi dari siapa? kau kan tak aktif berbincang. " Sindir Taufan dengan senyuman tampannya.


" Aku dengar dari pengawal yang berkeliaran di kota Baraju. Jadi aku cepat cepat ajak Blaze pergi lah, sebab informasi tu. tengah perjalanan jumpa Thorn. akhirnya aku pakai seluncur Ice. " Ucap Ice malas.


" ngomong ngomong kak Upan, waktu kami baru masuk area elemental angin. kami bertemu dengan sekelompok orang. di seberang mereka ada iblis angin. sontak saja aku lemparkan bola api. iblis angin langsung pergi. tapi sekelompok orang itu menuju ke akademi. aku belum nampak mereka sebelumnya. kau tau? " Jelas Blaze panjang lebar kali tinggi.


" Tapi kami baru kesini!! selain itu kami tak punya sihir. " Ucap Genma khawatir disanggupi anggukan Muze, Ais, dan Hornnie. by the way.. mereka dah ganti nama yak.


Terkilas sebuah senyuman di bibir Taufan. Mulut nya mulai bergerak perlahan. " Tenang saja.. kami akan mengajari kalian. " Ucap Taufan santai.

__ADS_1


Skip time, keesokan paginya.. mereka berangkat ke akademi bersama sama. Taufan mengantar mereka menuju ruang pendaftaran.


" Ini ruang pendaftaran, kalian masuk saja. " Ucap Taufan sambil menunjuk ke sebuah ruangan.


" Tapi.. bagaimana kalau gurunya galak atau " Khawatir Solya. Ia terlihat kebingungan melihat beberapa gambar yang tertera di papan pengumuman.


" itu apa Fan? " Tanya Solya. Taufan pun mengarahkan matanya ke papan itu. " Eh.. baru sadar lah, kalau ada itu. " Ucap Topan. Yang lainnya segera melihat ke arah papan pengumuman.


" Oh.. itu papan misi.. jika kalian sudah memiliki sihir yang cukup, kalian bisa melakukan misi itu untuk mendapatkan uang yang jumlahnya lumayan. " Ucap Taufan sambil menggambarkan imajinasi orang bertarung dengan monster dan sejumlah uang yang banyak.


# Terinspirasi dari komik Petualangan #

__ADS_1


__ADS_2