
"Surabaya (11 tahun yang lalu)"
Raka nampak menyendiri di suatu ruangan sambil menikmati minumannya.
Andrew masuk kedalam ruangan tersebut lalu menghampirinya. Raka masih merasa kesal melihat Xiao Yu menolong andrew ketika dia bisa menjatuhkannya dengan sekali pukul.
Wajah sebelah kanan Andrew masih terlihat lebam karena terkena pukulan keras Raka.
Melihat Andrew mendekat dan duduk didepannya Raka hanya diam dan tidak perduli dengan kehadirannya.
"Raka..., aku minta maaf, karena punya perasaan terhadap Xiao Yu.tapi seberapapun kerasnya aku berusaha untuk meluluhkan hatinya, dia tetap tidak punya perasaan apa-apa kepadaku dan hanya menganggapku sebagai atasannya.Dia juga bilang padaku untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya".
Raka yang dari tadi hanya diam dan melihat dengan tatapan tidak suka, menjadi lebih melunak karena mendengarkan perkataan Andrew.
"Xiao Yu bilang mau mengundurkan diri?".
"Iya Raka..itu karena dia tidak ingin membuat kamu menjadi khawatir dan cemburu. Jadi dia minta untuk mengundurkan diri mulai bulan depan.Dia sangat mencintaimu, dan lebih memilih kehilangan pekerjaannya daripada kehilanganmu".
"Tapi dia mungkin sangat marah padaku karena telah bersikap kasar dan memukulmu,aku terlalu cemburu dan takut kehilangan dirinya". Ujar Raka yang mulai bisa menerima permintaan maaf Andrew.
"Itu bukan kesalahanmu, aku yang pertama-tama memulai semuanya".
"Jangan khawatir Ka, dia pasti memaafkan mu dan masih mencintaimu".
"Bagaimana kamu bisa yakin?" Raka mulai merasa bersalah karena meragukan ketulusan cinta Xiao Yu kepadanya.
"Untuk hal itu, kamu bisa menanyakannya langsung ke istrimu". Jawab Andrew
Rupanya sedari tadi Xiao Yu mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu dan membuka pintunya,Ketika mendengar suara Raka yang merasa bersalah.
Mereka berduapun melihat kearah Xiao Yu, yang hanya diam menatap kearah Raka.
Andrew tersenyum dan mengangguk kearah Xiao Yu.
"Kalau begitu aku permisi" ujar Andrew yang lalu keluar ruangan membiarkan Raka dan Xiao Yu untuk berbaikan kembali.
"Kamu masih marah Ka?".Xiao Yu berusaha mendinginkan suasana.
__ADS_1
"Menurutmu?" Raka menjawab dengan berpura-pura masih kesal.
"Kamu jahat banget kalau lagi cemburu".
"Iya..aku memang jahat kalau cemburu..,dan aku bisa lebih jahat untuk membuat pria lain menjauh darimu".Tatapan Raka kali ini sangat dalam ke Xiao Yu.
Xiao Yu pun tersenyum dan menatap Raka dengan lembut.
"Tapi aku akan berhenti cemburu dan menjadi jahat, kalau kamu bilang kamu tidak mencintaiku lagi".ujar Raka sambil menggenggam kedua tangan istrinya.Kali ini kata-kata Raka membuat Xiao Yu menjadi senang dan terharu. Matanya mulai berkaca-kaca dan mengeluarkan airmata.
"Terimakasih ya Raka, karena telah cemburu padaku seperti itu".
"Iya ...cantik". Raka mengecup kening Xiao Yu
"Lalu tentang pengunduran dirimu, kamu tidak perlu melakukannya. Kembali saja bekerja seperti biasa, aku nggak bakalan cemburu lagi dengan Andrew".
"Kalau begitu aku, mau ambil semua cuti tahunanku bulan depan. Biar kita jalan-jalan dengan Violette, sambil merayakan kalau dia bakalan punya adik".
"Adik..Violette?".
Xiao Yu mengangguk dan tersenyum sumringah.
"Iya Ka.., aku hamil lagi".
"Aku kok nggak nyadar ya?"
"Itu karena kalau lagi ngambek,kamu nggak perhatikan perubahan badanku, sudah masuk bulan kedua lho ini". Xiao Yu memang sengaja tidak memberitau Raka agar menjadi sebuah kejutan.
"Katanya kamu nggak mau hamil lagi?"
"Ih..siapa bilang?, itu cuma omongan kosong aja. Nggak serius, buktinya aku nggak pakai alat kontrasepsi apapun. Dan kamu juga tiga bulan belakangan ini malah "mintanya keseringan", tapi ngambek juga iya".
"Ini benerankan Yu? Nggak bercanda?". Raka masih kurang yakin.
"Iya sayangku..aku beneran hamil".
Raka lalu memeluk istrinya tapi kali ini tidak terlalu erat, karena takut mempengaruhi janin yang ada diperut Xiao Yu.
__ADS_1
"Kamu kok meluknya kayak nggak ikhlas gitu Ka?, yang biasa aja meluknya. Bayinya nggak bakalan kenapa-napa". Ujar Xiao Yu yang risih dipeluk tapi tanggung begitu.Mendengar Protes Xiao Yu,Rakapun tanpa ragu memeluk istrinya dengan erat.
Present day
Di Pesawat dari Bali menuju Surabaya
"Kantor mu nggak keberatan kamu ngambil cuti mendadak gitu Yu?" Tanya Raka
"Nggak apa-apa, lagian cuma tiga hari dan kebetulan tidak ada kerjaan yang sangat penting yang harus diselesaikan. Aku juga bisa berkunjung kekantor pusat di Beijing".
Suasana menjadi hening untuk sesaat.
"Terimakasih ya Ka, sudah mengizinkan ku ke Beijing". Ujar Xiao Yu sambil memegang tangan suaminya.
"Iya Yu, aku juga berterimakasih karena kamu berani jujur. Kamu bisa saja ngomong dapat tugas dari kantormu, dan aku nggak akan curiga". Jawab Raka sambil melihat ke Xiao Yu.
"Aku nggak mau mengambil resiko melihatmu cemburu dan berfikir yang tidak-tidak kalau nantinya aku ketahuan tidak jujur padamu".
Raka tersenyum dan mengecup bibir istrinya.
"Kamu ingat dimalam pertama kita, kamu pernah berkata apa padaku?" Tanya Xiao Yu
"Boleh kita melakukannya lagi?".jawab Raka bercanda
Xiao Yu pun tertawa lepas mendengar jawaban Raka.
"Itu setelahnya..." ujar Xiao Yu yang masih juga tertawa.
"Bahwa kamu tidak akan pernah pergi dan akan tetap dihatiku?".jawab Raka masih dan akan tetap ingat selalu dengan kata-katanya yang spontan keluar begitu saja saat itu, mewakili rasa cintanya yang begitu dalam kepada Xiao Yu.
"Aku tidak mau kehilangan rasa cintamu Ka". Kali ini Xiao Yu yang mencium bibir suaminya.
Nampaknya perjalanan Xiao Yu ke Beijing untuk menemui Wu Xia akan berjalan baik dan nyaman,semua karena buah dari kejujurannya dan cinta Raka kepadanya.
Tobe Continue
__ADS_1
End of Chapter 4