Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 4 (Keep me in your memory) Page 25


__ADS_3

"Bohemian Rhapsody"


Vol 2 (Past to Present)


Chapter 4


(Keep me in your memory)


Page 26


"Beijing 1996"


Kantin sekolah


Wu Xia melihat kearah Xiao Yu yang hanya bisa makan bakpao dan air putih. Kartu makannya sudah diberikan ke Wu Xia sebagai ganti rugi biaya pengobatan kakinya yang katanya bengkak karena sengaja diinjak dengan kaki kursi oleh Xiao Yu.


Jenny dan Catherine menghampiri Xiao Yu dengan membawa nasi goreng dan juice. Sebagai sahabat mereka tidak tega melihat Xiao Yu hanya makan siang dengan Bakpao dan air putih.


"Kamu nggak bisa makan seperti ini terus Yu" ujar Jenny sambil menyodorkan nasi goreng dan juice buah yang memang sengaja dibelikan untuk Xiao Yu.


"Iya Yu, mereka sudah kelewatan, Wu Xia kurang apa coba? Masa, minta ganti rugi karena kakinya bengkak?. Beneran juga nggak bengkaknya. Catherine menimpali.

__ADS_1


"Sudahlah nggak usah di perpanjang, aku juga salah buat kaki nya jadi bengkak". Ujar Xiao Yu yang tidak mau memperpanjang masalah.


"Ya udah kalau gitu kita makan aja yuk," ajak Jenny.


"Terimakasih teman-teman", jawab Xiao Yu terharu. Walaupun dari kalangan orang berada, Jenny dan Catherine tidak pernah memandang rendah Xiao Yu. Bahkan mereka berdua selalu mendukung dan membantunya. Disaat ada kesulitan.


"Teman-teman..., Aku Ryubi hari ini akan mentraktir kalian semua Juice buah!. Semua siswa dan siswi pun bertepuk tangan senang.


"Silahkan pesan dan jangan rebutan" ujar "Ryubi" dengan bangga. Padahal dia menggunakan kartu makan Xiao Yu untuk membayar juice buah yang dibilang ditraktir olehnya. Xiao Yu hanya diam dan berusaha tetap tenang untuk menikmati makanannya.


Setelah berakting seperti pahlawan kesiangan Ryubi mendekati meja Wuxia


Wu Xia yang mendengar itu menjadi tidak berselera untuk menikmati makanannya.


Sebelum dia sempat memarahi Ryubi karena kelakuannya yang sudah kelewatan. Jenny mendatangi meja mereka.


"Kalian tau..,ini jatah makan Xiao Yu untuk satu bulan". Ujar Jenny sambil mengangkat juice buah yang ada didepan Wu Xia.


----------------------------------------------------------------


Xiao Yu sedang merenung di lantai atas gedung sekolah. Nilai ujian matematika nya sungguh mengecewakan hanya "51", bagaimana dia bisa masuk universitas negri di Beijing. Kalaupun dia bisa masuk di universitas Swasta yang ternama. Biaya kuliahnya pasti sangat tinggi dan sangat membebani kedua orang tuanya.

__ADS_1


Wu Xia yang mengikuti Xiao Yu, menghampirinya. "Kamu sedang apa disini?" Tanya Wu Xia. "Bukan urusanmu". Xiao Yu menjawab ketus. Dia sedang tidak mood untuk di ajak ngobrol."aku akan membantumu mengajari pelajaran matematika". Ujar Wu Xia.


"Untuk apa?, aku nggak butuh bantuanmu!".


"Aku nggak bisa aja lihat teman didepanku dapat nilai matematika yang jelek, sedangkan nilaiku bagus".


"Itu masalahmu...nggak ada hubungannya denganku". Jawab Xiao Yu yang langsung pergi meninggalkan Wu Xia.


"Kalau nilai mu jelek, apakah tidak akan berpengaruh dengan perguruan tinggi negri yang akan kamu pilih?".


Mendengar perkataan Wu Xia, Xiao Yu jadi teringat peringatan dari guru matematika nya. Guru nya berkata dia harus meningkatkan lagi nilai matematika nya jika ingin masuk perguruan tinggi negri.


Xiao Yu membalikkan badannya dan melihat kearah Wu Xia. "Baiklah kali ini aku terima bantuanmu untuk mengajariku".


"Kalau begitu Latihan pelajaran Matematika nya akan kita mulai besok, sehabis pulang sekolah". Jawab Wu Xia dengan tersenyum.


Semenjak hari itu, sepulang sekolah Wu Xia mengajari Xiao Yu di lantai paling atas gedung sekolah. Pantas saja Nilai ujian Matematika Wu Xia selalu bagus, karena dia tau metode Matematika yang jitu dan tepat untuk mendapatkan jawaban yang benar.


Walaupun cara dia mengajari Xiao Yu boleh dikatakan keras dan kasar, tapi hasilnya memang sangat bagus. Xiao Yu bisa meningkatkan nilai ujian matematika nya, menjadi 85-90. Lebih dari cukup untuk bisa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negri di Beijing. Mereka juga sudah mulai bisa lebih akrab, terutama Xiao Yu yang mulai bisa lebih ramah walaupun sesekali sikap judesnya kepada Wu Xia masih terlihat.


Tobe continue

__ADS_1


__ADS_2