
Keesokan paginya, Taufan telah bagun saat pukul tiga pagi. Ia shalat subuh, mandi dan cepat membangunkan Blaze. Tubuh Blaze senantiasa bergoyang karena ada Taufan yang menggoyangkan nya. " Blaze.. bangun!! shalat subuh Blaze!! " seru Taufan. " hoam.. eh Taufan?? kau dah bangun? " ucap Blaze terkejut karena biasanya Taufan terbangun pada pukul 4 pagi. tapi kali ini Taufan bangun pada pukul tiga pagi. " iyelah.. " hanya kata itu yang terlontar dari mulut Blaze. Selesai shalat, mereka tertidur kembali hingga pukul enam pagi.
Saat pukul setengah tujuh, Taufan dan Blaze keluar kamar dan menghampiri Aisha, Halilintar, serta Alya. " kalian sudah bangun ternyata.. " ledek Halilintar menahan tawa. Aisha langsung terkejut karena Halilintar baru pertama kalinya tertawa. " Kami kan bukan Ais yang moloran.. " ejek Blaze balik. " gue gak ngapa ngapain lo!! kok gue yang kena!!? " kesal Aisha sambil menggembungkan pipinya. " utu tu.. marah ya? ehem.. maaf.. tapi gembul juga pipimu. " ucap Blaze menarik pelan pipi Aisha. " ehem.. sudahan romantis nya? " goda Alya. " ibu!! kami gak!! " tolak Aisha merona. Blaze menarik topinya ke belakang dan langsung makan cepat pancake yang ada di meja.
Tiba-tiba Thorn dan Solar keluar dari kamar. Solar langsung duduk disamping Halilintar. sedangkan Thorn duduk di samping Taufan. Thorn melihat benda gemerlap di leher Taufan. " em.. Taufan.. kenapa kau pakai liontin? " tanya Thorn. " ya.. cuma ngerasa cocok aja. " ucap Taufan. " oh.. gitu ya? " ucap Thorn. " tapi menurutku cocok sih.. cuma warna birunya sedikit aneh gak sih? " ucap Solar ikutan ngobrol. " ya.. iya juga sih, aku baru sadar. " ucap Halilintar dingin. " Ibu tau gak, itu warna apa? " tanya Aisha. " wah.. kayaknya biru tua deh, tapi lebih cerah. " jawab Alya.
Setelah mereka makan, mereka berencana untuk mengadakan pesta barbeque di rumah Halilintar. eh, tunggu dulu. bukan rumah, tapi mansion. kan Halilintar anak Sultan. weh, aku ikut lily chan. " Li, kita barbeque di Mansion lo ya? " ajak Aisha. " hmm ya iyain. " ucap Halilintar dingin. singkat banget ya jawabannya.
Pada akhirnya, mereka mengadakan pesta barbeque di rumah.. eh, mansion Halilintar. Tapi sebelumnya mereka membeli bahan bahan nya. masa buat barbeque cuma alat alatnya doank. Taufan, Thorn dan Aisha pergi ke supermarket untuk berbelanja. Sedangkan Trio Overhot atau Halilintar, Solar dan Blaze menyediakan alat di halaman serta mengangkat kursi. Sesampainya di supermarket, Mereka sedang berbincang apa yang akan mereka beli.
__ADS_1
" Hey guys.. Kita mau beli apaan sih? Ais.. kau bawa uang kan? " tanya Thorn. " ya iyalah.. ya kali ke supermarket gak bawa uang.. bawa daun gitu? " protes Taufan setengah bercanda. " Dahlah.. hoaam, Aku cari sayur buat lalapan, Taufan cari Daging dan saos, mayones dan kecap. jangan lupa kejunya. dan kau Thorn. cari cemilan dan minuman. tapi jangan Beer, Haram!! " jelas Aisha sambil menekankan kata haram nya. Lalu Aisha menyerahkan" okelah.. ayo kita berpencar!! " ucap Thorn. " Jom !! " ucap mereka serentak.
Taufan pergi ke toko ayam dan sapi berjejeran. tunggu sebentar, sepertinya Taufan melupakan sesuatu. Oh iya.. dia kan belum tanya daging apa yang akan dibeli. dasar kau Taufan. " Tunggu sebentar, aku belum tanya daging apa, manalagi si Ais dah pergi ke toko sebelah lagi. untung ni handphone masih gue pegang ni. " omelnya kepada dirinya sendiri. Author masih mencerna gimana rasanya ngomelin diri sendiri.
TAUFAN WHATSAPP
^^^jawab polar bear!!^^^
apa lo WA gue
__ADS_1
^^^gue baru inget, daging yang dibeli sapi apa ayam? gue lupa mau tanya.^^^
sapi ama ayam. cari yang paling murah
dan tentunya yang halal.
^^^wokie. selamat tidur Polar Bear.^^^
TAUFAN WHATSAPP OFF
__ADS_1