
Setelah menikah selama 20 tahun, Raka dan Xiao Yu dikaruniai dua orang anak.
Anak pertama mereka adalah seorang Putri yang mulai beranjak dewasa berumur 19 tahun bernama "Violette" mempunyai wajah cantik dan merupakan kombinasi dari wajah kedua orang tuanya. Violette mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang Dokter dan kuliahnya sekarang sudah memasuki semester dua, dia mempunyai bakat dan hobby menyanyi.
Adik Violette adalah seorang anak laki-laki yang baru berumur 10 tahun dan masih bersekolah kelas 5 bernama "Arka",dia mempunyai wajah yang lumayan Rupawan seperti pinang dibelah kapak (baca: pinang dibelah dua-penulis) dengan Raka.(bahkan dari namanya saja sudah terlihat kemiripannya).
Raka sudah tidak lagi menjadi atlit dan menggantungkan Raketnya 5 tahun yang lalu, dan memilih berprofesi sebagai Pelatih ,sama seperti yang almarhum ayahnya dulu geluti.
Walaupun Raka sangat mampu menafkahi keluarganya. Dia tidak melarang Xiao Yu untuk bekerja sebagai wanita karier. Setelah Violette berumur 5 tahun, Xiao Yu mulai mencoba meniti karier di dunia perbankan, dan sekarang setelah kurang lebih 14 tahun bekerja dia sudah mempunyai posisi dan jabatan yang lumayan tinggi. Dia dipercaya sebagai Manager coorperate yang membawahi Branch manager/kepala cabang di seluruh Indonesia.
Seperti halnya keluarga-keluarga yang lain. Ditengah kesibukan dan kegiatan masing-masing, waktu yang dimanfaatkan untuk mendekatkan diri adalah pada saat sarapan pagi bersama.
"Hari ini porsi nasi goreng kalian lebih banyak rupanya?,Karena Ayah kalian yang masakinkan?".
"Cuma perasaan Ayah saja". jawab Violette sambil memperhatikan ponselnya.
"Cece, kalau lagi makan. Hpnya ditaruh dulu!" Xiao Yu mengingatkan.
"Cece nggak bisa hidup tanpa hp nda". Arka ikut mendukung perkataan ibunya.
"Ada info dari grup kuliah, kalau hari ini Vio ditugasin ikut latihan di Aula nda". Violette beralasan.
"Ooh bunda kira dari Tristan".
"Bukannya cece lagi marahan ya sama kak Tristan?" Lanjut Arka.
"Apaan sih dek?,Sok tau banget".Violette melotot ke arah adiknya.
"Kan memang iya". Arka meleletkan lidahnya
"Arkaa...kamu nggak boleh begitu, sama Cece mu". Raka mengingatkan sambil menggoyangkan jari telunjuknya.
"Iya nih Yah...Arka memang Rese", jawab Violette yang merasa senang dibela ayahnya.
"Tapi itu beneran Ce? Kamu lagi marahan dengan Tristan?".lanjut Raka.
"Pantesan malam minggu kemarin Tristan nggak main kesini".
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan dilanjutkan, nanti jadi hilang selera makan cece". Xiao Yu mengingatkan Raka supaya tidak kebablasan menggoda anak gadis mereka.
"Iya nih nda, Ayah malah ikut-ikutan rese". Ujar Violette yang merasa kesal karena ikut diledek ayahnya.
"Bertengkar kenapa Ce dengan Tristan?" Xiao Yu lanjut bertanya.
"Seriously?" Violette menepuk keningnya.Dia merasa keluarganya melakukan konspirasi untuk menjatuhkan moodnya pagi ini.
Setelah Violette dan Arka berangkat ke sekolah
"Berapa lama ke Balinya Yu?"
"Cuma dua hari". Jawab Xiao Yu sambil memeriksa kelengkapan dan berkas yang diperlukan untuk meetingnya nanti di kantor cabang di Bali.
"Oh..kirain lebih dari dua hari".
"Kalau lebih dua hari, kami mau menyusul?".
"Kebetulan minggu ini jadwal ku nggak padat jadi aku punya waktu senggang dua hari, dan bisa perpanjang hari sambil liburan di Bali".
Raka mendekati istrinya dari belakang .Memeluk dan mencium leher istrinya dengan lembut.
"Tawaran yang tidak mungkin aku tolak".
"Raka..pesawatnya berangkat dua jam lagi," Xiao Yu melirik kearah Raka.
"Mereka bisa menunggu.."Raka tetap berusaha untuk menggoda istrinya.
"Dasar..., sudah ah..aku bisa telat dan bisa ditinggal pesawat,jemputan dari kantor juga sudah datang".Xiao Yu berbalik dan mencium suaminya.
"Simpan dan tunggu tiga hari lagi".bisiknya
Dengan berat hati Raka melihat Istrinya pergi.
"Aku benci melihatmu pergi, tetapi suka melihatmu berjalan". Ujar Raka.
__ADS_1
Aula Kampus
"Persiapan acara penyerahan Beasiswa ke Jerman untuk Mahasiswa dan Mahasiswi yang berprestasi dari pemerintah Jerman"
"Gladi Resik ini butuh persiapan yang matang dan eksekusi yang cermat".ujar ketua Panitia memulai arahannya.
"Penataan Lampu,musik,dekorasi, kamera dan bagian dokumentasi serta pengarahan susunan acara, setelah latihan dan persiapan ini kita bisa melihat dan mereview gambaran keseluruhannya".lanjutnya kembali.
Sementara itu di bangku peserta, terlihat seorang pria muda.
Dia terlihat fokus melatih gerakan-gerakan seperti tarian yang nantinya akan dia lakukan di acara besar tersebut.
"Permisi mas". Seorang wanita menghampiri dan menyapanya.
Pria itu menoleh kearah wanita yang menyapanya.
"Iya mbak?"
"Bisa tolong berdiri sebentar?"
"Maaf ...ada apa mbak ya?" Sang pria bertanya dengan nada bingung.
"Saya dari EO yang bertugas diacara ini dan perlu seseorang yang berperan sebagai duta besar, tetapi saya ingin melihat tinggi mas nya dulu". Jawab sang wanita
"Oohh..begitu". Sang pria mengangguk dan berdiri.
Setelah melihat tinggi sang pria.
"Tinggi masnya hampir sama dengan Duta besar".ujar sang wanita yang sepertinya telah menemukan orang yang tepat.
"Masnya bisa kan ya? Membantu saya?".
"Hah?" Sang pria masih membalas dengan tatapan bingung.
To be continue
__ADS_1