Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 3 (Yang lebih Indah dari seorang Juliet) Page 16


__ADS_3

Surabaya 19.00 Malam, Aula Kampus


"Acara penyerahan Penghargaan dan Beasiswa bagi Mahasiswa dan Mahasiswi yang berprestasi dibidang Umum, Sains dan Teknologi ke Jerman oleh Duta besar Jerman"


Acara besar yang dinantikan akhirnya tiba, suasana disekitar terkesan elegan dan mewah. Para tamu undanganpun terlihat antusias dan bergembira, Mahesa baru saja selesai mengobrol dengan Rektor beserta koleganya ketika dia melihat kearah Violette yang malam ini tampak sangat cantik dan anggun dengan gaun merahnya. Untuk sesaat dia terdiam karena terpesona, Violette yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya pun tanpa sengaja melihat kearah Mahesa. Dia pun tersenyum sambil mengangguk, Mahesa baginya terlihat berwibawa dengan Tuxedo putihnya.


Tatapan mereka terhenti ketika mendengar musik dimainkan sebagai pertanda penyambutan kedatangan Duta besar dan istrinya. Semua mata tertuju pada layar besar di tengah ruangan yang memperlihatkan protokol penyambutan untuk Duta besar Jerman dan istrinya. Violette pun mendekati Mahesa agar lebih dekat mengabadikan kedatangan Duta besar dan Istrinya ketika memasuki aula.Tepuk tangan yang sangat meriah dari para tamu undangan mewarnai penyambutan hangat untuk mereka.


Ketika Duta besar dan istri melakukan sesi berfoto bersama dengan tamu VIP, Mahesa berkata kepada Violette " Kamu lihat, istri Duta besar tidak melepaskan tangannya sepertimu tempo hari". Mahesa tampak menyindir.


Violette yang merasa disindir hanya meleletkan lidahnya dan tersenyum.


Duta besar dan istrinya lalu menuju stand Makanan dan mencicipi beberapa jenis makanan yang tersedia. Mereka berdua terlihat sangat mesra, bahkan sang istripun menyuapi duta besar terlebih dahulu untuk mencicipi. Momen itu bisa disaksikan melalui layar besar di tengah aula. Mahesa dan Violette yang sedang menikmati hidangan mereka dalam satu mejapun seperti terbawa dengan moment itu.


"Bagaimana mereka bisa bertahan selama 30 atau 50 tahun pernikahan ya?, saling bertemu tiap hari tidakkah mereka merasa bosan?". Violette berkata seperti penasaran.


"Itu tergantung dengan siapa kamu menikah". Jawab Mahesa.


"Seorang sepertimu nggak bakalan bisa begitu kan?" Violette menjawab sambil menyindir Mahesa.

__ADS_1


"Bagaimana kamu tau, kalau kamu tidak mencobanya?" Mahesa menjawab santai.


"Kamu akan pergi ke Jerman dan masih yakin untuk bisa setia dengan pasanganmu?"


"Tentu saja..., kamu mau mencobanya?" Ujar Mahesa dengan suara yang yakin dan langsung menatap Violette dengan lembut.


Violette hanya bisa membalas tatapan Mahesa tanpa bisa berkata-kata, dia seperti sedang dilamar kekasihnya.


"Kamu mungkin, wanita yang bisa mengubahku menjadi lebih baik". Ujar Mahesa lagi


"Aku kan sudah bilang supaya kamu berfikir dengan hati-hati untuk menjalin hubungan". Violette akhirnya bisa menjawab dengan bijak.


Setelah beberapa saat mereka saling menatap tanpa berkata.


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?". Tanya Violette.


Mahesa yang biasanya bisa menjawab dengan rayuan dan kata-kata gombalnya. Kali ini hanya bisa terdiam, janji-janji manis andalannya tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana Violette. Dia sepertinya benar-benar jatuh hati ( untuk fase ini tampaknya siapapun yang mengalami tidak akan bisa ditolong dengan logika).


"Kamu juga tau apa yang baru saja aku alami,aku bahkan tidak tau apakah aku bisa memulai dari awal dan siap untuk sakit hati lagi".ujar Violette.

__ADS_1


Mahesa tetap tidak bisa mengeluarkan kata-kata dan tampak takut untuk berjanji, karena dia tidak mau mengambil resiko yang bisa membuat Violette sakit hati dan membencinya.


"Aku menghargai semua yang telah kamu lakukan selama tiga hari ini, dan untuk semua itu maukah kamu menahan diri dulu?". Violette mengisyaratkan.


Perkataan Violette yang tersirat itu, melegakan Mahesa. Wajahnya tampak tersipu malu dan berusaha untuk tidak gugup. Dia berjanji didalam hati untuk membuktikan ucapannya menjadi lebih baik dan tidak menjadi seorang Don Juan lagi.


"Terimakasih ya...karena sudah menjawab dengan jujur". Mahesa berkata dengan tulus. Baru kali ini dia ditolak dan tidak merasa kecewa.


Mendengar perkataan tulus Mahesa ,Violette mengganguk dan tersenyum. Didalam hatinya dia juga mulai merasa nyaman dengan Mahesa. Tetapi dia belum bisa untuk memulai hubungan yang baru, setelah baru saja mengalami sakit hati. Dia juga tidak mau Mahesa menjadi tempat pelampiasannya saja.


"Aku harus berterimakasih dengan mbak pembawa acara itu, karena memilihku untuk menjadi Duta besar. Aku juga berterimakasih kepada Duta besar yang memiliki tinggi yang sama denganku".ujar Mahesa mencairkan suasana yang tadinya serius.


Violette tertawa kecil mendengar candaan Mahesa.


"Maukah kamu bersulang dengan ku? Untuk pertemuan kita..dan Waktu yang tepat itu?". Mahesa mengangkat gelasnya yang berisi sampagne mengajak Violette untuk bersulang


Violette mengangguk dan juga mengangkat gelasnya "Dengan senang hati". Jawabnya


To be Continue

__ADS_1


__ADS_2