Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 3 (Yang lebih indah dari seorang Juliet) Page 20


__ADS_3

Saras sudah selesai mandi dan memakai baju pinjaman yang di berikan Yoga. Baju itu kebetulan sangat pas dengan ukuran badannya, serta membuatnya menjadi tampil sangat cantik. Membuat Yoga tertegun melihatnya dan menghentikan ketikan di notebooknya, penampilan Saras kali ini mengganggu konsentrasinya.


"Kamu kelihatan cerah sekali Sar".Yoga tanpa sadar memuji Saraswati.


"Cantik maksudnya?".Saras meluruskan maksud perkataan Yoga.


"Eh..iya gitu maksudku.." Yoga jadi bingung sendiri dengan perkataannya.


Saras mengeluarkan bekal makanan yang dia bawa, yang isinya ternyata hanya snack ringan dan biskuit.


"Kamu bawa bekal seperti anak kecil aja Sar", Yoga mengomentari.


"Aku nggak nyangka bakalan, nggak ada warung makan didekat sini, maka nya aku cuma bawa bekal seadanya. Lagian makanan-makanan ini cukup mengenyangkan juga kok disaat darurat seperti ini". Jawab Saras yang langsung membuka salah satu makanan ringan dan memakannya.


"Iya sih, Sar...tapi itu bukan makanan sungguhan. Kalau buat ngemil sih cocok, kebetulan aku sempat bungkusin nasi goreng buatanmu sebelum berangkat. Kamu makan dulu, kalau ada sisa baru nanti aku yang makan". Yoga memberikan bungkusan nasi goreng yang dimaksud kepada Saras.


Tanpa malu-malu Saras menerima dan memakan dengan lahap, karena dia merasa sangat lapar.


Setelah menikmati makanan dan menyisakan sebagian untuk Yoga, Saras meminjam ponsel Yoga yang kebetulan masih menyala.


"Aku boleh pinjam hp mu?"


"Iya.., nih pake aja.." Yoga (kembali) meminjamkan ponselnya.


Selagi Yoga menikmati makannya, Saraswati menggunakan Ponsel Yoga untuk stalking Instagram Farel.


Setelah melihat status-status terbaru Farel, diam-diam Saras mengambil foto Yoga yang sedang menikmati makan malamnya sambil sesekali mengetik di notebooknya.


Saraspun membuat status baru di Instagramnya dengan mengapload foto Yoga.


Tidak berapa lama Saraspun merasa sangat mengantuk dan tertidur. Sedangkan Yoga masih tetap fokus dengan ketikannya , dan kebetulan ketika dia melihat ke Saras yang tertidur nyenyak. Dia melihat seekor nyamuk dipipi kanan Saras, belum sempat Yoga menepok nyamuk tersebut Saras terbangun dan melihat curiga kearah Yoga. Itu karena posisi tangan Yoga masih berada tepat diatas wajahnya.


"Kamu mau ngapain?".


"Tadi ada nyamuk di pipimu".


"Beneran?". Saras masih tampak curiga

__ADS_1


"Ngapain juga aku bohong Sar? Nggak mungkin juga aku mau nepok pipimu".


Saras bangun dan mengikat rambutnya, tanpa sengaja dia melihat kearah Note book Yoga dan melihat fotonya yang sedang tidur.


"Apa itu Ga?".


"Bukan apa-apa". Jawab Yoga sambil mengambil notebooknya lalu diletakkan diatas pangkuannya. Sehingga Saras tidak bisa lagi melihat kearah layar notebook Yoga.


"Bukan apa-apa gimana? Itukan fotoku.Kamu mau apain Fotoku?".


"Aku jadikan refrensi untuk karakter utama di ceritaku". Jawab Yoga yang tidak bisa mengelak lagi.


Raut wajah Saras Seperti tidak suka, dia lalu mengambil Notebook Yoga, dan memeriksa tulisan yang Yoga buat sisertai foto dirinya.


"Apaan nih? Tokoh utama wanitanya tidak keren.."


"Aku menggunakan karaktermu, nggak ada yang diubah kok Sar".


"Aku Hapus fotoku...hapus.. hapus..."Saras tetap tidak mau fotonya dipakai di cerita Yoga.


"Jangan...Sar...!" Yoga pun merebut Notebooknya dari Saras.


Tiba-tiba Saraswati buang angin dengan suara yang besar walaupun sedikit malu.


"Kamu sakit perut? Mau BAB?".


"Nggak kok!!". Saras berusaha menutupi walaupun dia memang merasa sakit perut dan mau BAB (buang air besar).


"Nggak gimana? Kentutmu lumayan dahsyat gitu. Mau aku temani?". Yoga menawarkan bantuan.


"Nggak ...nggak usah". Saras menolak.


"Memang kamu tau toiletnya?" Tanya Yoga.


"Nggak, memangnya nggak didekat sini?"


"Disini nggak ada toilet, kalau buang hajat harus kesungai disebrang sambil bawa senter. Soalnya sudah malam".

__ADS_1


Saras terlihat galau dan kesal, disatu sisi dia memang sangat kebelet dan takut untuk pergi sendiri, disatu sisi sebagai wanita dia gengsi kalau harus ditemani dan ditunggui Yoga buang hajat.


"Udah mau keluar ya?"


"Apaan sih?? Malah diledekin,Bikin kesel"!! Sahut Saras sambil melotot dan memegang perutnya (awas nongol barangnya Sar).


Kembali terdengar Saras buang angin. Dia lalu terlihat panik sambil memegang perutnya, (memang sulit untuk menolak "panggilan bawahan")


"Dimana sungainya?"


"Sekitar 50 meter dibelakang rumah, jalannya agak menurun dan gelap lho Sar..kamu yakin berani sendirian?"


"Diam Ga..jangan nakutin begitu" Saras terdengar sangat kesal


"Senternya coba cari disekitar gudang kecil dekat pintu halaman belakang".


Saraspun bergegas mencari senter ditempat yang dibilang Yoga, didalam fikirannya semua nampak seperti ****** dan sungai. Rasa Bab sudah tidak tertahankan lagi.


Gudang yang yang maksud Yoga tidak ada penerangan dan gelap. Cahaya lampu dari area luar rumah tida sampai menerangi gudang itu. Saras terpaksa menggunakan lampu senter dari ponselnya, walaupun tidak terlalu terang paling tidak membantunya untuk mencari senter yang punya penerangan yang lebih besar. Ketika dia berusaha menemukan senter, tiba-tiba Saras merasakan kakinya menginjak sesuatu yang besar dan keras.Perasaannya mulai tidak enak, dan benar saja ketika dia mengarahkan senter ponselnya. Dia melihat sesosok tubuh yang telah kaku. Dia keluar gudang kecil tersebut dengan berlari ketakutan. Sakit perutnya tiba-tiba hilang.


"Yoga...Yogaaa..".Dia berlari sambil berteriak panik menghampiri Yoga.


"Kamu kenapa Sar?, ada ular? Kok panik gitu?" Tanya Yoga dengan heran.


"Aku lihat...itu..aku..li..li..". Saras berkata dengan panik dan gagap sambil menunjuk kearah belakang rumah.


"Kamu ngomong apa sih? Aku nggak ngerti?!".


Tiba-tiba terdengar suara orang lain yang menyapa dan menghampiri mereka.


"Selamat malam.."


Saras mendadak menjadi kaku karena sangat terkejut melihat orang yang menyapa mereka. Orang tersebut bukan lagi orang yang masih hidup, melainkan hantu. Karena mayat yang dilihat Saras di gudang itu adalah mayat orang yang menyapa dan menghampiri mereka sekarang.


"Wah...Kak landung rupanya.., aku kira siapa bikin kaget aja. Aku sama temenku sudah dari tadi nungguin, kenalin temenku namanya Saraswati". Ujar Yoga yang bersikap normal saja. Karena penampilan hantu Kak Landung terlihat seperti orang yang masih hidup.


"Pacarmu ya?". Sahut Kak Landung yang menatap tajam kearah Saras.

__ADS_1


ToBe Continue


__ADS_2