
Sang pria nampak mulai bosan, sudah lebih 10 menit dia menunggu didalam mobil, dia sekarang berperan sebagai duta besar Jerman. Itu terlihat dari tulisan yang dikalungkan padanya.
Pintu mobil di sebelah kanannya terbuka, dan seorang gadis masuk. Dengan tulisan Istri Duta besar yang dikalungkan padanya , sepertinya gadis ini juga dimintai tolong untuk berperan menjadi istri duta besar.
"Walkie talkie nya tolong dibawa ya, nanti aku akan instruksikan apa yang harus dilakukan melalui walkie talkie". Ujar seseorang dari luar.
"Iya mbak.." jawab si gadis sambil menutup pintu mobil.
Sang pria memperhatikan si gadis dan melihat tulisan yang dikalungkan. "Cantik juga" batinnya dalam hati.
"Kalau beneran jadi istriku aku tidak akan menolak" dia kembali membatin.
Si gadis hanya diam dan terlihat anggun dengan sikap cueknya.
"Berperan sebagai suami - istri ini tampaknya menyenangkan juga ya, bisa buat lucu-lucuan gitu". Sang pria berusaha membuka percakapan.
Si gadis menoleh dan mengangguk
"Iya.." jawabnya singkat.
"Namaku Mahesa"
"Aku Vio" jawab si gadis kembali singkat.
Suasana kembali hening (krik.krik.krik)
Sang pria kemudian kembali berusaha untuk mencairkan suasana dan mengambil ponsel dari kantung celananya.
"Kalau kita foto-foto-an berdua sambil menunggu kayaknya bagus juga".
Tanpa menunggu persetujuan si gadis sang pria mengambil foto mereka berdua sebanyak 3 kali.
Si gadis hanya diam tanpa bergerak, hanya ekspresi wajahnya terlihat kaget dan merasa aneh dengan tingkah laku sang pria.
Setelah memilih foto yang menurutnya bagus. Sang pria menunjukkannya kepada si gadis.
__ADS_1
"Foto yang ini tampaknya sangat bagus, memperlihatkan aura kecantikan mu".
Si gadis tampaknya masih tetap bersikap dingin tanpa terlihat tertarik dengan perkataan sang pria.
"Aku bisa mengirim foto ini melalui chat, kalau kamu mau".
Si gadis menghela nafas panjang dan menoleh kearah sang pria.
"Kamu terbiasa melakukan trik ini dengan semua cewek ya?".tanya si gadis
"Biasanya mereka tidak pernah menolak". Jawab sang pria
"Lagipula aku tidak bermaksud jahat dan kurang ajar, kan hanya mengirimkan foto". Lanjut sang pria.
"Mmmm..kalau begitu sebaiknya tidak usah ". Jawab sang gadis.
"Boleh tau alasannya?" Tanya sang pria.
"Aku nggak mau aja". Jawab si gadis cuek.
Si gadis yang tadinya masih bersikap dingin, mulai merasa tidak tega melihat ekspresi memelas sang pria.
"Baiklah, tetapi beneran hanya untuk mengirim foto saja ya? Nggak ada maksud lain?".
Sang pria mengangguk dan memberikan ponselnya kepada si gadis agar mengetikkan sendiri nomer ponselnya.
Setelah mendapatkan nomer si gadis, sang pria mengirimkan foto mereka.
Si gadis melihat ponselnya dan menoleh ke arah sang pria.
"Fotonya sudah aku terima" ujar si gadis
Sang pria tersenyum senang (akhirnya dia mendapatkan juga nomer cewek cantik ini)
Tetapi si gadis kemudian melakukan hal diluar dugaannya.Dia memperlihatkan nomer sang pria dan menekan fitur "Block number"
__ADS_1
Sehingga nomer sang pria terblock.
Dengan tersenyum seperti mengejek si gadis memasukkan kembali ponsel kekantung celananya.Sementara sang pria hanya tersenyum bingung bercampur kesal, tetapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mendekati si gadis cantik tersebut.
-------------------------------------------------------------------
Sementara itu diwaktu yang sama dan tempat berbeda.
"Jakarta Selatan"
"Ayolah Saras...Farel belum jadi siapa-siapa saat mulai pacaran denganmu, lepaskan semua kesedihanmu dengan menangis yang keras. Lalu bangkit kembali untuk menjalani hidup indahmu, jangan diperlihatkan kalau kamu sedih begitu". Sharon berusaha menenangkan hati sahabatnya.
Saraswati hanya tertawa dan tetap fokus melihat laptop didepannya.
"Kamu sedang lihat apa sih?" Sharon jadi penasaran dengan keseriusan Saras didepan laptop.
ARTIKEL
" 9 cara melupakan sakit hati karena putus cinta"
"Aku akan mengakhiri semua kesedihanku ditempat kisah cintaku dimulai" saraswati menjelaskan dengan serius.
"Mmmm..ok, itu sepertinya ide yang sangat bagus, jadi dimana tempatnya?" Sharon menyemangati sahabatnya.
"Kota Paris, di menara eiffel" sahut Saras yakin.
"Hadeehhh.., saras..saras..kamu kan nggak pernah keluar negri?". Sharon menggeleng
"Bilang saja yang sebenarnya, dimana tempatnya?".
"Daerahnya kebetulan sama dengan tempat tugasku yang baru". Jawab Saras
"Di Bali maksudmu?". Sharon memastikan
Saraswati hanya tersenyum datar.
__ADS_1
To be continue