
" Kak Taufan bukannya ada urusan sama pangeran ya? kakak lupa lagi? " Tanya Ice dan Blaze. mereka menginap di rumah Taufan karena takut ayah mereka menyuruh mereka balik ke rumah lagi. " Eh.. iya juga ya.. nanti malam aku kesana. Thorn mana? " tanya Taufan. " Thorn udah pulang ke elementer Tumbuhan. ya sudah.. omong omong..
kenapa tiap malam purnama kak Taufan tidak ada di rumah? "
" Soalnya aku pernah diancam oleh Tornado buat tidak pulang malam purnama. dia mengancam ku akan menyakiti para elementer angin dan tidak akan melakukan tugasnya untuk mengambil kembali permata sapphire yang di curi oleh iblis. Sebenarnya para iblis yang mencuri permata sapphire. tapi mereka membalikkan keadaan dengan mengatur berita kalau Tornado lah yang mencuri permata itu. akhirnya si Phantomhive di fitnah sebagai pencuri profesional. " Terang Taufan sambil membungkuk karena Hikaru lebih pendek dari nya.
" Jadi Phantomhive itu bernama Tornado? " tanya Rein dan Hikaru.
" yap.. itu hanya kode nama yang digunakan. tapi seingatku ia memiliki nama Tornado. nama aslinya sih sepertinya juga Tornado. ehe.. " Ucap Blaze menerangkan. sesekali melirik Taufan.
Hikaru dan yang lainnya mengangguk perlahan. Lalu malam harinya, Taufan memasak untuk dirinya dan mereka. Dan kali ini, Taufan tidak keluar rumah. Tapi suatu hal terjadi pada dirinya.
" Aku ke kamar ku dulu ya.. kalian baik baik disana oke. " ucap Taufan sambil berlari masuk kamar.
" em.. okey. " sahut Solya. beberapa saat kemudian, keluarlah seorang anak kecil bermata biru sapphire bersurai biru. yang tak lain adalah Taufan sendiri.
" WAAAAA!! ANAK KECIL SIAPA DI SINI!! " teriak Thunder, Solya dan Ais. " Ini kenapa mirip kak Taufan? " tanya Ice sambil mengangkat Taufan dari kerah baju belakangnya.
__ADS_1
" Ha ah la.. mirip Taufan, tapi kenapa ia bisa jadi kecil? " tanya balik Horny dan Raina.
" Aku memang Taufan lah.. mph. " ucap Taufan kesal mengembungkan pipinya yang membuat mereka gemas.
" Comelnyaa.. " gemas mereka.
" tapi, kenapa kakak jadi kecil? perasaan tadi biasa biasa saja disini. " ucap Hikaru bingung.
" ha ah la.. dari tadi Taufan dengan kita. " ucap Muze.
" Hmmm.. jangan jangan solar buat ramuan yang buat Kak Taufan kecil, biar aku telfon dia. " Ucap Blaze seraya memegang handphone tiga dimensinya. lalu tampaklah seseorang di layar itu.
...✧༺♥༻✧ Handphone ✧༺♥༻✧...
em.. halo Blaze.. ada apa? ada apa kau telepon aku?
^^^kau yang buat? kak Taufan jadi kecil tau tak? kembalikan tak sekarang!^^^
__ADS_1
ha?? jadi kecil? yang betul.. okelah, aku kan bawa penawarnya kesana sekarang.
^^^oh.. jadi betul kau yang buat kak Taufan jadi kecil ye.. ramuan apa lagi yang kau buat?^^^
hehehe sorry kak laze.. solar menggabut..
^^^ish ish ish.. patutlah kak Taufan jadi kecil. cepat kemari..^^^
hmm.. iyalah iyalah.. bye..
...✧༺♥༻✧ Handphone ✧༺♥༻✧...
" Solar bilang akan kesini segera.. kita tunggu saja sebentar.. " Ucap Blaze santai.
" em.. oke, tapi kan jarak elementer angin dan cahaya sangat jauh? bagaimana caranya kesini dengan cepat? " Tanya Cloud.
" ya.. kau bertanya seakan akan melupakan nya.. jadi elementer cahaya memiliki teknik untuk bergerak cepat. tapi tidak berlari seperti elementer petir. tapi hal yang berbeda.. " Jelas Wingsley sambil mengingat.
__ADS_1
" yap.. betul sekali. " Ucap seseorang dari jendela yang terbuka. rambut hitam dengan surai kuning. mata silver dan memakai visor telur. yang tidak lain adalah solar.
■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■