
Sesuai dengan urutan yang menerima plakat penghargaan dan beasiswa terakhir dipanggil adalah Mahesa.
Dari atas panggung Mahesa bisa melihat kekaguman dari wajah Violette untuknya dan baginya itu merupakan penghargaan yang lebih dari apapun.
"Inilah para Mahasiswa dan Mahasiswi yang menerima penghargaan dan beasiswa dari pemerintah Jerman selama 3 tahun". Ujar Pembawa acara disela pengambilan foto bersama Mahasiswa dan Mahasiswi beserta Duta besar dan istri.
Semua tamu yang hadir memberikan apresiasi dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
Tatapan Mahesa hanya tertuju untuk Violette, begitu juga sebaliknya dengan Violette. Perhatiannya hanya tertuju untuk Mahesa.
Mereka berdua saling menggunakan isyarat dengan mengangguk dan tersenyum, yang menunjukkan rasa bahagia dan kekaguman antara mereka.
"Sebelum menutup acara ini, kami memberikan penghargaan dengan pertunjukan sebuah lagu. Yang mana lagu ini sebagai pengantar para pelajar kami ke Jerman.Selamat menikmati pertunjukannya". Ujar Mbak pembawa acara menutup acara.
Seluruh hadirinpun bertepuk tangan dengan meriah.
Kali ini giliran Violette dan teman-temannya yang unjuk kebolehan untuk bernyanyi secara akapela.
Pertunjukannya berjalan dengan sangat baik dan bisa dikatakan sempurna. Namun pada saat pertunjukan selanjutnya yang turun dari panggung dan melakukan gerakan tepukan tangan secara berpasangan ,Violette yang seharusnya berpasangan dengan duta besar menukar posisinya dengan Aura. Sehingga dia bisa berpasangan dengan Mahesa, melihat hal itu Mahesa merasa terkejut sekaligus merasa sangat senang. Dia tersenyum bahagia, menurutnya apa yang dilakukan Violette merupakan hal yang bisa dikatakan nekat dan berani. Violette hanya tersenyum senang dan memberikan isyarat agar Mahesa jangan khawatir dengan pertukaran posisi itu. Kali ini mereka melakukan gerakan tepukan tangan secara selaras tanpa ada kesalahan, rasa bahagia yang menyelimuti mereka berdua memberikan efek yang sangat besar dengan keselarasan gerakan mereka.
Namun lagi - lagi Violette melakukan hal diluar skenario ketika dia sebagai leading Vokal yang harus mengakhiri pertunjukan dengan bait lagu terakhir yang terkesan sedih karena harus berpisah dengan seseorang.
"Wahai senja yang berkilau, sepertinya aku diingatkan bahwa yang ada hanya kegelapan saat matahari terbenam. Seperti Cinta kita yang harus mengucapkan kata perpisahan". Nyanyian Violette masih terdengar merdu dan stabil, tetapi matanya berkaca-kaca. Tatapannya begitu dalam ke Mahesa, dan Mahesa pun seperti merasakan hal yang sama. Mereka merasa Bahagia dan sedih diwaktu bersamaan.
Mereka saling menatap dalam keheningan dan seperti enggan untuk melepaskannya. Hingga akhirnya kilatan cahaya dari lampu blitz kamera seperti menyadarkan Violette dari perasaannya. Dia cepat-cepat kembali keatas panggung untuk menutup pertunjukkannya, diatas panggung teman-temannya sudah menunggu dengan posisi tangan kanan disilang didada. Setelah Violette berada diantara mereka, diapun melakukan gerakan penutupan dengan saling berpegangan tangan antara mereka dan mebungkukkan badan.
Para tamu undanganpun semua berdiri dan kembali memberikan tepuk tangan dengan sangat meriah disertai rasa bangga dan kagum dari Para rektor dan para ketua panitia pendukung acara. Tidak terkecuali Mahesa yang juga tertawa bahagia.
__ADS_1
acara telah selesai,para tamu serta panitia dan crew pendukung acara mulai pulang satu persatu.Violette terlihat terburu-buru keluar ruangan aula karena mengejar seseorang. Orang itu adalah fotographer yang disewa untuk seksi dokumentasi, tetapi dia tidak bisa bertemu dengannya karena fotographer tersebut sudah keburu pergi dengan taxi pesanannya. Mahesa pun tampak mengejar taxi tersebut dari belakang. Tetapi hasilnya tetap sama dengan Violette, dia tidak bisa menghentikan fotographer tersebut pergi dengan taxinya.
Setelah mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena berlari kencang dengan masih mengenakan tuxedo, diapun membalikkan badannya dan berjalan kearah Violette yang masih diam terpaku.
"Kamu ngejar mas Fotographernya ya?"tanya Violette.
"Kamu juga kan?" Jawab Mahaesa balik bertanya
"Iya..." jawab Violette singkat
"Jadi karena kita sama-sama nggak bisa dapetin foto kita berdua, aku ada ide".
Mahesa pun mengeluarkan ponselnya dan langsung mengambil foto Violette
Violette yang merasa belum siappun protes.
"Tuh kan bener, jadi aneh dan jelek tau..., pokoknya hapus..hapus.."ujar Violette.
"Kenapa dihapus? Menurutku fotomu ini bagus dan kamu nampak imut". jawab Mahesa
"Ok aku hapus, tapi sebagai gantinya kita foto berdua ya?".ujar Mahesa lagi
Violette terkesan seperti ingin menolak, tetapi disatu sisi dia juga sangat ingin berfoto berdua dengan Mahesa.
"Ya udah ayok.." jawab Violette dengan masih terkesan malu-malu (tapi mau)
__ADS_1
Setelah mengambil foto mereka berdua sebanyak dua kali.
"Aku kirimin ke kamu ya?" Ujar Mahesa
Namun Mahesa baru menyadari kalau nomernya masih diblok Violette.
"Aku lupa kalau nggak bisa kirim ke kamu, nomerku kan masih kamu block".
Violette mengeluarkan ponselnya, dia melihat Mahesa sambil menggigit ujung bibirnya. Mahesa melihat Violette dengan isyarat mengedip-ngedipkan kedua matanya (dia tampak seperti anak kucing yang imut dan terkena gejala cacingan stadium akhir).
"Nih...sudah ku buka bloknya, kamu bisa kirim fotonya sekarang"jawab Violette dengan membuka fitur unBlock number.
"Setelah aku mengirim fotonya, apa nomerku akan di blok lagi?". Tanya Mahesa
"Itu tergantung bagaimana dengan sikap mu" jawab Violette dengan tatapan penuh arti.
"Kalau ngirimin stiker dan ucapan selamat malam bagaimana?" Mahesa seperti menguji Violette.
"Itu tergantung seberapa mengganggu". Jawab Violette.
"Kalau aku mau nganterin kamu pulang sekarang?"
"Meminta terlalu banyak juga bisa membuatmu diblok". Violette menjawab sambil berlalu pergi meninggalkan Mahesa.
"Jadi aku boleh nganterin kamu pulang nggak nih?" Mahesa mengejar Violette dan berjalan disampingnya.
Violette menjawab dengan tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
To be continue