
"Jadi kali ini kamu mau menanyakan apa Ga?" Tanya Kak Landung.
"Begini kak, cerita pekak yang pernah kak ceritain tentang hantu bersiul itu tidak diterima dengan editor ku di Jakarta, kalau boleh..aku minta cerita hantu lain untuk bahan tulisanku yang baru kak".
("Sekarang ini kita ceritanya lagi ngomong dengan hantu beneran") Saras membatin dalam hati.
"Baiklah..kalau begitu, kali ini mengenai kisah nyata yang terjadi di kota denpasar. Mengenai penjual mobil bekas yang menjual kembali mobil-mobil yang mengalami kecelakaan".
Yoga sangat serius mendengarkan sedangkan Saras malah merasa dia tambah ingin pulang ke bumi perkemahan.
"Si pengusaha mobil bekas ini, tidak percaya dengan hal mistis ataupun pantangan yang dipercaya sebagian orang. Kalau roh-roh korban kecelakaan bisa saja masih ada di mobil-mobil tersebut. Karena mereka mati secara tidak normal".
"Ini keren ni Kak, kalau dibuatin cerita.., tunggu sebentar aku nyalakan notebook ku buat catatan". Yoga dengan semangat
"Oke..kak..lanjutin lagi".ujar Yoga yang telah siap dengan notebooknya.
"Mobil-mobil belas kecelakaan itu memang kelihatan menjadi normal dan mulus kembali setelah melakukan perbaikan disana-sini, dia bisa mendapat banyak keuntungan sehingga usahanya menjadi sangat maju hanya dalam hitungan dua Tahun".
__ADS_1
Kali ini Saras juga kelihatan tertarik mendengarkan cerita Kak Landung, walaupun yang bercerita adalah hantu juga.
"Tidak ada yang curiga dengan usahanya tersebut. Namun di tahun ketiga keanehan-keanehan yang muncul dan dialami para pembeli mobil bekasnya. Mulai banyak dan mengembalikan mobil yang mereka beli, tanpa meminta ganti rugi. Mereka didatangi dan diganggu roh-roh yang mati penasaran di mobil-mobil bekas kecelakaan tersebut.
Tetapi hal itu tidak membuat sipengusaha mobil bekas menkadi jera. Dia tetap saja membeli mobil bekas kecelakaan, memperbaikinya sampai menjadi mobil yang bagus dan normal lalu menjualnya kembali.
Hingga suatu saat, dia sendiri mengalami kejadian aneh diganggu roh-roh penasaran tersebut dan menyebabkan anak semata wayangnya meninggal terlindas dengan mobilnya sendiri. Menurut keterangannya dia tidak melihat anaknya melainkan hantu penjual bunga yang kepalanya hanya setengah saja".
"Lalu nasib penjual mobil bekas itu bagaimana kak?" Tanya Yoga.
"Dia akhirnya mati gantung diri di sel tahanan" jawab Kak Landung
"Saras juga bisa lihat hantu loh kak". Yoga seperti berpromosi dengan kemampuan Saras.
"Beneran Gek?" Kak Landung pura-pura tidak mengetahui.
"Berarti kamu bisa lihat "Hantu-hantu yang ngumpul disini sekarang?" Lanjut Kak Landung.
__ADS_1
Bulu kuduk Saras tiba-tiba berdiri dan ketika dia melihat kesekeliling ruangan. Dia melihat sekitar sepuluh hatu yang telah mengelilingi mereka. Ada hantu anak kecil bersama ibunya, hantu nenek-nenek,hantu wanita dan pria muda, serta hantu penjual bunga yang diceritakan kak Landung. Mereka menatap tajam kearah Saras.
" Ga..Yoga..saras melingkarkan kedua tangannya kelengan Kanan Yoga. Kali ini dia merasa sudah tidak tahan lagi untuk keluar dari rumah ini.
"Kenapa Sar?".
"Anterin aku pipis yuk.." bisik Saras.
"Tadi baru habis BAB..sekarang dah mau pipis lagi?".
"Iya..anterin yuk, aku sudah nggak bisa nahan lagi". Saras membujuk dengan ekspresi ketakukan.
"Kalau Yoga..nggak mau nganterin, biar Pekak yang anterin gek nya". Kak Landung yang tau maksud dari Saras langsung menawarkan diri untuk menemaninya.
"Nggak usah Kak..biar dengan Yoga aja.."
"Ya udah.. kalau kamu sudah nggak tahan lagi. Aku anterin dia dulu Kak". Ujar Yoga.
__ADS_1
Pekak Landung hanya mengangguk dan membiarkan mereka keluar rumah.
Tobe Continue