Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 1 (Yang menutupi pandangan kalbu) Page 6


__ADS_3

Hari ke 2 (latihan persiapan acara beasiswa)


Sesi Latihan selanjutnya adalah, penyerahan piagam dan beasiswa ke Jerman kepada Mahasiswa dan Mahasiswi yang berprestasi oleh Duta besar Jerman.


Mahesa dan Violette duduk berdampingan sebagai Duta besar dan istrinya. Mereka menunggu instruksi selanjutnya sambil melihat persiapan diatas panggung. Mahesa menoleh ke belakang dan melihat Aura yang sedang duduk sendiri dipojok sambil membaca sesuatu.


"Pacar mu, manis juga ya?". Mahesa melihat kearah Violette.


Violette hanya diam sambil pura-pura tidak mendengar. Pandangannya tetap fokus ke arah panggung. "Kamu tunggu disini ya, istriku.." Mahesa mengedipkan mata kanannya ke Violette dan menghampiri Aura.


Violette yang berpura-pura cuek, melihat kearah perginya Mahesa dan tampak terkejut melihat Mahesa mendekati Aura. ("Bisa ketahuan nanti sandiwaraku") batinnya dalam hati.


Aura yang nampak serius membaca, menjadi salah tingkah dihampiri Mahesa.


"Hai Aura..Cantik". Tanpa basa-basi Mahesa langsung menyapa dan duduk disebelahnya.


Aura melihat kearah Violette di barisan depan. Reaksi Violette melihat hal itu memberinya kode untuk pergi dan mencuekkan Mahesa.


Tetapi Aura tetap diam ditempat duduknya dan membiarkan dirinya mulai dirayu Mahesa.


"Kalau boleh tau, sudah berapa lama kamu kenal dekat dengan Vio?" Mahesa mulai menjalankan aksi rayuannya.


"Kami kenal sejak SMU". Jawab Aura dengan malu-malu.


Mahesa merapatkan tempat duduknya.


Aura menjadi tidak bisa berkonsentrasi.


Violette yang dari tadi memperhatikan dari tempat duduknya.menempelkan belakang tangannya kekening


("Capek deh") dia berkata dalam hati.


"Begini ya sayang...," Mahesa kembali merayu.


"Sayang..?".Aura menjawab dengan senang


"Maksudku sayang sekali". Sahut Mahesa


"Sayang sekali tidak bisa mendekati Vio?" Tanya Aura dengan gugup.


"Bukan.., maksudku sayang sekali tidak bisa mendekatimu". Mahesa menghembuskan nafasnya dengan lembut kearah leher Aura.


"Aura Cantik". Lanjutnya lagi

__ADS_1


Aura tersenyum manja karena terus dipuji.


"Cukup panggil Aura saja".


Mahesa mengangguk dan tersenyum sambil menatap dengan lembut kearah Aura. Lalu memberi gerakan kecupan dari bibirnya.


Aura pun jadi tersipu malu dan meremas kertas yang dibacanya tadi tanpa sadar. Melihat reaksi Aura yang terkesan seperti cewek yang gimana gitu.Violette meneguk habis minuman yang baru saja diambilnya.("dia pasti akan membongkar semuanya") Violette sudah merasa pasrah.


-----------------------------------------------------------------------


Giliran Mahesa dan Violette berdiri diatas panggung untuk berperan sebagai Duta besar dan istri yang akan menyerahkan Piagam beserta beasiswa kepada Mahasiswa dan Mahasiswi yang berprestasi.


"Jadi masih mau dilanjutin sandiwaranya?", Mahesa menunjukkan hasil chatnya dengan Aura.


-----Yang semangat ya deketin Vio nya


-----Dia memang suka jual mahal


-----😉😉


Violette terdengar pasrah dan berkata


"Sekarang kamu sudah tau semua, jadi aku nggak perlu berpura-pura lagi".


("let put a smile on that face"---Joker)


"Jadi cewek yang cerdas seperti mu mempunyai zodiak Aquarius?".


Violette hanya diam dan terlihat mulai tersenyum walaupun sedikit.


"Aku bisa membaca kepribadian seseorang dari zodiak dan telapak tangannya". Ujar Mahesa seperti berpromosi atau lebih tepatnya Merayu.


"Aku harus percaya dengan omongan penggoda seperti mu?" Violette masih bersikap jual mahal.


"Kamu jangan paranoid begitu dong". Mahesa tetap santai menanggapi.


"Aku bisa beneran,coba mana tanganmu".


Violette masih kelihatan ragu untuk memberikan telapak tangannya untuk dibaca.


"Gratis kok nggak bayar.." ujar Mahesa


Violette pada dasarnya adalah wanita yang ramah, dan suka berteman dengan siapa saja. Tetapi tidak suka dengan laki-laki yang suka menggoda atau dengan kata lain suka merayu kepada wanita manapun. Dan Mahesa menurutnya adalah tipe laki-laki penggoda.

__ADS_1


Kali ini dia mencoba untuk tetap berusaha menjadi baik dengan memberikan telapak tangannya untuk dibaca oleh Mahesa.


"Mmm..melihat dari telapak tangan mu..kamu adalah cewek yang..." Mahesa tampak berfikir


Sedangkan Violette mulai nampak percaya dengan perkataan Mahesa.


"Mempunyai tangan yang halus dan lembut". Ujar Mahesa melanjutkan perkataannya.


Violette menjadi kesal dan menarik tangannya kembali mendengar perkataan Mahesa yang bernada merayu.


"Aku bercanda kok tadi, kali ini beneran..aku bacanya". Mahesa tersenyum melihat Violette yang tampak kesal dengan kejahilannya.


"Ayo..siniin tangannya".


Violette kembali memberikan tangannya untuk dibaca.


"Mmm..kalau dilihat digaris ini, kamu adalah anak pertama dari dua bersaudara".


Violette terkejut dengan perkataan Mahesa yang tepat.Dia mulai merasa penasaran dengan perkataan Mahesa selanjutnya.


"Kamu juga mempunyai bakat dibidang seni kan?".


Violette mengangguk, karena perkataan Mahesa benar lagi mengenai dirinya.


"Mmm...Non,kalau mengenai kesehatan kamu harus berhati-hati". Raut wajah Mahesa mulai serius.


"Kenapa memangnya? Aku merasa sehat-sehat saja kok". Violette menjadi sangat penasaran


"Kamu harus mengurangi makan malam yang berlebihan. Jangan lagi makan nasi goreng seafood, Sate kambing dan Ice cream coklat".


"Heii..". Violette nampak kesal kembali.


"Aku sudah memprivate instagramku, bagaimana kamu bisa lihat?". Violette merasa dikerjai karena semua yang dikatakan Mahesa adalah hal-hal yang dipostingnya di Instagram.


"Begini ya Cantik.., semua hal yang kita unggah di medsos itu bisa dilihat walaupun di private. Ada caranya dan bisa dipelajari, jadi berhati-hati kalau internetan karena berbahaya". Mahesa tampaknya pernah berguru dengan Kak "Roy Suryo".


"Orang sepertimu yang sebenarnya berbahaya". Violette menjawab dengan cerdas.


(Krik..krik..krik)


Mahesa pun terdiam tanpa bisa membantah.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2