
Sambil berlari Saras menarik tangan Yoga, setelah dirasa lumayan jauh dari rumah Pekak Landung. Dia menghentikan larinya,
"kamu mau pipis disitu?"
"Nggak Ga, aku tadi bohong aja...sebenarnya aku cuma mau bilang...kalau Pekak Landung itu sudah.."
Belum selesai Saras menyelesaikan kalimatnya.Terdengar suara Kak Landung dibelakang mereka.
"Jangan bikin gosip malam-malam Gek". Kak Landung mengingatkan.
"Nggak kok..Kak.. nggak jadi". Jawab Saras yang langsung menyembunyikan sebagian wajahnya di punggung Yoga.
"Cantik sekali ya". Ujar Kak Landung sambil melihat kearah Saras.
"Cantik bagaimana Kak? " Saras menjadi risih
"Sawahnya" jawab Kak Landung
Didepan mereka berdiri adalah sawah yang dipunyai Kak Landung.
"Aku mengabdikan sebagian hidupku di sawah itu, dan besok pagi.Saat kalian bertemu penduduk desa tolong bilang kepadanya kalau padinya sudah menguning, agar membawa orang-orang untuk memanennya.Lalu dibagi-bagikan ke penduduk desa, beras disawah ini bebas dari bahan kimia. Aku ingin pendiduk desa bisa makan beras yang bebas dari bahan kimia dan bergizi".
("Niatan Kak Landung sungguh mulia") Saras berkata dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa bukan Kak saja yang memanennya?" Yoga bertanya dengan heran.
"Aku nggak bisa Ga.."
"Kenapa nggak bisa?"
"Aku harus pergi ke istriku"
"Ooh....sayang sekali kalau begitu Kak".
"Iya memang sangat disayangkan bukan aku sendiri yang memanennya". Ujar Kak Landung lirih.
"Tolong kalian lakukan ya permintaan ku".
"Iya Kak..akan kita lakukan sesuai permintaan Pekak". Jawab Saras.
Mereka bertiga menatap kearah sawah dengan suasana yang menjadi hening.
-------------------------------------------------------------------------
"Ke esokan Paginya"
Yoga terbangun dan tidak menemukan seorang pun dirumah. Pekak Landung dan saras tidak nampak keberadaannya. Karena penasaran Yogapun mencari kearah gudang kecil dibelakang rumah. Betapa kagetnya Yoga melihat Tubuh Kak Landung yang sudah kaku menjadi mayat tergeletak didalam Gudang. Dilihat dari Kondisi mayatnya, tampaknya Kak landung sudah meninggal lebih dari satu hari.Setelah mengambil barang bawaannya Yoga pun lari tunggang langgang keluar rumah dengan berteriak seperti orang yang kemasukan arwah.
__ADS_1
Saras yang menunggu Dipinggir sawah, Hanya tertawa dan tetap cuek makan snack yang dibawanya. Dia merasa geli dengan Ketakutan Yoga yang berlari sambil berteriak dan memanggil nama Saraswati. ("untung sudah Pagi, dia baru sadar temannya sudah meninggal. Kalau tadi malam dia sudah tau..pasti lebih heboh") Saras bersyukur dalam hati.
"Yoga...aku disini..." Saras akhirnya tidak tega melihat Yoga yang berlari kesana-Kemari disekitar sawah mencari dirinya.
"Kamu kok malah santai gitu Sar?" Ujar Yoga setelah melihat Saras diantara rerimbunan semak dipinggir sawah.
"Aku tadi lihat Mayat Pekak Landung didalam gudang!!" Suara Yoga masih terdengar panik.
"Iya ...aku sudah tau Ga" Sahut saras yang masih terlihat santai menanggapi perkataan Yoga.
"Terus kenapa semalem nggak bilang sih?"
"Kan aku sudah berapa kali mau kasih tau kamu dan kasih kode-kode, kamu nya aja nggak ngeh. Malah gembira gitu lihat Kak Landung".
"Itu karena aku nggak tau kalau dia sudah mati dan jadi Hantu Sar.." jawab Yoga tidak mau disalahkan.
" Ya udah kalau begitu.. kita temui Kak Landung lagi..." Ujar saras
"Nemuin Gimana?..Nggaklah.. sebaiknya kita pergi dan kasih tau penduduk desa biar bisa diurus mayatnya".
"Baiklah kalau begitu, Kamu duluan jalan. Aku susul dari belakang, aku kan nggak tau arah kedesanya".
Yoga pun menggenggam tangan Saras dan mengajaknya pergi dari tempat itu menuju pusat Desa.
__ADS_1
ToBe Continue