Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 3 (Yang lebih indah dari seorang Juliet) Page 24


__ADS_3

Negri Tibet ( 2 hari sebelumnya )


"Xiao Yu apa kabarmu? Kemarin salju terakhir turun disini.Apakah di Indonesia sudah ada musim dingin?.Ini surat ku yang ke 109 yang kutulis untukmu, sudah lama aku hidup mengembara setelah kejadian itu. Aku mulai merasa Rindu dengan kota Beijing. Aku selalu ingat dengan keinginanmu untuk pergi menjelajahi kawasan-kawasan indah yang penuh sejarah ,menurutku mimpi-mimpi mu itu tidak boleh dilupakan. Aku pernah ke Mesir, Yerusalem, Nepal dan sekarang aku berada di Tibet. "Hati ini punya banyak cerita untukmu".


Disini walaupun matahari bersinar terik, namun hawa dinginnya terasa sangat menusuk.


"Aku juga bertanya pada diriku apakah aku laki-laki pemberani? Aku telah mendaki gunung tertinggi, melewati samudra yang luas. Namun ketika aku menginjakkan kaki ku di Surabaya untuk menemuimu. Aku hanya memesan secangkir kopi saja di cafe sebrang Kantormu. Aku tidak punya nyali yang besar untuk menemuimu.


Aku juga mendengar kamu telah memiliki kehidupan yang bahagia dengan seorang anak dan suami yang sangat baik. Yang pastinya sangat mencintaimu dan akan menjagamu.


Aku sudah pergi ketempat yang ingin kamu kunjungi, tetapi aku tidak pernah bertemu denganmu. Atau kamu sudah melupakan keinginanmu untuk pergi ketempat-tempat itu?.


Tetapi tidak mengapa..karena aku akan tetap merindukanmu


"Salam hangat "


Romeo (WX)


Si pria kemudian melipat surat yang sudah ditulisnya dan memasukkannya kedalam kotak dengan tumpukkan surat-surat yang lain. Dia memandang keluar dari jendela kamarnya sambil menikmati sinar mentari pagi yang masuk.


-----------------------------------------------------------------------


Dua hari kemudian


Beijing 09.00


Seorang wanita nampak sedang memimpin rapat di sebuah kantor


"Jadi selanjutnya kita harus memperluas pengaruh di Weibo dan Wechat, karena Leslie memiliki konsep dan penampilan baru.."


"Maaf Bu ...ada yang menelfon " sekretaris pribadinya memberikan ponsel ke wanita tersebut.


Dia lalu menerima telfon tersebut.


"Saya harus menerima telfon ini, jadi ibu Yuan yang akan melanjutkan penjelasan".


----------------------------------------------------------------------


Beijing 09.10


Shangrilla Golf


Sepasang suami istri masih punya beberapa hole untuk menyelesaikan permainan golf mereka. Sebelum si istri sempat melakukan pukulan selanjutnya, seorang Caddy menyerahkan Ponsel kepada si istri.


"Apa mengenai bisnis di shanghai lagi Jen?" Suaminya bertanya sambil mendekat kearahnya.


"Bukan, ini dari Cathryn..dia ingin aku meminta Xiao yu kesini.."


"Memangnya ada keperluan apa meminta Xiao Yu kemari?"


"Adik Wu Xia mengabarkan tentang kondisi kakaknya yang memburuk"


"Lalu?".


"Dia selalu menyebut nama Xiao Yu dalam tidurnya, mungkin kalau dia bisa bertemu Xiao Yu, Wu Xian bisa menjadi lebih baik atau kalaupun dia tidak bisa disembuhkan lagi, dia bisa pergi dengan tenang". Si istri berkata lirih.

__ADS_1


"Semoga Xiao Yu masih mau untuk bertemu Wu Xia".jawab suaminya yang menjadi ikut merasa sedih.


-------------------------------------------------------------


Beijing


(30 tahun yang lalu)


"Hari Jomblo"


Restoran cepat saji


Belum sempat Xiao Yu menghabiskan , kentang gorengnya. Dia sudah merasa kebelet untuk buang air kecil.


Tanpa dia sadari seseorang berjalan ke mejanya ketika dia ketoilet dan menghabiskan semua kentang goreng miliknya.


Setelah dia kembali ke mejanya, dia menjadi bingung dan juga kesal. Mengetahui kentang gorengnya sudah tidak ada lagi. Padahal dia masih merasa lapar dan tidak punya uang lagi untuk membeli kentang goreng yang baru.


"Hai ..." seorang cowok menegurnya dari arah belakang dan tanpa canggung langsung duduk disampingnya.


"Kenapa kamu menghabiskan semua kentang gorengku?" Xiao Yu jadi tau orang yang menghabiskan kentang gorengnya.


"Kok kamu jadi nyalahin aku?, aku baru datang kesini dan kebetulan melihatmu". Jawab cowok itu dengan santai.


"Apa aku harus menghapus saus sambal yang tersisa dibibirmu agar aku percaya?". Xiao tampak kesal.


"Benarkah?" Si cowok itupun pura-pura kaget dan menghapus saus sambal yang tersisa dibawah bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Aku akan membelikanmu lagi sebagai gantinya" ujar si cowok


"Aku nggak mau ditraktir olehmu" Xiao Yu menjawab ketus dan membereskan buku dan alat tulisnya dari atas meja dan memasukkannya kedalam tasnya.


"Selamat malam mbak, saya pesan Chicken Nugget yang large, kentang goreng yang large juga,dan satu bucket ayam goreng crispynya".


Xiao Yu yang mendengar pesanan sicowok pun menjadi merasa tambah lapar, dia mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan sicowok.


"Kamu bisa habis..makan itu semua sendiri?". Tanya Xiao Yu beralibi, karena dia malu untuk minta ditraktir.


"Kamu masih lapar nggak?" Si cowok pun hanya tersenyum melihat sikap jual mahal Xiao Yu.


Tanpa diminta kedua kali, Xiao Yu pun mendekati sicowok untuk bisa ikut makan (lagi) bersama.


"Kebetulan hari ini kami ada potongan harga es krim untuk pasangan. Apakah kalian mau menambah es krimnya?" Kasir menawarkan sebelum sicowok membayar.


"Nggak usah..mbak, kami bukan.."


"Ya kami memang pacaran , jadi tambahin lagi dua es krimnya". Si cowok pun memotong omongan Xiao Yu dan langsung merangkulnya.


"Kamu bilang kita pacaran untuk dapat potongan harga es krim?".


"Kamu nggak bakalan susah kalau pura-pura jadi pacarku kan?".


Xiao Yu hanya menggeleng dan menghela nafas menahan kesal.


-------------------------------------------------------------------

__ADS_1


Bali


"Present day"


"Tadi pas kamu mandi, telfonmu beberapa kali ada yang nelfon Yu, coba kamu periksa siapa yang telfon. Sepertinya penting sekali sampai nelfon berkali-kali begitu". Ujar Raka


Xiao Yu pun bergegas mengecek ponselnya


("Mudah-mudahan bukan urusan kantor".) Batinnya dalam hati.


Dan memang telfon itu bukan dari kantornya melainkan dari "Jenny" sahabat dekatnya waktu SMA dulu di Beijing.


Terlihat ada lima kali miscall darinya.


"Siapa Yu?" Raka kembali bertanya.


"Oh..ini temanku dari Beijing Ka.."


"Kirain dari kantor mu..., aku sarapan duluan ya. Nanti kamu nyusul,sudah lapar banget" sahut Raka lalu mengecup kening istrinya.


"Iya nanti setelah aku telfon Temanku aku nyusul kamu sarapan".


Setelah Raka keluar kamar untuk sarapan, Xiao Yu menelfon Jenny. ("Tumben-tumbennya dia nelfon sampe berkali-kali begini? Ada sesuatu yang sangat penting tampaknya") Xiao Yu menebak-nebak kabar yang ingin disampaikan Jenny.


"Halo..Jen,apa kabar? tumben nelfon sampai lima kali? Ada kabar penting sekali tampaknya?".


"Kabar baik Yu, gimana ya Yu. Aku jadi bingung mau bagaimana ngomongin baiknya".


"Bingung gimana Jen? ngomong aja nggak apa-apa".


"Ini mengenai..eee.."


"Jangan buat penasaran deh..Jen, ngomong aja".


"Ini mengenai Wu Xia.."


Mendengar nama itu..Xiao Yu menjadi terdiam beberapa saat.


"Kamu kan tau, aku nggak mau membahas dia lagi, kami sudah punya kehidupan masing-masing".


"Iya aku ngerti Yu, cuma ini masalah hidup dan matinya, lagipula kamu berhak tau alasan dia meninggalkan mu".


"Aku sudah melupakan semua dan tidak mau tau lagi Jen, aku tidak mau kembali kemasa lalu".


"Baiklah..Yu, aku hanya ingin mengatakan ini sekali saja. Dia sekarang sudah tidak punya banyak waktu, dia selalu menyebut namamu disaat mengigau. Sakit kanker paru-paru yang dideritanya sudah sangat parah."Lin Che" yang memberitau kami, dia meminta kami untuk memberitau mu. Dan jika kamu bersedia datang ke Beijing untuk menemui Kakaknya, dia akan mengatur semua keperluan untuk keberangkatan mu. Dia memang bersalah telah meninggalkanmu, tapi dia masih punya kesempatan untuk mendapatkan maaf darimu".


Xiao Yu tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk membatah perkataan Jenny


"Baiklah..beri aku waktu untuk berfikir". Jawab Xiao Yu.


"Mendengar jawaban mu ..., sebenarnya aku sudah tau keputusan mu".sahut Jenny


"Paling tidak aku harus meminta izin Raka, kalau dia mengizinkan ku. Aku akan pergi ke Beijing".


"Baiklah...Yu, sampaikan salamku untuk suami mu".

__ADS_1


Tobe Continue


End Of Chapter 3


__ADS_2