Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 5 (Teman Bahagia) Page 28


__ADS_3

Pagi ini Saras bangun agak kesiangan sehingga dia tidak bisa membantu Devi membuat sarapan.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.10.


Dia kembali tidur diteras depan kamar Yoga begitu pula Yoga yang juga tidur diteras depan. Setelah menikmati makan malam yang hanya mie instan saja, mereka kembali mendengarkan musik dan mengobrol panjang yang topik nya sebagian besar seperti saling mencari tau lebih dalam mengenai mereka berdua.


"Sarapan yok..Sar".


"Aku duluan aja ya kesana nya, kalau kita muncul bersama. Nanti mereka berfikir yang aneh-aneh mengenai kita".


"Pastinya begitu, tapi aku nggak masalah sih Sar. Nggak tau kalau kamu nya". Yoga memandang ke Saras, yang hanya diam. Sebenarnya Saraswati juga nggak masalah kalaupun mereka disangka mulai ada hubungan. Rasa nyaman dengan Yoga sudah mulai ada didiri Saraswati.


Sementara itu Nyoe baru saja pulang dan nampak seperti kesal, seperti habis kena tilang atau sandalnya terpijak kotoran (yang bisa membuat orang berjalan menyeret kakinya).


"Eh Nyoe..kamu nginep dimana? Jam segini baru pulang?. Devi malah menyerocos . Membuat kekesalan Nyoe bertambah.


"Tagihan bulan ini malah tambah mahal, padahal tamu yang datang juga sedikit". Rupanya omongan Devi ada lanjutan lagi.


Shinta dan Rahde yang sedang menikmati sarapan pagi hanya tersenyum melihat keceriwisan Devi.


"Nah..ini dia dua orang yang hilang akhirnya muncul juga". Ujar Rahde yang melihat Yoga dan Saraswati muncul.


"Kalian kangen ya dengan kami?" Balas Yoga sambil tersenyum dan berjalan kearah Devi dan Nyoe .


Saraswati langsung duduk dimeja dan bergabung dengan Shinta dan Rahde.


"Wah dua sejoli akhirnya pulang juga, romantis sekali. Jadi bagaimana ceritanya?" Nyoe yang sedari tadi diam, akhirnya bersuara dan langsung menyindir Yoga.


"Panjang ceritanya Bli".

__ADS_1


"Panjang ya ceritanya?" Nyoe kembali menyindir dan menyilangkan kedua tangannya didada


"Iya panjang ceritanya, nanti aku ceritai. Sekarang aku mau sarapan dulu". Yoga sepertinya belum ngeh dengan maksud Nyoe. Dia tetap saja cuek sambil mengambil pisang goreng dan dua gelas teh hangat.


"Ampun dah, kalau gitu aku nggak mau dengar" ujar Nyoe yang kali ini bernada tak perduli dengan cerita Yoga.


"Oh..nggak apa-apa juga kalau nggak mau diceritain". Yoga juga menanggapi santai.


Rupanya Devi sudah bergabung dimeja tempat mereka sarapan. Namun dia duduk bertiga disamping Shinta dan Rahde.


Shinta berbisik-bisik dengan Devi, dan tidak memperdulikan Yoga dan Saras yang menatap heran kearah mereka.


"Bli Nyoe semalam kemana mbok?, dia nggak ikut kami nonton festival seni." Shinta berbicara berbisik supaya tidak terdengar dengan Nyoe.


"Dia pergi ketempat selirnya kali" Rahde pun ikut nimbrung.


Nyoe pun menjatuhkab cangkir teh nya dengan sengaja , suaranya jadi mengangetkan mereka yang mengosipinya.


"Jangan khawatir Bli,kalau lagi kesal dengan seseorang. Bilang aja ke aku siapa tau aku bisa bantu". Yoga menawarkan diri walaupun dia tidak tau permasalahannya. Kenapa Nyoe sampai pulang pagi dan pulang-pulang malah terlihat kesal.


"Jadi kamu bisa bantu?, baiklah". Raut wajah Nyoe malah terlihat kesal kembali . Dia lalu menghampiri mereka berlima.


"Si jujum kalian tinggalin dimana??".


"Oooo.." Yoga dan Saras pun menyadari sumber masalah yang membuat Nyoe menjadi kesal.


"Kompak sekali ya..kalian berdua, cuma ngomong ..Oooo?". Ujar Nyoe yang walaupun kesal masih berusaha untuk tidak marah.


"Tenang aja Bli..nanti juga bakalan kembali" Yoga berusaha tenang walaupun merasa tidak enak juga dengan Nyoe.

__ADS_1


"Pulang sendiri bagaimana?, kalau nggak dikasih tau temanku. Si Jujum pasti sudah jadi prasasti dan lumutan".


"Mengenai biaya perbaikannya nanti aku ganti Bli, yang penting tamu kita nggak complain".


"Tamunya yang mana?"


"Saras kan tamu bli.." ujar Yoga menoleh kearah Saras.


"Eh ..Ga..kamu sudah lupa ya dengan sakit hatimu dengan khaira?". Ujar Nyoe yang langsung melengos pergi sebelum Yoga sempat menjawab.


Yoga dan Saraspun saling berpandangan dengan wajah yang merasa bersalah karena membuat Nyoe kesal.


"Tamu...apaan? Pacar kali bukan tamu". Gerutuan Nyoe masih terdengar.


"Paling bli Nyoe diputusin selirnya" ujar Rahde


"Sudah pasti itu" ujar Shinta


"Udah..udah..lupakan saja dia, lebih baik kita lihat mereka berdua" Devi berkata sambil melihat ke arah Yoga dan Saras.


"Kalian sudah saling suka ya?" Ujarnya lagi


Yoga dan Saras pun saling menatap bingung untuk menjawab. Namun tidak ada reaksi penolakan dari mereka.


"Ngapain juga ditanyain lagi mbok Dev.sudah 110% pasti itu". Sahut Devi


"Wa..hahahaha.." Devi pun tertawa senang sambil memberi kode dengan kedua tangannya kalau mereka sudah berciuman.


Yoga dan Saras tambah tidak bisa berkata-kata selain tersenyum malu-malu.

__ADS_1


Tobe Continue


__ADS_2