
Mobil yang membawa "Mahesa" (sang pria) dan "Violette" (si gadis). Tiba di depan pintu penyambutan yang lantainya sudah ditutupi karpet merah.
"Baiklah sekarang Duta besar dan istrinya telah tiba. Tolong panitia penyambutan dan bagian dokumentasi bersiap". Terdengar aba-aba dan arahan dari ketua panitia pengarah acara yang melihat dari tangkapan layar besar didalam aula.Setelah Mahesa dan Violette keluar dari mobil, mereka diarahkan untuk mengikuti protokol acara penyambutan Duta besar.
"Untuk Duta besar tolong anda berdiri disini dan istrinya berdiri disampingnya".salah satu panitia pengamanan mengarahkan.
"Oke bagus sekali.., selanjutnya Duta besar dan istrinya berjalan di karpet merah, di ikuti dengan bagian kamera sampai kedalam aula".ketua panitia kembali mengarahkan.
Mahesa menoleh kearah Violette,
"Jika kita ingin terlihat memerankan suami-istri dengan baik, sebaiknya kita saling bepegangan tangan.tetapi aku tidak akan melakukannya kalau kamu nggak mau.Nanti aku dibilang tidak sopan dengan mu".
Violette tidak menanggapi saran Mahesa, dan terkesan mengacuhkan.
"Baiklah sekarang saatnya Duta besar bersama istrinya memasuki ruangan sambil berpegangan tangan". Suara arahan kembali terdengar.
Mahesa tersenyum dan membuka telapak tangan kirinya ke Violette.
Dengan setengah hati diapun menggenggam tangan Mahesa.
"Yak..bagus sekali, Duta besar dan istri berjalan diikuti oleh kameramen, sampai disudut ini kameramen satu berhenti merekam dilanjutkan kameramen dua, lebih fokus dengan wajah. Lalu Duta besar dan istri berdiri diantara para Rektor dan tamu VIP. Kemudian berfoto bersama".
__ADS_1
Violette sudah tidak tahan lagi menggenggam tangan Mahesa, dia lalu melepaskannya dengan kasar.
"Sesi berfoto bersama belum selesai jadi tolong , genggaman tangan kalian jangan lepas dulu." Suara pengarah acara mengingatkan.
Mahesa meraih tangan Violette dan menggenggamnya.kali ini Violette terpaksa diam saja tanpa bisa protes.
"Semua terlihat baik dan bagus...kamera dan iringan musiknya sepandan, "Cut".
"Kalian luar biasa" ( seperti jargon ariel Noah). Silahkan untuk beristirahat 15 menit.
Violette kembali melepaskan genggaman tangan Mahesa, kali ini di ikuti dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.
"Permisi mas, aku boleh kekamar kecil dulu?" Tanya Violette ke salah satu crew.
Dia meninggalkan Mahesa tanpa basa-basi.
Mahesapun hanya tertawa kecil melihat tingkah Violette.Dia semakin penasaran dengan sikapnya yang jutek.
"Kamu kenapa jutek banget sih Vio?" Tanya Aura setelah mereka keluar dari kamar kecil.
"Bayangin saja aku harus seharian bersama dengan cowok penggoda sepertinya".jawab Violette masih dengan nada kesal.
__ADS_1
Belum sempat mereka melanjutkan obrolan.
"Eh...cobain deh Udang bola ini, rasanya enak sekali". Mahesa menghampiri mereka berdua sambil membawa makanan yang dimaksud.
"Eee..sebaiknya aku langsung terus terang aja ya daripada kamu gangguin terus".jawab Violette."
Lebih bagus, aku suka dengan orang yang berterus terang". Sahut Mahesa.
"Ini Aura Gisella, pacarku".
Aura yang tersenyum dan bermaksud mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Mahesa pun. Jadi mendadak shok berat mendengar perkataan Violette.
"Kamu fikir aku percaya? Sebaiknya kamu mencoba cara yang lebih meyakinkan lagi". Jawab Mahesa santai.
Violette pun tiba-tiba mencium pipi Aura
"Sampai nanti ya sayang". Ujarnya lagi
Aura yang mendapatkan kecupan nggak jelas dari sahabatnya pun tersenyum dengan ekspresi bingung bombay. Violette meninggalkan sahabatnya sambil memberi kode untuk segera menyusulnya.
Mahesa yang melihat hal itu cuma diam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
To Be Continue