
"Kemampuan untuk bisa melihat roh orang yang sudah meninggal yang aku miliki, bermula ketika aku berumur 8 tahun. Dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Bandung menggunakan mobil, aku dan kedua orang tuaku mengalami kecelakaan karena menghindari mobil yang mengambil jalur kami.Untungnya Kami masih bisa selamat, dan orang tuaku hanya mengalami luka yang tidak serius. cuma aku mengalami koma selama 1 minggu karena terbentur kaca mobil dengan keras, aku tersadar dari koma karena mencium bau yang sangat wangi bagai berada ditaman yang penuh bunga dan sentuhan yang sangat dingin dari sesuatu yang bercahaya". Saras menghentikan perkataannya dan menatap Yoga .
"Kamu yakin mau mendengarkan ceritaku yang membosankan?".
"Well...menurutku ceritamu itu unik dan menarik karena berdasarkan pengalaman nyata, aku akan mendengarkannya sampai akhir". Yoga menjawab dengan yakin, ekspresi wajahnya juga menunjukkan rasa penasaran dan sangat tertarik dengan cerita Saras.
"Awalnya aku tidak langsung bisa melihat,Roh-roh itu. Hanya bisa merasakan dari bau dan hawa dingin yang terpancar dari mereka". Saraswati melanjutkan ceritanya.
"Hingga setelah umurku menginjak usia 17 tahun. Aku bisa melihat dengan jelas penampakan Roh-roh itu".
"Jadi beneran semalem kamu di datengin orang yang baru meninggal tenggelam itu dikamarmu?" Tanya Yoga semakin penasaran.
Saraswati mengangguk sambil meminum Jeruk hangat manisnya.
"Karena kemampuan ku itu, aku tidak bisa punya pacar, karena aku terkadang terlihat bicara sendiri. Ataupun marah - marah nggak jelas ketika sedang belajar.Itu semua karena Roh-roh itu, saking seringnya aku terlihat aneh begitu sampai-sampai guru disekolah menyarankan orang tuaku untuk pindah sekolah danmencarikanku Psikiater. Aku dianggap depresi karena tidak kuat dengan pelajaran dan eskul disekolah".
"Sampe ekstrim begitu ya?,wajar sih kalau banyak orang yang menyangka kamu depresi". Jawab Yoga.
"Aku beruntung mempunyai seorang sahabat yang percaya dan mengerti dengan kemampuan ku itu. Namanya Sharon,dia juga yang menyarankan ku untuk tidak lagi mengatakan tentang kemampuanku kepada siapapun. Gangguan-gangguan dari Roh-roh itu kebetulan juga mulai berkurang. Hingga aku dipertemukan dengan Farel kakak tingkatku di kampus,disebuah acara seni yang diadakan dikampus". kenang Saras sambil tersenyum pahit.
"Dia merupakan Kakak kelas yang tampan dan ramah dengan siapa saja,sehingga jadi idola banyak mahasiswi. Termasuk aku juga ikut mengidolakannya".
"Terus bagaimana kalian bisa berpacaran?" Tanya Yoga, yang penasaran dan tidak sabar mendengarkan kelanjutan cerita Saras.
"Aku dan dia kebetulan sedang berada di posisi paling belakang sambil ngobrol dan menikmati pertunjukkan, dan ketika aku ingin pergi ketoilet aku melihat sesosok wanita yang tadinya membelakangiku, setelah dia membalikkan badannya kearahku baru terlihat kalau dia berwajah hitam terbakar dengan banyak luka di sekitar badan dan wajahnya.Aku menyadari bahwa dia adalah Roh orang yang sudah meninggal, Dia berusaha berlari kearahku dengan langkah terseok-seok dan berteriak "Antarkan aku pulang!!". Akupun terkejut dan berbalik arah serta tidak sengaja memeluk Farel yang ada dihadapanku , karena saking takutnya".
__ADS_1
"Ooh ...jadi kalian besoknya langsung pacaran?".
"Nggak secepat itulah, itu jadi awal kami mulai akrab.Kalau jadiannya sekitar 4 bulan setelahnya".
Yoga mengangguk-angguk dan meneguk bir kalengnya.
"Dua tahun kemudian setelah dia memilih berkarir didunia hiburan, karirnya meningkat cepat menjadi artis terkenal dengan jutaan follower, sedangkan aku masih bekerja sebagai sales kartu kredit yang menelfon puluhan orang tiap hari untuk menawarkan kartu kredit. Tetapi dengan ketenarannya dia bisa membantuku untuk cepat mencapai target bahkan melampaui target yang diberikan selama 6 bulan. Sehingga aku langsung diangkat menjadi karyawan ditempatku bekerja. Kami menjalani hubungan dengan normal dan harmonis, walaupun dia sering menggunakan masker dan topi untuk menutupi siapa dirinya". Saras kembali menghentikan ceritanya sambil menghela nafas.
"Lalu kenapa kalian bisa sampai putus?"tanya Yoga sambil membuka bir kalengnya yang baru.
Tidak disangka-sangka Saras mengambil bir kaleng yang baru di buka Yoga dan meminumnya. Melihat hal itu Yoga hanya diam dan mengambil bir kaleng yang baru didepannya.
"Itu karena, aku kembali diganggu dengah roh-roh itu lagi, dan mulai tampak bertingkah aneh kembali".Saras kembali meneguk bir kaleng yang baru diambilnya dari Yoga.
"Kali ini kemampuanku membuatku kehilangan seorang Pacar".
"Aku tidak mau dia menyangka kalau aku mengalami depresi, karena dia tidak percaya dengan hal-hal begitu".
Yoga mengangguk dan baru akan meminum bir yang baru dibukanya, Saras kembali mengambil bir tersebut dan meminumnya.
"Kamu suka minum bir juga ya?" Yoga hanya bisa menggeleng heran.
Saras hanya diam sambil meminum bir yang baru diserobotnya.
"Terimakasih tadi sudah mau membantuku dan mau mendengarkan ceritaku, sehingga suasana hatiku jadi agak tenang". Ujar Saras.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa, tadi kebetulan aku juga lagi disitu mau ngambil Foto-foto buat artikel yang aku tulis, dan melihatmu yang jadi perhatian orang-orang karena berteriak dan nangis sendiri.Makanya aku nyamperin ".jawab Yoga
"Aku juga minta maaf sudah marah-marah denganmu tadi pagi". Saraswati berkata tulus.
"Seperti kata pepatah , "Tak kenal maka tak sayang".sahut Yoga menjadi bijak sambil tersenyum.
Saras mengangguk setuju.
"Ngomong-ngomong , kamu mau langsung kembali ke penginapan atau mau lanjut jalan-jalan lagi?".
"Nggak , aku mau balik ke penginapan aja. Karena sekarang rasa kantuknya baru berasa, karena baru menjelang pagi aku bisa sempat tertidur sebentar".
"Ya udah kalau begitu, kita bareng aja. Aku juga mau pulang ke penginapan, mau lanjutin nulis artikelku".
Saras mengangguk senang.
"Kedai ini punya cita rasa sate dan gulainya yang sangat enak, tapi dagingnya kok rasanya aneh ya?" Tanya Saras.
"Oohh...gulainya daging kambing, terus satenya daging biawak".
"Hah...?? Yang bener?? Daging biawak..?? Saras terperanjat dan terlihat akan muntah.
"Nggak kok..nggak..., aku bercanda . Itu daging kelinci". Jawab Yoga sambil tertawa
Namun jawaban Yoga justru membuat Saras berlari menuju toilet sambil menutup mulutnya untuk tidak muntah.
__ADS_1
("Mungkin dia melihat roh kambing dan kelinci yang dimakannya") Yoga berkata dalam hati.
To be continue